Follow Us @soratemplates

Thursday, August 14, 2008

Flu yang Mengganggu

Awalnya mungkin kita hanya merasa kurang enak badan, lalu demam ringan, tapi makin lama makin mengganggu. Apalagi jika sudah sampai ditahapan pusing-pusing dan hidung mulai tersumbat………..ups tissue!!
Sakit flu?? Kebanyakan orang menganggap ringan penyakit ini, tidak jarang referensi obat yang digunakan hanya sebatas pengetahuan kita akan obat flu yang diperkenalkan oleh media cetak dan elektronik, atau mungkin sekedar seadanya obat yang tersedia di toko terdekat. Sepele bukan? Padahal jika kita tinjau lebih jauh kerugian akibat penyakit sederhana ini mungkin kita akan tercengang. Statistik mencatat 20.000 warga Amerika setiap tahunnya meninggal karena serangan influenza atau influenza yang berkolaborasi dengan pneumonia (dikutip dari www.nfid.org/library). Meskipun lebih dari 90% terjadi pada usia lanjut (lebih dari 65 tahun). Akhirnya influenza-pneumonia dinobatkan sebagai penyebab kematian ke-6 tertinggi di Amerika. Secara pribadi, kita bisa menghitung kerugian ini dari seberapa banyak pekerjaan kita jadi tertunda dan sama sekali tidak efektif karena mata berair, pening karena flu!




Sekarang, mari kita tinjau flu lebih dekat, karena kelihatannya, selain hanya bisa bikin kita libur kerja dan absen sekolah, sekarang kita tahu penyakit ini juga bisa menyebabkan kita menghuni rumah sakit, komplikasi dengan pneumonia dan menyebabkan kematian.

DEFINISI FLU
Apa sih Flu? Secara ilmiah, flu atau Influenza didefinisikan sebagai infeksi saluran pernafasan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini menular dari satu penderita pada calon penderita yang lain melalui batuk atau bersin. Virus penyebab influenza dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu tipe A, tipe B dan tipe C. Tipe A dapat menyerang manusia dan binatang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan flu burung. Virus ini menular antara unggas, tetapi dapat juga menyerang manusia, meski belum ada catatan medis adanya penularan dari manusia ke manusia. Tipe B dan C hanya mampu menginfeksi manusia. Virus Influenza tipe B adalah virus penyebab infeksi pada sebagian besar anak-anak berusia kurang dari 5 tahun. Dari 20.000 kasus kematian akibat influenza tadi, 1.000 diantaranya akibat virus influenza tipe B. Virus influenza yang menyebabkan gejala paling ringan diantara ketiganya adalah tipe C, selain itu tipe ini tidak menyebabkan epidemi (wabah).

GEJALA
Gejala umum influenza adalah sebagai berikut:
  1. Demam
  2. Kedinginan
  3. Nyeri otot
  4. Keringat dingin
  5. Batuk kering
  6. Hidung tersumbat
  7. Sakit kepala
  8. Tak enak badan
  9. Cepat lelah
Biasanya hanya beberapa dari gejala-gejala tersebut muncul, tetapi adakalanya pula muncul bersamaan. Permasalahannya adalah : hingga saat ini belum ditemukan obat pelawan infeksi yang benar-benar efektif untuk virus influenza!
Mengapa? Karena virus ini dianugerahi kemampuan untuk ‘menghindar’ dari sistem kekebalan tubuh kita. Secara spesifik dijelaskan bahwa virus sangat mahir dalam membentuk variasi antigenik dengan merubah struktur permukaan antigen pada proses pembentukan antibodi oleh tubuh untuk melawan original epitop virus (bagian dari virus yang akan dikenali oleh tubuh sebagai benda asing, konsekwensinya tubuh akan membentuk zat anti/antibodi untuk melawan zat asing tersebut). Proses ini berlangsung berulang-ulang hingga terbentuk strain (jenis) baru yang bervariasi. Selain virus influenza, jenis virus lain yang juga mahir melakukan variasi antigenik seperti ini adalah virus AIDS.
Meskipun saat ini telah dikembangkan vaksin influenza, tetapi keefektifan kerja vaksin itu sendiri sangat bergantung pada kompatibilitas (kecocokan) antara strain yang digunakan untuk membuat vaksin dengan strain penyebab penyakit influenza. Dengan kata lain, vaksin influenza tipe B strain tertentu hanya akan efektif untuk flu yang disebabkan oleh virus influenza tipe B untuk strain yang sama, tidak efektif untuk flu yang disebabkan virus influenza tipe A dan C. Kesesuaian semacam itulah yang akan meningkatkan kerja vaksin.
Vaksin influenza dapat menangani gejala influenza hingga 70%-90% pada remaja, keefektifan kerjanya akan menurun hingga 30%-40% pada lanjut usia. Bisa dimaklumi, karena usia lanjut menyebabkan penurunan kemampuan pembentukan zat anti/antibodi yang berperan penting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, perlindungan oleh vaksin influenza hanyalah bersifat sementara. Artinya, kalaupun kita berminat menggunakan vaksin ini sebagai penangkal flu, imunisasi perlu dilakukan secara berkala setiap tahunnya. Dan karena kecepatan virus ini dalam melakukan variasi antigenik yang berulang-ulang, maka vaksin influenza juga harus disesuaikan dengan strain terbaru yang dimodifikasi oleh virus. Setiap saat kita harus mengikuti perkembangan yang dibuat virus ini, agar dapat membuat vaksin yang kompatibel. Belum lagi jika ternyata anda alergi terhadap telur, mungkin dokter tidak akan menyarankan anda untuk menerima vaksin ini, dikhawatirkan akan terjadi efek samping, karena vaksin ini dibuat dengan menggunakan telur sebagai media.
Berbagai hal diatas juga yang mungkin dijadikan pertimbangan oleh pemerintah Indonesia untuk tidak mewajibkan pemberian vaksin influenza sebagai bagian dari Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di negeri tercinta ini. Walaupun, di Amerika pemerintah telah mewajibkan vaksin influenza untuk diberikan pada balita usia 12-18 bulan (berdasarkan jadwal pemberian imunisasi yang ditetapkan pemerintah AS dipublikasikan oleh Public Health Service, Januari 1996). Dan lagi, adanya pertimbangan bahwa sebenarnya kondisi masing-masing balita berbeda satu sama lain, jadi penting tidaknya pemberian vaksin ini berbeda untuk masing-masing individu.

PERTOLONGAN terhadap influenza
Menilik penjabaran fakta diatas, sepertinya menjadikan kita tidak bisa berbuat sesuatu apapun terhadap serangan flu. Sebenarnya masih ada beberapa hal terbaik yang bisa kita lakukan jika terserang virus ini, meskipun hanya bersifat mengurangi rasa tidak nyaman akibat flu.
Diantaranya adalah :
  1. Mengkonsumsi aspirin atau acetaminophen untuk menanggulangi demam dan nyeri otot. Tetapi ingat, aspirin hanya dianjurkan untuk usia 18 tahun keatas, untuk anak-anak bisa digunakan parasetamol cair sesuai anjuran.
  2. Hidung tersumbat atau pilek bisa diatasi dengan konsumsi antihistamin dan dekongestan. Itupun dengan catatan bahwa pengobatan secara oral ini hanya efektif dalam dosis tinggi, konsekwensinya mengakibatkan efek samping yang lebih merugikan.
  3. Jadi, mungkin hal terpenting dan terbaik yang bisa kita lakukan untuk mengatasi flu adalah menjaga kecukupan cairan dan nutrisi untuk menghindari dehidrasi dan proses sembuh lebih cepat.
  4. Selain itu, faktor penentu kesembuhan yang lain adalah cukup istirahat, karena bagaimanapun juga cukupnya waktu istirahat akan sangat mempengaruhi proses recovery (perbaikan) oleh sistem imun untuk melawan virus influenza yang terbukti cukup merugikan ini .
Jadi, selamat berperang melawan flu.

No comments: