Follow Us @soratemplates

Sunday, August 17, 2008

MATA SEHAT, MATA KITA

Mata merupakan organ tubuh yang memiliki peran sangat penting. Mengapa? karena mata adalah jendela dunia. Dengan bantuan mata kita bisa berkarya, dengan mata hidup jadi lebih terarah, dan yang tak kalah penting, dengan bantuan mata kita juga terhibur. Meski kadang yang terjadi adalah sebaliknya, apa yang dilihat mata juga bisa menyebabkan kita sedih dan putus asa. Sedikit banyak, mata membantu kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih berani menghadapi hidup, karena keputusan yang dibuat oleh otak dipengaruhi informasi yang diperoleh dari mata.

Selain penting bagi kinerja tubuh, mata juga menunjang penampilan manusia secara fisik. Karena salah satu standar kecantikan adalah mata yang bentuknya serasi, sehat dan terawat baik. Meskipun mungkin kita tidak dikaruniai mata seindah mantan ratu kecantikan dunia-Aishwarya Rai, yang dikatakan memiliki mata bak berlian- tetapi setidaknya, jika mata kita sehat dan terawat tetap akan sedap dipandang. Bahkan kondisi mata akan sangat mempengaruhi penilaian seseorang. Jangan salahkan orang lain memberikan penilaian kurang baik pada kita karena mata kita tampak merah dan lelah.
Secara keilmuan, khususnya dalam ilmu biologi bidang anatomi dan fisiologi (ilmu yang mempelajari tentang susunan dan fungsi organ), mata digolongkan sebagai indera penglihatan. Merupakan indera khusus bersama-sama dengan indera pendengaran, sistem keseimbangan, indera pembau dan perasa. Setiap indera tersebut memiliki cara kerja spesifik dan sangat efisien. Bahkan otak kita menyediakan ruang khusus untuk menerima 'pesan' dari kelima indera tersebut(4,5). Hal ini berbeda dengan sensasi rasa yang lain, misalnya rasa sakit dan sentuhan, dimana otak tidak menyediakan reseptor khusus untuk menerima pesan dari indera perasa.

Secara alami mata telah dilengkapi oleh pelindung. Pelindung alami itu adalah: kelopak mata yang dilengkapi dengan bulu mata dan air mata yang mengandung zat anti bakteri. Bagian terluar dari mata, yang disebut kornea dilengkapi tight junction antara sel yang melindungi dari masuknya partikel asing. Permukaan sel kornea juga ditutupi dengan lapisan jala seperti mikroplika dan mikrovili(2) . Setiap benda asing yang mencoba masuk harus melewati semua rintangan tadi. Untuk lebih mudahnya, ada baiknya kita mengetahui struktur mata secara garis besar. Dengan demikian akan lebih memudahkan kita untuk membayangkan, bagaimanakah sebenarnya kerja keras mata setiap detiknya.

Gambar 1. Bagian-bagian mata tampak samping(7)

Setiap bagian-bagian mata itu mungkin terasa asing bagi kita yang kebetulan tidak berkecimpung di bidang ilmu tersebut, tetapi rasanya tidak sulit bagi kita untuk memahami fungsinya, seperti yang akan diuraikan berikut ini(2):
1.Kelenjar lakrimalis (terletak di bagian sudut kanan dan kiri atas bola mata-tidak tampak dalam gambar): fungsinya membasahi bola mata secara terus-menerus dengan memproduksi air mata. Air mata tersebut diproduksi untuk menjaga kebersihan mata dengan kandungan anti bakterialnya, seperti laktoferin, betalisin, lisosim, dan antibodi berupa immunoglobulin A, G, M dan E.

2.Lensa mata: fungsinya sebenarnya untuk memfokuskan gambar yang diterima oleh mata agar tepat jatuh pada retina. Tetapi dalam sistem pertahanan mata, lensa diperkaya dengan antigen yang dapat memacu respon kekebalan mata.

3.Kornea, konjuntiva, koroid, iris, slekra dan retina juga mengandung immunoglobulin (zat antibodi/kekebalan yang diproduksi tubuh sebagai respon terhadap masuknya benda asing yang berbahaya), meskipun dalam konsentrasi yang berbeda-beda.

Setiap detiknya, mata menerima informasi berupa gambar yang akhirnya harus disampaikan pada otak untuk diterjemahkan. Setelah itu barulah otak memberikan respon terhadap pesan gambar yang diterima. Respon tersebut dapat berupa perintah pada organ lain untuk bergerak, atau melakukan suatu hal yang lain. Bisa dibayangkan, jika informasi yang ditangkap oleh mata ternyata salah. Tentunya, otak pun akan menerjemahkan dan memberikan respon, atau menyimpan informasi yang juga salah. Misal, karena mata cacat mata rabun jauh (myopi) yang kita derita, melihat kata Kamus pada jarak tertentu, padahal mestinya kata yang dibaca adalah kata Kamis, untuk satu kasus ini, informasi yang kita simpan adalah salah. Parahnya lagi, jika kita tidak bisa membedakan garis-garis tegak dan mendatar pada jarak tertentu(astigmatisma), tulisan akan terlihat kabur dan sama sekali tidak terbaca. Informasi yang kita dapat sama sekali nol. Ini tentu merugikan kita, terutama bila kita sangat membutuhkan informasi tersebut.

Contoh diatas hanya satu sebab mengapa kesehatan mata harus tetap terjaga. Dengan mata yang sehat kita akan lebih produktif dan meminimalisir kesalahan informasi yang harus direspon atau sekedar disimpan. Myopi dan astigmatisma yang diuraikan tadi hanya sebagian kecil dari banyak cacat mata yang umum terjadi. Belum terhitung jika mata kita menderita penyakit tertentu yang memerlukan penanganan secara khusus dari tim medis, khususnya ahli mata. Seperti glukoma dan katarak yang masih tergolong ringan, hingga penyakit mata berat, misalnya yang berhubungan dengan penyakit diabetes yaitu diabetik retinopathy, bahkan AIDS yang diderita seseorang pun bisa berimbas pada kesehatan mata pasien. Bisa dibayangkan berapa banyak waktu, uang dan tenaga tersita untuk berobat guna memulihkan kesehatan mata kita.

Mata juga sering dipandang sebagai sasaran khusus untuk proses immunologi
( sistem kekebalan tubuh). Dalam kenyataannya, kelainan pada sistem kekebalan lebih banyak tergambar pada mata dibanding organ tubuh yang lain. Bahkan dengan kecanggihan teknologi dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang mata, diketahui bahwa mata dapat dijadikan indikator penyakit tertentu yang sedang diderita oleh seseorang. Meskipun untuk menangani penyakit tersebut secara tuntas tetap diperlukan penanganan medis yang tepat dan professional. Tetapi setidaknya, dengan rujukan deteksi penyakit yang tergambar pada mata, pencegahan penyakit berkembang menjadi akut dapat dicegah. Ilmu tersebut dikenal dengan istilah iridiologi. Menurut salah satu pakar iridiologi, dr Asdi Yudiono, meskipun iridiologi tidak pernah dibahas dalam ilmu kedokteran, iridiologi merupakan salah satu bentuk pengobatan alternatif yang bersifat preventif atau pencegahan(3). Teknik ini menggunakan pola, warna dan keadaan fisik dari iris mata untuk memberikan informasi tentang beragam penyakit yang mungkin diderita oleh pasien. Dari hasil pengamatan itu diharapkan penyakit dapat dideteksi sedini mungkin sehingga tidak sampai pada status penyakit yang parah.

Jika dr. Asdi Yudiono melakukan observasi penyakit dengan pengamatan pada iris mata, bagian mata yang lain yang patut mendapat perhatian adalah kornea mata. Kelainan pada kornea bisa merupakan pertanda terjadinya aktivitas virus di bagian lain pada tubuh kita. Misalnya jika Virus Herpes simplek menyerang tubuh, maka bisa ditandai dengan adanya keratitis(radang) pada kornea. Adanya proses immunologi pada kornea, jika terjadi kekaburan yang berat yang bisa berdampak pada kebutaan. Parut (lingkaran putih bekas peradangan) kornea karena ulkus (luka pada lapisan kornea yang paling luar) kornea merupakan penyebab terbesar kebutaan dan pengurangan penglihatan di seluruh dunia. Meskipun sebenarnya, kebanyakan proses kebutaan atau pengurangan penglihatan dapat dicegah, bilamana diagnosis sitologik ditegakkan seawal mungkin secara benar.

Di Indonesia kekeruhan kornea masih merupakan masalah utama kesehatan mata, sebab kelainan ini menempati urutan kedua dalam penyebab kebutaan. Kekeruhan kornea ini terutama disebabkan oleh infeksi mikroorganisme berupa bakteri, jamur dan virus, dan bila terlambat didiagnosis atau diterapi secara tidak tepat, akan mengakibatkan kerusakan stroma dan meninggalkan parut yang luas. Kejadian di Indonesia cukup tinggi karena iklim kita tropis dengan kelembapan yang cukup tinggi(1).
Gaya hidup sehat dengan gizi yang baik sangat mempengaruhi kesehatan mata. Kalaupun kita sudah menjaga asupan gizi, masih ada hal lain yang patut kita perhatikan dari lingkungan sekitar kita. Salah satunya yang menyangkut kebiasaan kita menggunakan komputer, karena pekerjaan atau sekedar untuk bersenang-senang. Bagi para pengguna tetap benda ini harus diwaspadai bahwa penggunaan komputer secara terus-menerus bisa menyebabkan VDT (Video Display Terminal). Hal ini terjadi karena pengguna komputer terus-menerus memandang layar komputer. Selain VDT, pengguna tetap komputer juga bisa mengalami Sindrom Dry eye, yang merupakan gangguan defisiensi air mata, baik secara kuantitas maupun kualitas. Penyebabnya adalah karena kurangnya produksi air mata atau penguapan air mata secara berlebihan. Keadaan mata yang seperti ini ditandai dengan sensasi gatal atau rasa berpasir (sensasi benda asing). Sedangkan gejala umumnya adalah mata merah, sakit, sensasi terbakar, sekresi mukus(cairan) berlebih, dan tidak mampu menghasilkan air mata. Salah satu ciri Sindrom Dry eye secara histopatologik adalah adanya bintik-bintik kering pada kornea(6).
Volume air mata normal diperkirakan 7+2 mikroliter pada setiap mata. Air mata diproduksi dengan kecepatan 1,2 mikroliter permenit. Albumin merupakan 60% dari protein total dalam air mata. Globulin dan lisozim berjumlah sama banyak pada sebagian sisanya. Selain itu ada banyak immunoglobulin A, G, M dan E. Diantaranya yang paling banyak adalah yang A(6). Bisa dibayangkan jika produksi air mata berkurang karena Sindrom Dry eye, padahal air mata adalah salah satu bentuk proteksi mata. Sering kali kita meremehkan hal ini, dan menganggap gangguan pada mata setelah penggunaan komputer adalah hal yang biasa dan kemudian mengacuhkannya. Mungkin kita juga tidak menyadari bahwa refleks mengedip juga merupakan bagian dari proteksi mata, yaitu menjaga agar mata tidak kering. Pada saat kita membaca, refleks mengedip ini akan berkurang, sehingga terjadi penguapan air mata berlebihan yang akan menyebabkan mata menjadi kering hal ini juga perlu diwapadai oleh kita yang memiliki hobi membaca.

Penggunaan lensa kontak juga bisa menjadi salah satu penyebab Sindrom Dry eye. Berhati-hatilah bagi anda yang menggunakan benda penunjang kecantikan ini secara teratur atau sering. Meskipun mata sudah memiliki sistem perbaikan secara alami, namun ada baiknya kita lebih memperhatikan lagi terapi semacam apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan dan keindahan mata, mengingat 80% informasi diterima oleh manusia dari dunia luar melalui anugerah mata, dengan catatan selama mata itu terbuka. Jadi, perawatan mata bukanlah sesuatu hal yang baik untuk ditunda.
Khusus untuk Sindrom Dry eye bisa dilakukan terapi dengan tujuan untuk penggantian cairan. Saat ini terapi yang dianut adalah air mata buatan, sedangkan salep digunakan sebagai pelumas jangka panjang terutama saat tidur. Terapi tambahan dapat dilakukan dengan memakai pelembab, kacamata pelembab atau kacamata berenang. Terlebih lagi sekarang sudah banyak dibuat produk perawatan mata yang bermutu, anda tinggal menyesuaikan saja dengan kebutuhan mata anda atau sesuai dengan petunjuk dokter.

Jika mata kita memang mengalami hal yang harus mendapat penanganan langsung dari dokter mata, lakukanlah dengan segera. Diluar itu menjaga asupan gizi dan memperhatikan kinerja mata sekaligus merawatnya sebaik mungkin adalah suatu keharusan. Ada beberapa perawatan mata yang mungkin bisa kita lakukan. Seperti misalnya(8):
1. Olahraga secara teratur.
Mata membutuhkan oksigen agar tetap sehat dan nyaman. Para ilmuwan menyarankan olah tubuh seperti aerobik, karena dapat meningkatkan suplai oksigen pada syaraf mata dan mengurangi kejenuhan pada mata. Aerobik juga membantu mencegah dampak diabetes pada mata, yang pada banyak kasus diabetes bisa menyebabkan diabetik retinopathy.

2. Berhenti merokok.
Perokok lebih beresiko menderita penyakit mata daripada anda yang tidak merokok. Berdasarkan penelitian, perokok dua kali lebih rentan kehilangan penglihatan pada akhir usia daripada bukan perokok. Selain itu merokok juga berhubungan dengan penyakit mata yang lain, termasuk katarak.

3. Kurangi konsumsi alkohol
Minum terlalu banyak alkohol akan mempengaruhi fungsi liver, yaitu: menurunkan kadar glutathionin yang berfungsi sebagai antioksidan yang membantu proteksi melawan penyakit mata yang bersifat umum. Menghindar dari alkohol adalah yang terbaik, tetapi jika alkohol sudah menjadi gaya hidup, anda disarankan para pria sebaiknya tidak meminum lebih dari tiga sampai empat unit alkohol perhari, dan wanita disarankan tidak lebih dari dua atau tiga unit perhari.

4. Hindari kontak mata secara langsung dengan sinar UV
Terlalu banyak terkena sinar matahari (sinar UV) bisa menyebabkan mata terbakar – suatu kondisi yang dikenal dengan nama fotokeratitis. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit yang sangat dan membuat mata anda menjadi merah, berair dan membengkak. Gejala fotokeratitis antara lain adalah pembengkakan pada lapisan terluar dari kornea, biasanya terjadi setelah 6-12 jam terkena sinar matahari dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dengan tidak meninggalkan kerusakan yang permanen pada mata. Tetapi jika efek paparan sinar matahari itu terjadi terus menerus dan pada jangka waktu lama akan bisa menimbulkan katarak pada mata anda. Jadi tidak pernah ada kata terlalu dini untuk memulai menjaga mata anda. Setidaknya, gunakanlah kacamata saat beraktifitas di luar ruangan siang hari.

5. Konsumsi air yang cukup
Tubuh manusia terdiri atas 70 % air. Air sangat penting untuk kerja tubuh dan untuk menjaga mata tetap sehat. Dehidrasi dapat menyebabkan mata menjadi kering, luka dan teriritasi. Direkomendasikan sebaiknya anda meminum kira-kira 1,2 liter (6-8 gelas) air setiap harinya, dan lebih banyak lagi ketika anda berolahraga atau jika cuaca panas.

6. Periksakan keadaan mata secara teratur pada ahlinya
lakukan pemeriksan mata setidaknya sekali dalam dua tahun atau seperti yang disarankan dokter mata anda. Pemeriksaan mata tidak hanya mendeteksi permasalahan pada penglihatan, tetapi juga mengetahui problem kesehatan yang lain. Jadi, pemeriksaan mata ini penting sebagai cek kesehatan untuk menjaga anda dan mata anda tetap sehat.

Masyarakat Indonesia sendiri mungkin belum banyak yang secara serius memperhatikan kesehatan mata. Kalaupun terjadi sedikit gangguan, banyak yang menganggap lumrah dan tidak tertangani dengan baik oleh tim medis. Mungkin kita memang akan mengeluarkan uang untuk sekedar memeriksa mata ataupun untuk merawatnya. Tetapi jika hitung secara financial, 'kerugian' untuk menjaga kesehatan mata dan merawat mata secara teratur tetap akan lebih murah daripada 'kerugian' akibat gangguan mata yang menyebabkan kerja kita tidak efisien dan kesal secara emosional karena mata yang tidak optimal. Anggaplah menjaga kesehatan mata adalah sebuah investasi. Keuntungannya dapat berupa penampilan yang lebih segar dan percaya diri. Pekerjaan yang tertangani dengan baik, dan ujungnya akan berdampak pada kesehatan financial kita. Maka, janganlah ragu untuk selalu merawat kesehatan mata anda, karena mata adalah jendela dunia, jendela jiwa, dan membuat hidup lebih 'hidup'.

Kepustakaan

1. Gunawan. 1993. Beberapa Kelainan Kornea yang Berhubungan dengan Proses Imunologik. Cermin Dunia Kedokteran. Sept; No.87: 17-21
2. Haryana, S. M. dan M. Soesatyo. 1993. Dasar-dasar Imunologik pada Penyakit Mata. Cermin Dunia Kedokteran. Sept; No.87: 5-10
3. Intisari. Up dates Kamis, 17 Maret 2005. Dimatamu Kulihat Penyakit. Kompas Cyber Media
4. Landau, B. R. 1980. Essential Human Anatomy and Physiology. Second Edition. Scott Foresman and Company
5. Luciano, D.S, Arthur, J. V, dan James, H.S. 1978. Human Function and Structure. Mc. Graw Hill Inc, USA
6. Roestijawati, N. 2007. Sindrom Dry Eye pada Pengguna Visual Display Terminal (VDT). Cermin Dunia Kedokteran. no 154: 29-34
7. WWW. eyecareinstitute.com/images/EyeDiagramLG.jpg. Diakses tanggal 9 Mei 2007
8. WWW. eyecare.org.uk

No comments: