Follow Us @soratemplates

Friday, October 31, 2008

Lima belas bulannya Fawwaz

12:47:00 AM 0 Comments

Lima belas bulannya Fawwaz tetep seru seperti biasa. Tingkah Fawwaz yang sering diluar dugaan yang hampir selalu bikin ibu terkaget-kaget. Kadang seneng...kadang juga sedikit jengkel.Dimulai waktu Fawwaz bikin ibu shock karena bisa pegang pensil warna dengan 100% benar. Coretan yang dibuat Fawwaz udah terlihat tegas, ngga ragu-ragu seperti waktu Fawwaz belajar corat-coret pertama kali.Malah sekarang, tepat 15 bulan, Fawwaz bukan cuma bisa bikin garis, tapi mulai bikin bulatan-bulatan ellips. Setiap hari Fawwaz pasti minta digambarin ibu di buku gambar. Ada-ada aja yang Fawwaz minta gambarin, mulai dari bunga-bungaan, mobil, kupu-kupu, bis sampai kereta api.
Kebiasaan Fawwaz sebelum tidur juga udah mulai berubah. Kalau dulu sebelum bobo malam fawwaz minta dinyanyiin lagu-lagu, sekarang Fawwaz lebih suka didongengin. Apa aja, pokoknya dongeng, sambil minum susu Fawwaz dengerin dongeng ibu, kalau susu udah abis, Fawwaz meluk guling, peluk ibu.....ngga lama kemudian...bobo deh.....
Sekarang Fawwaz udah mulai bertingkah kaya mesin foto copy, mulai bisa meniru semua ucapan ibu. Makin pinter kalo diminta tolong, dan makin banyak makan.
Minuman favorit Fawwaz: Jus buah. Waduh kalo ibu udah bikin jus buah, Fawwaz bisa minum segelas besar, dan habis!!!!
Ibu aja suka takjub ngeliat selera makan dan minum Fawwaz. Cuma herannya biarpun banyak makan, minum air putih dan minum susu, Fawwaz tetep ngga terlalu gendut....cuma beraaaaaat....hehe.
Tetap hoby maen Hp ibu.....pokoknya ibu ngga boleh lengah.....teledor dikit, Hp ibu bisa raib dipake maen sama Fawwaz. Pencet sana, pencet sini, telepon sana, telepon sini, ibu yang kebingungan minta maaf sama temen2 ibu yang di telpon sama fawwaz.
Oh iya....ini hoby baru Fawwaz, foto-foto!!!
kalo kebetulan fawwaz pegang camera ibu, pasti minta foto. Trus kalo kamera udah siap, fawwaz langsung teriak cheeeers....!!!!!nyengir lebar...hasilnya...seperti foto diatas.
Aduh anak ibu...narsis deh...

Thursday, October 30, 2008

Waspadai, Jauhi dan Perangi Narkoba

11:50:00 PM 0 Comments
Tiga puluh Mei 2007 lalu, Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman mati terhadap sembilan terdakwa yang terbukti memproduksi narkotika secara terorganisir. Selain hukuman mati, Mahkamah Agung juga menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara bagi tiga orang lainnya yang terlibat(8). Pemberian keputusan Mahkamah Agung tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Hamid Awaludin, beberapa waktu sebelumnya yang memutuskan tetap memberlakukan hukuman mati bagi pengedar narkotika(9). Hamid Awaludin mengemukakan beberapa alasan mengapa hukuman mati bagi pengedar narkoba tetap diberlakukan. Alasan pertama adalah jumlah pengguna narkotika yang terus meningkat, hingga kini diperkirakan pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 3,2 juta orang. Alasan berikutnya adalah karena lintas gender, lintas usia dan lintas lapisan. Yang artinya pengguna narkoba sudah makin meluas, meliputi laki-laki dan wanita, tua muda, hingga berbagai kelas ekonomi di masyarakat.




Ketika produsen narkotika tersebut masih bebas, perusahaan yang mereka kelola mampu memproduksi 200 ribu pil ekstasi setiap harinya. Jumlah yang tidak sedikit. Ekstasi sendiri hanya sebagian kecil dari Narkoba-khususnya psikotropika yang digolongkan sebagai halusinogen. Badan Kesehatan Dunia/WHO(1982) mendefinisikan narkoba sebagai semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis, tidak termasuk makanan, air dan oksigen, karena makanan, air dan oksigen ini dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh(3).
Jika memang dirasa merugikan, mengapa narkoba ada? Pertanyaan ini menggiring kita untuk menelusuri kembali sejarah awal pengenalan manusia pada narkoba. Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan/zat Adiktif) bukannya tanpa guna. Sejarah mencatat bahwa sejak awal peradabannya manusia mulai mengenal bagian-bagian tanaman atau hewan tertentu yang mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit, misalnya ramuan untuk menghilangkan rasa nyeri, menghilangkan demam dan mengobati luka. Hal tersebut merupakan bentuk penggunaan bahan atau zat yang paling primitif dengan tujuan pengobatan(medical use). Berdasarkan pengalamannya pula, manusia mulai mengenal tanaman atau bahan lain yang bila digunakan dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, kesadaran, pikiran, dan perasaan seseorang. Bahan atau zat tersebut dinamakan bahan atau zat psikoaktif. Sejak itu manusia mulai menggunakan bahan-bahan psikoaktif tersebut dengan tujuan untuk kenikmatan, karena dapat menimbulkan rasa nyaman, rasa sejahtera, euforia, dan mempermudah berkomunikasi dengan orang lain(recreation or social use)(4).
Berdasarkan literatur sejarah tersebut, bisa dipastikan sejak zaman purbakala-pun manusia sudah mengetahui bahwa benih tanaman poppy (Papaver somniferum) memiliki getah yang merupakan bahan dasar opium. Bahkan pengetahuan ini telah ditemukan di antara peninggalan zaman batu. Di Mesopotamia tanaman tersebut telah ditanam oleh bangsa Sumeria sejak 4000 - 3000 sebelum Masehi. Data penggunaannya tercatat dalam papyrus Ebers (1600 - 1500 sebelum Masehi), opium digunakan sebagai hipnotik, analgesik, dan efek konstipasi(7).
Yang perlu dicermati adalah bagaimana kita membedakan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif. Dan bagaimana efek ketiga bahan tersebut terhadap tubuh? Jika kita mengetahuinya lebih detail, kemungkinan kita menggunakan bahan tersebut secara tidak benar akan sangat kecil. Karena sebagian besar pemakai narkoba justru tidak mengetahui bagaimana bahan tersebut bekerja dan efek apa saja yang ditimbulkannya pada tubuh. Mari kita amati lebih jauh ketiga bahan tersebut, yaitu Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif.
Narkotika adalah zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Yang tergolong narkotika adalah (berdasarkan UU RI no 22 thn 1997):
1. Golongan Opioda seperti opium : Morphin, heroin, putaw dll.
2. Golongan Koka seperti daun koka : kokain
3. Gol Kanabis: daun ganja , Hashish
Seperti yang telah disebutkan tadi, bahan narkotika banyak diperoleh dari opium mentah (getah yang membeku) dari buah tanaman Papaver somniverum L. Dalam tanaman ini terkandung lebih dari 20 senyawa alkaloid, salah satunya yang dikenal sebagai Benzylisoquinone. Secara farmakologi yang menjadi sorotan dari alkaloid Benzylisoquinone adalah papaverine. Pada manusia, papaverine 100% diserap di saluran pencernaan dan dimetabolisme pada ginjal menjadi 4'-norpapaverine, yang kemudian disekresikan sebagai glukoronat(2). Papaverin berefek meningkatkan aliran darah pada pembuluh darah arteri koroner dan menyebabkan dilatasi (pelebaran pembuluh darah arteri dan vena). Pada kasus angina pectoris(nyeri dada karena tidak cukupnya aliran darah ke jantung) papaverine memiliki efek yang positif tapi tidak meringankan rasa sakit.
Berbeda dengan narkotika, psikotropika didefinisikan sebagai zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Bila psikotropika disalahgunakan, bisa mengakibatkan ketergantungan (adiktif). Yang tergolong psikotropika adalah(berdasarkan UU RI no 5 thn 1997):
1. LSD(Lysergic Acid Diethylamide atau lebih dikenal dengan istilah Acid, trips, tabs), MDMA(shabu-shabu), ecstasy
2. Amphetamin
3. Barbiturat : luminal
4. Benzodiazepin : diazepam
Sedangkan bahan/zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misalnya : Alkohol, rokok, dan cafein.
Narkotika, psikotropika dan bahan adiktif (Narkoba) memberikan efek pada tubuh dengan mempengaruhi kerja otak. Sejak awal penelitian telah diketahui bahwa opium memiliki reseptor pada hampir seluruh bagian otak. Efeknya bisa berupa perangsang (stimulan) atau justru depresan (mengurangi depresi), bergantung pada dosis, cara pemakaian dan individu yang menggunakan. Hal terakhir inilah yang menyebabkan pemberian opium dengan tujuan pengobatan sekalipun amat berbeda untuk tiap individu, karena tiap individu memiliki toleransi yang berbeda terhadap dosis tertentu opium.
Jadi, efek samping yang kelihatannya 'hanya' menghilangkan rasa nyeri pada orang lain, belum tentu sama efeknya dalam tubuh kita. Mungkin akan berefek lebih, mulai dari rasa mual dan muntah hingga menghambat gerak peristaltik (gerakan mengunyah) usus halus, menghambat sekresi asam lambung, empedu, getah pankreas, hingga menurunnya aktivitas saluran cerna yang bisa menyebabkan konstipasi (kelainan sistem pencernaan yang mengakibatkan pengerasan feses sehingga sulit untuk dibuang).
Hasil pengamatan lebih mendalam secara medis menyatakan bahwa gangguan fungsi tubuh akibat penggunaan narkoba tidak sedikit. Narkoba memberikan efek pada saraf perifer, saluran pencernaan, jantung, pernafasan, kerja hipotalamus-hipofisa, efek terhadap sistem dopamin, sistem noradrenergik, serotonin, EEG, suasana hati(mood), dan susunan syaraf pusat(7). Dan perubahan fungsi tubuh itu ditampakkan dengan perilaku yang ada pada tabel berikut ini. Semua perilaku yang dituliskan pada tabel adalah hasil perubahan keseimbangan hormon tubuh akibat konsumsi narkoba. Tabel tersebut sekaligus akan membantu kita menghitung secara matematis, efek baik dan buruk dari beberapa narkoba yang dikenal luas dikalangan masyarakat.

1.1 Daftar efek samping (positif dan negatif) penggunaan Narkoba pada tubuh(5).

1. Opiat (heroin, morfin)
perasaan senang dan bahagia ,acuh tak acuh (apatis),malas bergerak, mengantuk, rasa mual, bicara cadel, pupil mata mengecil (melebar jika overdosis), gangguan perhatian/daya ingat.
2. Ganja
rasa senang dan bahagia, acuh tak acuh, santai dan lemah, mata merah, nafsu makan meningkat, mulut kering, pengendalian diri kurang, sering menguap/ngantuk, kurang konsentrasi, depresi
3. Amfetamin (shabu, ekstasi)
kewaspadaan meningkat, pupil mata melebar, bergairah, denyut nadi dan tekanan darah meningkat,rasa senang, bahagia, sukar tidur/insomnia, hilang nafsu makan
4. Kokain
euforia/rasa gembira berlebihan, denyut jantung cepat, rasa harga diri meningkat, agitasi psikomotor/gelisah, banyak bicara, kejang, kewaspadaan meningkat, pupil (manik mata) melebar tekanan darah meningkat, berkeringat/rasa dingin, mual/muntah, mudah berkelahi, psikosis,perdarahan darah otak, penyumbatan pembuluh darah, nystagmus horisonta/mata bergerak tak terkendali, distonia (kekakuan otot leher)
5. Alkohol
banyak bicara, bicara cadel,jalan sempoyongan, wajah kemerahan, mudah marah, gangguan pemusatan perhatian, nafas bau alkohol
6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
bicara cadel, jalan sempoyongan, wajah kemerahan, banyak bicara, mudah marah, gangguan pemusatan perhatian

Daftar diatas hanya memaparkan efek samping yang tampak saja. Belum termasuk perubahan secara seluler didalam tubuh. Sekaligus belum mencakup yang sudah dianggap lumrah di masyarakat, seperti misalnya rokok dan cafein yang sebenarnya juga tergolong zat adiktif.
Kebiasaan merokok yang berlebihan juga tergolong sifat adiktif yang harus dihindari. Akibat dari merokok tak perlu dipertanyakan lagi, banyak penelitian di dalam dan luar negeri tentang dampak zat kimia yang terkandung dalam rokok terhadap paru-paru. Meskipun ada yang membantah bahwa paru-paru memiliki sistem perbaikan/recovery dan memiliki toleransi terhadap nikotin. Tetapi yang perlu diingat adalah bahwa toleransi tubuh terhadap zat beracun ini tetap memiliki ambang batas. Sebaik-baiknya sistem perbaikan yang dimiliki tubuh, bila terus-menerus terpapar(terkena) zat yang beracun, suatu saat sistem pertahanan itu akan melemah dan akhirnya kalah. Rumus ini berlaku tidak hanya untuk paru-paru saja tetapi juga pada sistem kekebalan tubuh manusia secara umum. Pada akhirnya seberapa hebat hasil penelitian mengemukakan dampak negatif merokok, keputusan untuk merokok atau tidak kembali berpulang pada masing-masing individu.
Selain nikotin pada rokok, Konsumsi alkohol juga patut diwaspadai. Beberapa jurnal peneltian kedokteran terkini menegaskan bahwa konsumsi alkohol saja -yang mungkin dianggap zat adiktif paling ringan dibanding narkotika dan psikotropika- bisa menyebabkan beberapa tingkat keabnormalan pada hepar/hati, mulai dari steatosis ringan (penumpukan lemak pada hati) hingga steatohepatitis (radang hepar), sirosis, hingga kanker hati(6). Hal ini terjadi karena alkohol menurunkan kadar antioksidan yang berguna bagi tubuh dalam mencegah kerusakan sel. Padahal kini tak sedikit kaum muda yang menjadikan konsumsi alkohol sebagai bagian dari gaya hidup.
Belum lagi ancaman tertular HIV/AIDS bagi pengguna narkoba suntik. Bukan cerita baru meningkatnya penderita HIV salah satunya ditengarai karena pemakaian jarum suntik secara bergantian diantara pengguna narkoba. Jadi bukan hal yang mengherankan juga bila HIV yang semula hanya melekat pada pelaku kehidupan seks bebas akhirnya juga menyentuh pengguna narkoba yang awalnya hanya pecandu saja bukan pelaku kehidupan seks bebas.
Jakarta, Bandung dan Bali dinobatkan sebagai kota yang potensial HIV karena pemakaian jarum suntik secara bergiliran. Sedangkan Surabaya, Makasar dan Papua merupakan kota potensial HIV karena maraknya kegiatan seks komersial di kota itu. Begitu signifikannya kenaikan jumlah penderita HIV dari tahun ke tahun hingga Departemen Kesehatan memperkirakan bahwa tanpa adanya upaya pencegahan, 110.000 orang indonesia di tahun 2010 akan terjangkit AIDS/HIV dan lebih dari 1 juta orang diperkirakan akan meninggal karena keganasan penyakit ini(10).
Belum jelas benar apakah ketika seseorang memutuskan untuk memakai atau terseret menjadi pecandu mengetahui dengan pasti semua resiko yang dipaparkan tadi. Karena jika kita menanyakan “mengapa narkoba?”, banyak alasan diutarakan. Mulai dari sekedar coba-coba, untuk melupakan masalah hidup yang menghimpit, atau sekedar merasa segan pada teman jika tidak memakai, hingga alasan untuk mengatasi masalah disfungsi seksual.
Khusus untuk alasan yang disebutkan terakhir, mengkonsumsi obat-obatan tertentu memang bisa memperbaiki fungsi seksual seseorang(meskipun sebenarnya sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat meningkatkan kemampuan seksual seseorang tanpa batas dan bisa bekerja pada siapa saja). Tetapi hal ini masih dengan catatan bahwa jika obat tersebut dikonsumsi dalam dosis kecil. Jika obat-obatan tersebut dikonsumsi secara berlebihan, efek yang terjadi justru sebaliknya. Pengguna justru akan mengalami kemunduran seksual, bahkan untuk pemakaian dosis tinggi dan kronis bisa mengakibatkan kemandulan(1).
Apapun alasan yang digunakan para pecandu, tampaknya hanyalah suatu alasan untuk pembenaran diri secara pribadi. Mungkin dalam hati kecil, mereka mengakui bahwa perbuatan itu salah dan merugikan diri secara pribadi. Karena pada kenyataannya sangat sulit untuk lepas dari narkoba jika sudah terlanjur menjadi pecandu. Dari beberapa pengakuan mantan pengguna narkoba, dibutuhkan perjuangan dan kemauan keras dari dalam diri sendiri untuk melawan keinginan memakai narkoba lagi.
Beberapa persen dari pengguna sebenarnya sudah pernah dinyatakan sembuh dan bebas dari narkoba. Tapi tak jarang banyak juga yang kembali menjadi pemakai karena tak bisa menahan godaan nikmat semu narkoba. Meskipun disaat-saat sadar, mereka mengaku lelah menjadi pecandu, lelah memikirkan darimana uang yang harus mereka peroleh untuk bisa mendapatkan narkoba, lelah merasakan rasa sakit di badan ketika 'nagih', dan lelah menghadapi pandangan negatif dari orang-orang terdekat.
Menilik pengakuan-pengakuan itu, pendampingan bagi para pecandu yang benar-benar ingin sembuh sangat penting. Baik pendampingan dari keluarga maupun pendampingan dari terapis, dokter misalnya ataupun dari seseorang yang berasal dari suatu lembaga pendampingan yang saat ini semakin mudah ditemukan. Tak jarang para pendamping ini dulunya juga merupakan pengguna narkoba. Mereka telah dinyatakan sembuh dan berkeinginan kuat untuk membantu sesama pengguna yang juga ingin lepas dari jerat narkoba. Sebagai mantan pecandu, sering kali mereka lebih memahami sisi psikologis dari pengguna, tetapi tentu saja harus tetap dibarengi dengan pemantauan tenaga medis yang juga penting untuk mengobati ketergantungan pengguna secara fisik.
Sedangkan untuk terapi penyembuhan ketergantungan narkoba saat ini banyak yang bisa dicoba. Mulai dari yang bersifat medis seperti detoksifikasi, substitusi hingga terapi metadon yang masih menjadi kontroversi. Filosofi dari pengobatan semacam ini adalah untuk menguatkan kemampuan individu dalam membuat keputusan-keputusan yang rasional untuk menghargai hak-hak kesehatan dirinya dan orang lain(11). Selain itu ada juga terapi penyembuhan yang dilakukan dengan pendekatan keagamaan. Masing-masing terapi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, mana yang akan dipilih bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Berbagai pilihan penyembuhan itu, semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu kesembuhan bagi pasien. Penanggulangan hingga pencegahan makin banyaknya penguna narkoba ini patut menjadi perhatian semua lapisan masyarakat dengan tidak memandang usia. Karena saat ini narkoba telah menjadi persoalan global. Melanda negara maju, berkembang hingga terbelakang sekalipun.
Sementara ini, belum ada cara yang benar-benar efektif menanggulangi narkoba. Meski pemerintah telah menindak tegas para pelaku, tapi pemerintah saja tidak cukup. Kita bisa belajar dari pengalaman negara besar seperti Amerika Serikat, dimana pemerintahnya pernah mengeluarkan dana sebesar 17 milliar dolar Amerika untuk melawan narkoba. Empat ratus orang dipenjara dalam kegiatan pemberantasan narkoba saat itu, tetapi nyatanya, tetap tidak ada pengaruh yang signifikan dalam mengurangi penyebaran narkoba. Dari kejadian itu kita bisa menyimpulkan bahwa dana memang penting, tetapi keterbatasan dana seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk terus memerangi narkoba.
Selain pemerintah, diperlukan dukungan dalam bentuk perilaku positif dari semua kalangan agar masalah ini selesai. Bila dimungkinkan bisa dilakukan kerja sama dengan departemen lain milik pemerintah, misalnya departemen pendidikan. Departemen pendidikan bisa mengusahakan agar diberikan bab khusus dalam kurikulum pendidikan nasional yang membahas narkoba secara tuntas. Sehingga sejak dini generasi muda telah memiliki pengertian secara menyeluruh mengapa narkoba patut dijauhi, efeknya pada kesehatan, pada lingkungan sosial dan lain sebagainya. Dengan demikian akan terbentuk kesadaran dalam diri mereka untuk tidak menjadi pengguna narkoba.
Jika usulan itu dirasa sulit untuk terealisasi, masih banyak cara lain yang bisa ditempuh. Misalnya pemerintah bisa saja menggelar acara-acara bagi kaum muda dengan melibatkan public figure yang sedang populer dan secara intensif menyerukan jauhi narkoba. Dengan kegiatan yang bersifat menghibur seperti ini, diharapkan informasi tentang bahaya narkoba yang disampaikan oleh sang public figur akan lebih didengar oleh kaum muda.
Selain usaha dari pemerintah, lembaga-lembaga non profit (LSM) juga diharapkan lebih gencar mensosialisasikan tentang bahaya narkoba. Alternatif pilihan kegiatan yang bisa dilakukan adalah dengan mendatangi sekolah-sekolah, meminta sedikit waktu dari pihak sekolah untuk memberikan kesempatan bagi anggota LSM untuk menginformasikan tentang bahaya narkoba. Akan lebih baik lagi jika hal ini bisa dilakukan secara berkala, dan tentu saja pihak sekolah bisa mengatur waktu terbaik sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
Dengan banyaknya informasi yang disebarluaskan, harapannya akan terjadi kontrol sosial dari masyarakat untuk menangani kasus narkoba, hingga kelompok terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai memberantas dan memerangi narkoba. Setiap individu mulai bisa mencanangkan perang melawan narkoba diawali dari diri sendiri dan orang-orang terdekat bahkan sejak saat ini juga.
KEPUSTAKAAN
1. Chandra, L. S. 2005. Gangguan Fungsi atau Perilaku Seksual dan Penanggulangannya. Cermn Dunia Kedokteran No. 149
2. Cordell, G. A. 1981. Introduction to Alkaloids A Biogenetic Approach. John Wiley and Sons Inc.
3.http://www.banyumas.go.id/bmskita/data%20umum/Deskripsi%20Narkoba.ppt.
4. http://www.geocities.com/jodi-i2002/napza-01.html
5. Kusminarno, K. 2002. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Cermin Dunia Kedokteran. No 135
6. Tilg, H. and Day, C. P. 2007. Management Strategies in Alcoholic Liver Disease. Nature Clinical Practise Gastroenterology and Hepatology 4. 24-34
7. Wreksoatmojo, B. R. 2002. Pengaruh Narkotika terhadap Susunan Syaraf Pusat. Cermin Dunia Kedokteran. No 135
8. WWW.Metrotvnews.com. Hukum dan Kriminal/Headline news. 30 Mei 2007
9. WWW.Metrotvnews.com. Hukum dan Kriminal/Headline news. Senin, 04 Juni 2007
10. WWW. Unicef org. Diakses tanggal 15 Juni 2007
11.WWW.Kompas.com/kesehatan/news/0603/09/102415.htm. Diakses 15 Juni 2007

Sunday, October 12, 2008

Happy Lebaran Day!!!!!!!!

8:46:00 PM 0 Comments
Happy Lebaran Day!!!!!!!!
Fawwaz mudik lho........Tepatnya ke kampung halaman ibu di kabupaten Jember-Jawa Timur. Sudah lama ibu ngga pulang kampung, hampir 2 tahun. Cuma.....mudik kali ini beda. Fawwaz mudik berdua aja sama ibu, soalnya ayah lagi Training JICA di Jepang selama 2 bulan(see: www.ossgis.co.cc). Meskipun ini mudik perdana-nya Fawwaz, kelihatannya Fawwaz ngga terlalu ambil pusing. Waktu dibilangin ibu “Fawwaz, jangan nakal di jalan ya...kan mudiknya cuma berdua aja sama ibu” Fawwaz dengan semangat jawab”Iya!Iya!” haha.....kenyataannya tetep aja kadang rewel.

Fawwaz berangkat mudik tanggal 18 September 2008, naik kereta Gumarang. Ke stasiun Gambir, Fawwaz dan ibu diantar sama Bulik Naning & Om Doel. Selama perjalanan ke Gambir sama sekali ngga rewel. Malah waktu naik Busway, Fawwaz ngga mau turun. Usut punya usut, ternyata Fawwaz keasyikan becanda sama mbak-mbak cantik yang duduk di depan Fawwaz. Centil.
Esok harinya kereta nyampe di Stasiun Pasar Turi jam 6.30. Disana Om igun udah nunggu Fawwaz and ibu. Perjalanan dilanjutkan pake bis ke kota Jember. Siangnya sekitar jam 14.00 fawwaz baru sampai di rumah Uti di jember. Fuuuhhhh......capekk.....Fawwaz langsung makan trus bobo siang bareng ibu.
Dua minggu di kota Jember Fawwaz punya banyak teman baru. Tambah gendut(doyan makan), trus kelihatan lebih putih( entah ini cuma kelihatnnya doang atau Fawwaz emang beneran makin putih kulitnya).

Ini nih daftar kegiatan Fawwaz selama di Jember:
*Setiap hari ngacak-acak rumah Uti,
*maen sama Om Igun & Om Imam,
*ngeliatin ikan peliharaan Om Imam yang sering mati,
*melototin kelinci peliharaan mbak Ciput and maen sama Mbak Dea.
*Oh iya, Fawwaz juga suka naikin mobil-mobilan punya Om Imam, untung mobilnya ngga kenapa-napa. hehe....
*Nggambar di kertas besar.

Hampir setiap hari Ayah telepon dari Tokyo. Kecuali kalau ayah lagi keluar kota Tokyo, ayah agak jarang nelepon Ibu & Fawwaz. Ayah bilang kangen sama Fawwaz. Fawwaz juga kangen sama Ayah. Kalau Ayah lagi telepon, Hp ibu langsung direbut sama Fawwaz, trus ngomong, Ayah!Ayah!. Huu......kasihan banget. Sampe-sampe Hp nya dicium-cium sama Fawwaz saking kangennya sama Ayah. Kalau ngeliat baju fawwaz yang kembaran sama Ayah(warnaya kotak-kotak hijau), fawwaz juga langsung ambil baju itu sambil teriak Ayah!Ayah!. Ibu jadi sedih, kasihan sama Fawwaz. Untungnya di Jember rame banyak orang, jadinya Ibu & Fawwaz sedikit terhibur walau ngga lebaran sama Ayah.
Ini dia nih foto lebarannya. Fawwaz keliatan keren ya! pake peci segala.

Oh iya.....mumpung masih di suasana Lebaran. Fawwaz, Ayah&Ibu mau ngucapin selamat hari Raya Idul Fitri. Maaf lahir dan bathin. Muah!