Follow Us @soratemplates

Thursday, May 20, 2010

Tentang Belajar Membaca

9:29:00 PM 0 Comments
Membaca.
yah.......episode ini sebenarnya terinspirasi dari tulisan teman lama saya tentang saat-saat dia belajar membaca. Mau tidak mau, saya jadi berinstrospeksi diri tentang cara saya dan Tuan kecil saya berinteraksi dalam kegiatan yang resminya disebut "Belajar". Ah...............saya jadi merasa sedikit bersalah pada si Tuan Kecil.
Sebenarnya, si Tuan Kecil ini memang punya development stage yang sedikit lebih cepat.
Saya masih ingat betul, 9 bulan lebih 1 minggu dia sudah menapakkan kaki mungilnya di lantai. Genap 10 bulan, dia sudah mahir berjalan dan berlari. Itulah saat-saat saya benar-benar takjub melihat tumbuh kembangnya.
Di usia 1 tahun dia mahir memegang pensil. 1 bulan kemudian dia bisa menggambar bulat dan garis, ditambah kemampuannya membedakan bentuk bulat, segitiga, oval, persegi panjang dan kotak(bujur sangkar). Dan Saat itu dia mampu berhitung sampai 10 dan mengikuti saya menyanyikan lagu dengan bahasa inggris.
Dalam 22 bulan, dia bisa membaca Abjad A-Z in English, mengikuti suara Adzan, berhitung 1-10 indonesia&Inggris, mengenali bentuk yang lebih rumit, mengahafal pulau-pulau di Peta Indonesia plus beberapa kosakata dalam bahasa Inggris. Dan saat itu, saya merasa tidak terlihat ada nada terpaksa ketika dia menyebut angka atau huruf, sebaliknya dia terlihat bangga luar biasa. Dan saya memang selalu memberi reward jika dia bisa belajar sesuatu yang baru, mudah saja, seperti cium pipi dari ayah ibu plus sanjungan bahwa Fawwaz adalah anak hebat dan sholeh. And it works, dia selalu senang mendapat pujian hebat dan terpacu belajar lebih banyak lagi. Ketika dia lupa tentang sesuatu yang saya tanyakan, dia tetap menjawab meskipun sekenanya, dari sana saya mendapat kesan dia memang little bit ambisius, pekerja keras dan superior.
Tanpa saya sadari ambisi si Tuan kecil menular pada saya. Saat itu saya bercita-cita untuk membuatnya bisa membaca di Usia 3 Tahun, dan itu berarti 2 bulan lagi. Nyatanya, sudah kurang lebih 6 bulan, dan dia belum bisa membaca kata! (kalau mengeja huruf dia sudah ada di tingkat mahir) kalaupun bisa, saya rasa itu karena dia mengenali susunan hurufnya, seperti AYAH, DADDY, MOMMY, BOY, FAWWAZ dan INDONESIA. Hahaha......yang lainnya dia main tebak saja, seperti Dede bayi untuk tissue basah bergambar bayi, padahal jelas-jelas disitu tertulis M*T*(nama Brand Tissue basah yang lembut), ya.....pasti karena gambar bayi mungil yang ada di kemasannya.....Hahahahaa.......
Saya tak marah, malah tertawa, tapi sekaligus berpikir.....rupanya cara saya bermain dan belajar membaca dengan si Tuan belum klop.
Sampai saya akhirnya membaca tulisan teman lama saya, Miss Unita. Dia bercerita tentang saat-saat dia bisa membaca. Yang membuat saya tersadar, mungkin saya terlalu berambisi plus cara belajar yang tidak bisa bisa melibatkan emosi si Tuan kecil. Atau mungkin memang dia sekarang ada pada tahapan belum berminat untuk membaca. Memang sih dia lebih tertarik dengan lingkungannya, membuat pertanyaan bersambung yang sulit untuk dijawab dengan bahasa mudah. Mengkritisi dongeng-dongeng yang menurutnya tak masuk akal, menyimak cerita tentang banjir, siklus air, kebakaran, dll dari pada membaca.
Saya jadi merasa bersalah, bisa membaca adalah ambisi saya, bukan putra saya.
Terima kasih banyak miss, anda sudah mengingatkan saya.
dan saya tahu betul MissUnita termasuk kategori pelajar yang cerdas di sekolah, meskipun mungkin ibundanya dulu sempat panik karena belum bisa membaca saat masuk SD (Ah tentu saja saya tak mungkin salah tentang hal ini, saya kan satu sekolah saat SD dan SMA ;P, jadi saya benar-benar tahu kapasitas dia)
Jadi rasanya, tak ada alasan bagi saya untuk cemas........hahahha.....
Sekarang saya lebih membebaskan dia untuk memilih, apa yang ingin dipelajari si Tuian Kecil hari ini. Memotret (hobi barunya adalah memotret dengan kamera handphone saya), mendongeng, berlarian di sekitar rumah, atau bermain petak umpet.
Apapun, karena saya yakin dia tetap akan bisa membaca pada saatnya, kapanpun dia ingin belajar, saya pastikan saya adalah orang pertama yang tahu dan membimbingnya membaca.

I Love You Son.....
So much.......





Wednesday, May 19, 2010

Growing Up

7:45:00 PM 0 Comments
Syukurlah.......
Fawwaz makin betah di sekolah and Day care-nya.
Ada beberapa hal yang jadi perhatian saya di bulan-bulan pertamanya ini.
Pertama yang shocking buat saya adalah: He can sing along
Lagunya tak lain dan tak bukan adalah Ibu Kita Kartini (eh judulnya bener ngga sih..... ???)
Dan memang setelah perayaan Kartini di sekolahnya beberapa waktu lalu, fawwaz tak pernah absen menyanyikan lagu ini.
tak peduli apakah sedang nonton TV, sambil memainkan pesawatnya, di jalanan ketika berangkat sekolah, di angkutan umum, bahkan sebelum tidur setelah berdoa. Mulai ketika dia masih bisa menyanyikan setengah lagu hingga sekarang tuntas satu lagu penuh.
"Bunda, hari ini Fawwaz nyanyi Ibu Kita Kartini 20X lebih" itu komentar dari Ummi kepala sekolah fawwaz. Hahahaha........
Terlalu, tapi buat saya, ini surprise besar.
Gimana enggak, setelah hampir putus asa mengajaknya bernyanyi dan belajar menghafalkan lagu sejak dia masih di dalam perut, akhirnya dia bisa. Dan kalau bernyanyi bersama ibu, dia akan senyum2 ditengah jalan, lalu diam dan memilih mendengarkan suara ibu. Oh......padahal ibu sangat ingin mendengarnya bernyanyi. jadi dengan ke-bisa-an barunya ini, sungguh bikin ibu bahagia. hehehe.............



Second thing yang bikin hepi adalah koleksi doa-nya bertambah.
Yang tadinya baru bisa doa mau tidur aja, sekarang bertambah doa mau makan plus artinya.
Dan doa ini sudah bisa dihafalnya setelah kurang lebih 3 minggu di sekolah baru. Sekarang Tuan kecil ini sedang sibuk mempersiapkan acara kenaikan kelasnya, itupun ibu tau karena bocoran dari Ummi Kepala Sekolah.
Perubahan yang lainnya adalah sikap yang mandiri, hehe..tapi tetep belum bisa mandi sendiri.
Ada satu yang cukup bikin ibu keheranan, Fawwaz sangat rajin sekolah, bahkan pilek-pilek pun tak menghalangi niatnya untuk pergi ke sekolah.
Usut punya usut, kelihatannya si Tuan kecil sudah menemukan dunianya yang tak kalah asik di sekolah. Sifat yang sekarang jauh lebih mandiri ternyata menyokong superioritasnya di sekolah.
wah-wah.........bayangkan saja, tanpa segan si Tuan kecil bisa memberi "perintah sederhana" pada temannya yang sebagian besar sudah jauh lebih besar. Olala.....
Ibu cuma bisa geleng kepala.

Dan kelihatannya si Tuan kecil juga sudah merasa seperti dirumah saat dia sekolah, bukannya apa, si Tuan kecil ini tetap membawa kebiasaaan-kebiasaan di rumah yang biasanya dilakukan bersama ibu, salah satunya adalah sesi curhat sebelum tidur. Memang sih.....sedari kecil saya membiasakan untuk bercerita dengan Tuan kecil sebelum tidur. Entah itu sekedar membacakan satu buah dongeng, atau bertanya tentang kegiatan menariknya hari ini. tapi khusus untuk dongeng saya mulai selektif memilih dongeng yang reasonable. Bukannya apa, si Tuan kecil bisa langsung protes memotong cerita kalau menurut dia dongengnya agak aneh dan tidak masuk akal versi dia, lalu kemudian melanjutkan cerita dengan ending yang diinginkannya.
Nah, ternyata dia tetap melakukan kebiasaan itu dengan Ummi kepala Sekolah, hingga tak ayal lagi Ummi bercerita bahwa Fawwaz selalu punya cerita sebelum tidur.
Ahahaha....lagi-lagi ibu cuma bisa tersenyum simpul....

Ah Tuan Kecil.......kau sudah mulai tumbuh besar.....

Tuesday, May 4, 2010

When You Take My Hand

11:43:00 PM 0 Comments
"Kok ngga gandeng tangan lagi???"
Entah berapa kali ya....kemarin ditanya seperti itu. Kebetulan saya dan hubby memang bekerja di Instansi yang sama hanya saja, bidang keahlian kami beda.
Tapi, meskipun setiap hari berada di satu kawasan, bukannya lantas menjadikan kami bisa sering 'bertemu' dengan sengaja atau tidak setiap harinya.... ohoho..... ;p
Tapi memang saya akui, saya 'suka' menggandeng tangan hubby atau sekedar menggamit lengannya saat kami jalan berdua. Dan saya rasa hubby pun begitu (ups, saya belum konfirmasi untuk hal ini. Lain kali saya akan bertanya apakah dia memang hobi juga atau sekedar terbawa kebiasaan saya ;p), buat kami sih, tidak ada yang aneh dengan itu. Tak ter-kecuali jika kami sedang jalan bertiga, maka rantai-tangan yang kami buat akan semakin panjang dengan telapak mungil Fawwaz kami.
Lucu-nya saya tak menyangka kebiasaan ini rupanya menarik perhatian teman-teman saya yang notabene adalah teman-teman hubby juga (ya iyalah, kami kan seangkatan, cpns bareng, bahkan sempat sekelas saat prajab -yang baru saya sadari sebulan setelah kami menikah- bahkan diklat fungsionalpun bareng-bareng). Hehehe.....
Hingga akhirnya, muncul kalimat tanya diatas dari teman-teman kami.
Oh ya? mungkin keliahatannya aneh ya....hare gene masih gandeng tangan? hahahaha.......kayak pacaran ajah........nah mungkin itu juga sebabnya, soalnya sih kalau dihitung dengan cermat kurang lebih 8 bulan sejak pertama kali saya tahu nama hubby dan dia 'memaksa' saya main tenis di Kebun raya Bogor, dia resmi jadi suami.
Eniwei........saya senyum-senyum saja sih, pertanyaan seperti itu harus dijawab gimana ya....
hahaha.....Mungkin saya memang terlalu sering menggandeng tangan suami saya. Jadi menarik perhatian teman-teman saya. Dan karena kemarin memang ada acara kantor dan kami sempat ngobrol tak tentu arah jadi teman-teman ingat dan mencetus-kan hal itu pada saya, setelah sekian lama ada dipikiran mereka. ;p
Tak tahulah saya....
lagi pula, saya ngga keberatan kok....
mungkin memang kelihatan aneh.....tapi saya suka...
hehe....