Follow Us @soratemplates

Thursday, May 20, 2010

Tentang Belajar Membaca

Membaca.
yah.......episode ini sebenarnya terinspirasi dari tulisan teman lama saya tentang saat-saat dia belajar membaca. Mau tidak mau, saya jadi berinstrospeksi diri tentang cara saya dan Tuan kecil saya berinteraksi dalam kegiatan yang resminya disebut "Belajar". Ah...............saya jadi merasa sedikit bersalah pada si Tuan Kecil.
Sebenarnya, si Tuan Kecil ini memang punya development stage yang sedikit lebih cepat.
Saya masih ingat betul, 9 bulan lebih 1 minggu dia sudah menapakkan kaki mungilnya di lantai. Genap 10 bulan, dia sudah mahir berjalan dan berlari. Itulah saat-saat saya benar-benar takjub melihat tumbuh kembangnya.
Di usia 1 tahun dia mahir memegang pensil. 1 bulan kemudian dia bisa menggambar bulat dan garis, ditambah kemampuannya membedakan bentuk bulat, segitiga, oval, persegi panjang dan kotak(bujur sangkar). Dan Saat itu dia mampu berhitung sampai 10 dan mengikuti saya menyanyikan lagu dengan bahasa inggris.
Dalam 22 bulan, dia bisa membaca Abjad A-Z in English, mengikuti suara Adzan, berhitung 1-10 indonesia&Inggris, mengenali bentuk yang lebih rumit, mengahafal pulau-pulau di Peta Indonesia plus beberapa kosakata dalam bahasa Inggris. Dan saat itu, saya merasa tidak terlihat ada nada terpaksa ketika dia menyebut angka atau huruf, sebaliknya dia terlihat bangga luar biasa. Dan saya memang selalu memberi reward jika dia bisa belajar sesuatu yang baru, mudah saja, seperti cium pipi dari ayah ibu plus sanjungan bahwa Fawwaz adalah anak hebat dan sholeh. And it works, dia selalu senang mendapat pujian hebat dan terpacu belajar lebih banyak lagi. Ketika dia lupa tentang sesuatu yang saya tanyakan, dia tetap menjawab meskipun sekenanya, dari sana saya mendapat kesan dia memang little bit ambisius, pekerja keras dan superior.
Tanpa saya sadari ambisi si Tuan kecil menular pada saya. Saat itu saya bercita-cita untuk membuatnya bisa membaca di Usia 3 Tahun, dan itu berarti 2 bulan lagi. Nyatanya, sudah kurang lebih 6 bulan, dan dia belum bisa membaca kata! (kalau mengeja huruf dia sudah ada di tingkat mahir) kalaupun bisa, saya rasa itu karena dia mengenali susunan hurufnya, seperti AYAH, DADDY, MOMMY, BOY, FAWWAZ dan INDONESIA. Hahaha......yang lainnya dia main tebak saja, seperti Dede bayi untuk tissue basah bergambar bayi, padahal jelas-jelas disitu tertulis M*T*(nama Brand Tissue basah yang lembut), ya.....pasti karena gambar bayi mungil yang ada di kemasannya.....Hahahahaa.......
Saya tak marah, malah tertawa, tapi sekaligus berpikir.....rupanya cara saya bermain dan belajar membaca dengan si Tuan belum klop.
Sampai saya akhirnya membaca tulisan teman lama saya, Miss Unita. Dia bercerita tentang saat-saat dia bisa membaca. Yang membuat saya tersadar, mungkin saya terlalu berambisi plus cara belajar yang tidak bisa bisa melibatkan emosi si Tuan kecil. Atau mungkin memang dia sekarang ada pada tahapan belum berminat untuk membaca. Memang sih dia lebih tertarik dengan lingkungannya, membuat pertanyaan bersambung yang sulit untuk dijawab dengan bahasa mudah. Mengkritisi dongeng-dongeng yang menurutnya tak masuk akal, menyimak cerita tentang banjir, siklus air, kebakaran, dll dari pada membaca.
Saya jadi merasa bersalah, bisa membaca adalah ambisi saya, bukan putra saya.
Terima kasih banyak miss, anda sudah mengingatkan saya.
dan saya tahu betul MissUnita termasuk kategori pelajar yang cerdas di sekolah, meskipun mungkin ibundanya dulu sempat panik karena belum bisa membaca saat masuk SD (Ah tentu saja saya tak mungkin salah tentang hal ini, saya kan satu sekolah saat SD dan SMA ;P, jadi saya benar-benar tahu kapasitas dia)
Jadi rasanya, tak ada alasan bagi saya untuk cemas........hahahha.....
Sekarang saya lebih membebaskan dia untuk memilih, apa yang ingin dipelajari si Tuian Kecil hari ini. Memotret (hobi barunya adalah memotret dengan kamera handphone saya), mendongeng, berlarian di sekitar rumah, atau bermain petak umpet.
Apapun, karena saya yakin dia tetap akan bisa membaca pada saatnya, kapanpun dia ingin belajar, saya pastikan saya adalah orang pertama yang tahu dan membimbingnya membaca.

I Love You Son.....
So much.......





No comments: