Follow Us @soratemplates

Sunday, November 7, 2010

SEBAL ;((

8:20:00 PM 0 Comments

Ketika membuat tulisan ini, saya sedang banyak dikejar deadline pekerjaan, anak saya yang baru sembuh dari sakit, dan saya pun saat ini sedang sakit flu yang lumayan parah (indikatornya adalah suara serak2 seksi yang tiba2 muncul menggantikan suara merdu saya :))))) ). Ditambah lagi suami yang sedang kursus di Sidney, jadi dirumah hanya ada saya, Fawwaz si anak sholeh dan eyang putrinya (mama saya, dan beliau ini secara khusus datang menemani saya selama hubby training di LN). Belum lagi berita tentang meleduk-nya Gunung Merapi yang mengiris hati (ngga ada hubungannya sih dengan keruwetan di kepala saya, tapi tak disangkal berita ini cukup mengisi beberapa persen ruang otak saya).

Teman saya bilang ini Balada Ibu-ibu Kantoran, seperti kisah klasik yang selalu ada untuk para working mom seperti saya. Biasanya sih tak jauh berbeda, masalah dengan ART yang suka seenak hati pulang dan pergi, perasaan sedih ketika si kecil sakit namun dituntut untuk tetap ke kantor, tumpukan pekerjaan yang tiba-tiba datang dan harus dikerjakan dengan sempurna tanpa si pemberi tugas itu tahu apakah kita ini masih single, punya suami atau punya anak 1,2 atau 5 orang. Yang penting, harus selesai besok. :((. Yang ada kepala tiba-tiba jadi pening dan kadar emosi meningkat...., huaaaaa, sabar....sabar....

Dan kemarin itu........rasanya saya hampir menyerah........Saat saya sedang konsentrasi merawat Fawwaz yang terserang batuk dan radang tenggorokan, tiba-tiba entah dari mana (ehm sebenarnya saya tahu sih siapa si pemberi surat ) datang surat perintah yang mengharuskan saya untuk mengisi lembar-lembar self asessment penelitian, lembar-lembar HAKI, mengharuskan saya untuk cepat-cepat menulis laporan, menyiapkan presentasi, membenahi logbook, dan blablabla......

What?? Ok-lah.....saya coba untuk tenang, dalam hati saya yakin semuanya pasti bisa saya selesaikan dengan mudah. Dengan resiko weekend tanpa tidur saya boyong semua pekerjaan administratif itu ke rumah. Dan saya berani bilang bukan saya kalo tak bisa menyelesaikan pekerjaan saya on time. Walaupun demi itu saya cuma tidur kurleb 4 jam di hari sabtu minggu, dengan flu berat, merawat anak saya yang belum sembuh 100%, sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya (karena saya memang tak punya ART di rumah). It is well done anyway, dan dengan semua perjuangan itu pantaslah saya gondok saat pekerjaan saya di copas oleh seseorang. Huah......rasanya......berang!! hehehee. Dan peristiwa copas itu cuma sejentik dari banyak hal yang bikin saya ingin meledak marah seperti Merapi.

Dalam kondisi lelah lahir dan batin seperti itu saya ingin menyerah, ok, mungkin saya memang tak bisa meng-handle rumah dan kantor sekaligus. Mungkin saya harus lepaskan salah satu diantaranya, dan tentu saja saya akan memilih melepas pekerjaan saya (yang sebenarnya juga saya sukai karena sesuai dengan idealisme saya saat kuliah). Tapi biar bagaimanapun menariknya pekerjaan saya, Family comes first. Buat saya pribadi tak ada yang salah dengan menjadi Ibu Rumah Tangga, itu profesi yang juga menyenangkan dan mulia. Dan saya seratus persen yakin saya akan tetap punya kesibukan di rumah.

Anyway.....saya berusaha tenang sejenak, berpikir dengan realistis tentang bekerja kantoran dan dirumah. Memikirkan dua hal itu dengan cara berpikir yang lebih logis tanpa mengesampingkan naluri seorang ibu. Saya mulai belajar melihat hidup saya sebagai seorang working mom dari sisi yang lain. Ok, tak bisa dipungkiri, saya memang kehilangan sebagian waktu saya untuk anak dan suami saya, tapi disisi lain, saat saya tak dirumah, mereka berdua juga bekerja dan belajar, (mungkin kondisi ini juga bisa berubah saat saya punya anak ke-dua, hmmm). Lalu bagaimana dengan pekerjaan rumah tangga? Semua ini memang saya kerjakan sendiri, memasak, beres-beres, merawat tanaman dan bunga-bunga kesukaan saya. Ok, semua itu memang melelahkan, tapi …....saya suka mengerjakannya, jadi....tak terlalu jadi masalah. Berikutnya, pekerjaan saya. Yang jelas, saya memang suka. Hehehehe....OK lah....saya suka dirumah, juga dikantor. Masihkah saya akan tidak mensyukuri keadaan saya sekarang?

Allah sudah mencukupkan semua yang saya mau. Yang jelas, memang perlu ekstra kerja keras dan sabar,......sabar......dan sabar. Ya Allah, mudahkan saya mendidik dan menjaga anak saya menjadi anak yang sholeh, jadi istri yang sholehah untuk suami, Kuatkan saya, amiin.