Follow Us @soratemplates

Friday, December 21, 2012

cerita segelas CARICA

1:38:00 AM 0 Comments
Carica itu......sejenis makanan ringan dari tempat asal ayah(suami saya maksudnya... *blushing). It taste sweet, juicy because of the syrup and crushed fruit in it. But, sekarang nggak mau cerita carica-nya, but the story behind :D

Konon,
Ketika si ayah masih masih dalam masa-masa pedekate, doi pernah kasih oleh-oleh dari tanah kelahirannya segelas CARICA, macam-macam keripik dan saya lupa apalagi yang ada dikantong oleh-oleh itu.
Waktu itu saya lagi ngontrak di rumah kecil bareng temen saya, bunda (begitulah saya memanggilnya sekarang setelah kami semua jadi ibu), berdua di rumah yang 'berdiri segan rubuh tak mau' itu otomatis bikin kita berdua jadi merasa senasib sepenannggungan. Selain kami berdua, ada satu lagi Penghuni Gelap Tetap (sekarang jadi mama Cipa)yang nyaris rutin nginep di rumah kenang-kenangan itu.
Jadilah kami bertiga selalu hampir bisa ditemukan sama-sama, cuman karena beda gedung aja kita ngga bisa nge-lab bareng-bareng, kalo memungkinkan, bisa jadi dikantor nge-lab pun sambil ngerumpi hahahhahah...

Suatu ketika, berdering hape saya dari si abang Farid (begitulah saya memanggil suami dulu hihihihi #malu berat), yang secara implisit bilang , 'bisakah kita bertemu?, karena aku punya sesuatu untukmu' hahahahaha.......namanya juga mau dikasih hadiah saya oke aja. Dan jadilah kita ketemuan di pusat kota Bogor, daaan taraaaa.... saya dapet tiga jenis keripik (dan setelah saya menikah saya baru tau kalau Wonosobo punya banyak banget varian keripik), satu Carica yang ajaib itu, dan satu lagi yang sudah janji sama ayah nggak boleh dipublish karena menyangkut harga diri katanya hihhihihi........

Nah, pas sampai pulang kembali di kontrakan imut dan pengen buka botol carica yang nampak segar itu, saya minta tolong si bunda untuk bukain tutup botolnya. Gagal. Dicoba lagi dengan tenaga lebih kuat. masih gagal.
Akhirnya mama Cipa turun tangan, dengan serius dan energi berlipat tutup botol diputar, Tetap nggak bergeming. Akhirnya si bunda dengan asal nyeletuk bahwa siapa yang bisa buka tutup botol itu akhirnya bakal dapet si abang.

Hahahhahaahh...... itu jenis omongan orang yang putus asa kepengen makan cemilan tapi koq susah bener dibuka tutupnya. Daaaan....nggak disangka sodara-sodara, setelah dua orang temen saya kecapean tapi belum berhasil juga, iseng-iseng saya putar tutup botol minuman manis itu, dan..'sret...sret"...tutup botol terbuka dengan gampangnya....hihhihiihi....Alhasil kita bertiga melongo sejenak dan dilanjut dengan ketawa sampai air mata berlinang....hahahahaha...
Dan nyatanya, 6 bulan kemudian, saya memang sah jadi istri si abang Farid.

Mungkin, itu cuman kebetulan,
Atau mungkin, saat si bunda ngomong dengan nada putus asa itu ada malaikat lewat dan mengamini ucapannya.
Atau mungkin, itu memang sudah garis takdir atau semacam pertanda.
Apapun itu, buat saya, setiap kali pulang kampung ke tanah kelahiran suami dan lihat botol Carica ini di etalase toko Oleh-oleh, saya selalu langsung senyum-senyum sendiri. Lirik-lirik ayah, dan takjub sendiri...koq bisa ya? hahahahhahah.......

And the stories began....















Friday, December 14, 2012

fawwaz VS online games

7:16:00 AM 0 Comments
'Ibuuu, aku nanti mau maen game"
Akhir-akhir ini koq kalimat ini yang sering keluar dari mulut kecil mas Fawwaz.
Yang juga selalu menebalkan beda pendapat saya dan ayah tentang aturan maen games ini.

Personally, saya bukan orang yang anti games sama sekali, sejujurnya saya juga suka maen "burung-burung pemarah" atau 'laba-laba yang kemaruk". Tadinya sih, setelah mencoba 'mendengar' pendapat ayah, saya pikir, okeh, boleh maen game dengan prasyarat. Artinya , maen game itu adalah reward kalau dia sudah belajar berdoa, aktivitas fisik diluar (atau lari-lari nggak juntrung), mewarnai, berhitung atau apa aja pokoknya jauh-jauh dari gadget. However, it doesn't work, walaupun pembatasan waktu sudah berlaku, sepertinya mas fawwaz sudah lumayan addict sama yang namanya games online. Daaaan, seketika ibunya terjerat panik....

Symptoms- nya jelas, lebih aggressive, jadi (lumayan) malas beraktivitas diluar, dan yang paling berat itu doi mau ini-itu dengan janji dia akan dapet reward boleh main games.  Dan itu butuuuuuh banyak stok sabar untuk mengatasi tantrum yang tiba-tiba muncul akibat hasrat maen games yang tak terpenuhi. Meskipun tanda-tanda itu baru saja kelihatan dua minggu belakangan, tapi sangat annoying daaaan menguras banyak energi tentunya. -_-

Setelah search kesana kemari (lagi, dan untuk yang kesekian puluh kali) tentang games, sudah diputuskan (paling enggak saya setuju dengan keputusan yang saya buat sendiri) kalau games akan ditunda tampil atau dimainkan atau dilihat sama Fawwaz sampai dia Sekolah Dasar. Dan nantipun saat dia SD, akan tetap berlaku pembatasan jam dengan konsekwensi jika dilanggar. Sebagai orang tua amatiran, saya nggak menampik ada games yang edukatif. Tapi setelah ditimbang-timbang, positifnya lebih sedikit ketimbang negatifnya. Dan bukannya kami as parents nggak pernah nyoba ngenalin games yang edukatif ini. Sudah beberapa kali, dan hasilnya...fawwaz jadi makin ahli download sendiri free games online yang dia suka,,,,misal semacam monster truck, drag racing, dan entah apalagi yang menguras emosi, akibatnya dia jadi lebih gampang merajuk, karena lelah tentunya.

Mungkin untuk anak-anak lain, maen games ini nggak akan terlalu berdampak. Tapi ternyata untuk anak saya, dampaknya luar biasa. Dan itu sangat bisa dimengerti kalau meninjau ulang karakter dia. Memang harus diakui saya nggak pernah punya kesulitan mengajarkan sesuatu yang sifatnya lumayan akademik untuk dia, dan saya berusaha untuk menjadikan acara belajar ini seperti maen-maen dan men-challenge dia, karena saya tau persis, anak saya adalah tipe anak yang nggak pernah tahan kalau dia dapet tantangan untuk menyelesaikan sesuatu. Sejalan dengan hasil IQ dan Multiple Intelligent-nya yang memang lebih diatas rata-rata, sepertinya dia nggak pernah susah untuk paham tentang sesuatu. Nah negatifnya, anak-anak macam begini jadi gampang bosan, selalu pengen belajar hal baru, dan punya imajinasi yang kadang lewat batas. Masih saya ingat dengan jelas beberapa kali dia protes kenapa bu guru di sekolah selalu mengulang hal yang sama padahal mas Fawwaz sudah bisa. Dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa sebaiknya Allah memang cuman satu aja, karena kalau ada dua manusia akan bingung mau bertaqwa sama yang mana.

Rupa-rupanya, games online ini sangat menantang buat dia. Ya iyalah, setiap kali satu level terlewati, akan muncul level yang lebih menantang. Dan itu nggak terlalu menonjol di games edukasi yang cenderung lebih sering monoton (menurut saya sih).
Dan finally, ini tantangan berat, semacam wake up call untuk saya untuk lebih baik lagi, membaca dan belajar lebih serius lagi untuk jadi orang tua, tidak denial dengan kenyataan kalau anak saya mulai menunjukkan tanda-tanda games addict. Yang penting harus teteup semangat. 

Iyaaa,,,,satu tantangan lagi ditengah saya berkutat dengan pengurusan paspor, visa, dan family health cover menjelang keberangkatan kami sekeluarga ke negeri kanguru.
Hope life will be better for tomorrow......

oh ya,,,, saya selalu welcome dengan opini dan saran koq, kalau ada diantara pembaca yang punya solusi atau sharing pengalaman atau informasi.....
silahkan tinggalkan komen....dan saya akan sangat bertirima kasiiiiih....paling enggak untuk membaca curhatan ibu-ibu yang sedang galau ini..

:D


Thursday, December 13, 2012

When the peanuts giving birth ^^,

1:12:00 AM 0 Comments
"ibuuu, look at this," my son said to me.
"ibu, my peanuts giving birth, yeaaay...."
Oh-My-God, when I looked into the small bowl, I could see there were 4 out of 6 sprouting peanuts. Each of the peanuts performed a small bud, which had white-pale green colours. 
And thanks God, he didn't say the peanuts hatched, hahhaha....
The only one reason why we made a mini laboratory experiment, is to introduce him the changes which might happen when something grow, and we start it with plants (growing the peanuts).

After that, we scrutinized the peanuts' growing state for few days. Unfortunately, our peanuts were not successfully growing. All of it were covered by fungi, and we decided to throw it before we took some photos of the peanuts' amazing growth. 
however, at least, he record the changes shown by the peanuts haha...
But then, an unexpected question was asked by my-lovely-clever boy,
"Ibu, when we throw the peanuts, do their mother will look for them?"
oh yes, there was another hard question to be answered. ^^,
What dayya think?

Thursday, November 22, 2012

Poem- Lingkaran Aku Cinta Padamu-, by: Adit

9:11:00 AM 4 Comments
Puisi ini bikinan temen saya, aktivis yang hidup di jogja yang selalu menyuarakan tentang kesetaraan gender, anti kekerasan dalam rumah tangga, dan tentang betapa pusingnya dia ketika harus berusaha 'mencintai' Jakarta di bulan-bulan pertama.
Di posting di blog ini-pun dengan permisi dari empunya puisi, soalnya kalo nggak saya takut dibilang melanggar HAKI, heheheh...

enjoy.... ^^,

LINGKARAN AKU CINTA PADAMU


Kini kami berkumpul
esok kami berpencar
berbicara tentang kehidupan
berbicara tentang kebudayaan
berbicara tentang ombak lautan
berbicara tentang bintang di langit
berbicara tentang impian 1000 tahun kedepan
Kami berbicara tentang Tuhannya seluruh umat manusia…
berbicara tentang kesejatian,
berbicara tentang kebahagiaan
berbicara tentang keadilan
tentang apa saja…


malam boleh berlalu
gelap boleh menghadang

di sini kami berdiri
di sini kami berpikir
di sini kami saling menjaga
di sini kami tetap waspada
di sini kami membuka mata
di sini kami slalu mencari
kesejatian diri…

alang-alang bergerak
mata kami berputar

seperti elang kami melayang
seperti air kami mengalir
seperti mentari kami berputar
seperti gunung kami merenung
seperti petir kami berlari

di lingkaran ini kami berhadapan
di lingkaran ini kami berpandangan
di lingkaran ini kami mengucapkan
aku rindu padamu

kejarlah cita-citamu
kejarlah cita-citamu
jangan takut
dan janganlah takut.
aku ada disini…

aku pergi untuk berkumpul kembali
berkumpul kembali
di lingkaran ini
lingkaran kita
Lingkaran kebaikan…
***
***
Teman-teman,
sampai jumpa di takdir selanjutnya,
dalam kisah yang lain..
semoga tetap setia dalam kebaikan…


Salam rindu
Adit
Menjelang 1 Muharram di Kupang






NB: ternyata, puisi ini bukan melulu hasil karya temen saya, alurnya rumit, hehhhe...jadi seperti yang diklarifikasikannya di comment facebook saya tentang puisi ini:
"hehehe...sy juga lupa menyebut, ini sebenernya saya dapat dari temen, dan si temen lupa menginfokan ke saya kalau dia terinspirasi lagunya iwan fals, iwan fals pun ternyata dapat dari kantata takwa. kemudian saya gubah sedemikian rupa, jadi tidak murni karya saya. Jadi ditulis adja by kantata takwa digubah oleh adit hehehe. anyway diambil hikmahnya saja "
 

Sunday, October 28, 2012

mudik Idul Adha ^0^ (the accident)

3:04:00 AM 0 Comments
Memories were tailing when we spent few days at my husband's hometown.
It was last Wednesday night when we took a bus heading to Wonosobo, and a truck hit my bus causing a crack on the window which is made from glass. Billion pieces of glass bursted to my son's body while he was sleeping. Panicking attacked me in a  sudden, I tried to clean up his body without making too much noise, and begged the driver to stop.

Aaand, guess what? my son didn't lose his excitement when I told him that our bus was hit by a truck, and we need to stop for a while to fix it and remove the glass from the seat. He just act like nothing bad happen. He laughed and smiled a lot, and was running around as usual. He waved his hands and called me from inside of the bus to show me that he was helping his father removing the glass from the bus. At that time I realized that he was happy, it doesn't matter how terrible the situation was, but he just happy, hahahhaha........
cheeeeersss ^^,

And seeing his big smile made me more calm. He didn't see the accident as a terrible moment, on the other hand, it just an exciting experience for him. yeaaaah, maybe I should start to envy him, because he had this moment when he still 5 year old, but I experienced a time when my bus was hit by a truck at age 32, hahahaha......

That night, my son taught me that it is simple to be happy, just turning your head and see your obstacles as something that challenging you. And yes, it makes my life happy, cheerful, delighted or what ever words you use to express your happiness. ^^,
Finally, everybody can say " I am not afraid to see the world"
hahahahah.....

Sunday, October 21, 2012

THe Places (1)

8:10:00 PM 2 Comments

Time flies.......enam bulan berlalu.....,
Awalnya, semua seperti berjalan lambat, ketemu teman-teman baru, tanya nama, dari mana, dan hari pertama berakhir dengan pemikiran 'enam bulan ya....lama sekali'

Kenyataannya, waktu terbang seperti angin, tiba-tiba saja semua harus selesai.
Setelah berhari-hari dilalui dengan makan siang bareng-bareng, rame-rame nitip fotocopy, (hampir) setiap hari menikmati jalur gaza, gang senggol, lunch, brunch,somay, bakso malang, warung mas bro, setiabudi, pinot daaannn invist :D

Receptionist area, tempat untuk janjian makan siang, ambil duit, dan foto-foto

Gang Senggol, uhuyyyy.....memori antara dua orang yg tertangkap kamera

Jalur Gaza
The Waroeng's Menu  ^^

Muntingia Calabura Session

Add caption

The Roads



The feelings, sadness, happiness, stressed out, overwhelmed,are highly attached to these places. But, once we feel familiar to these places, it will trap the hearts into a deep feeling of understanding, acceptance, and being grateful to have a new big family there.

Saturday, June 30, 2012

A good friend

1:34:00 AM 3 Comments
Ngga ada patokan kriteria yang pasti tentang kategori seseorang bisa dijadikan teman.

Kadang, kita nggak nyangka juga akhirnya kita bisa berteman dengan beberapa orang yang dulunya menurut kita masuk kategori "sulit", eeeeehhhh, sekarang nempel, tapiiii, yang dulunya kita pikir bakal berteman sejati sehidup semati, ternyata harus buyar jadi teman biasa.

Saya sih biasanya bisa berteman sama siapa aja, to be my friend is just as simple as you eat your breakfast. Even though, and honestly, sometimes I keep widening the gulf to someone who ever hurt me badly.  Not necessary to discuss this part ya....but intinya, rasanya saya bisa berteman sama sapa aja, tapi memang hanya beberapa yg spesial :D, dan biasanya teman-teman spesial ini kebanyakan kalo dilihat2 adalah orang2 yang very easy going, dalam artian mereka juga banyak teman, bukan cuman saya hahahhahah,mereka adalah orang2 yang bisa negur saya kalo saya bikin salah, tapi lain waktu adalah orang2 yang paling bisa kasih suplay energi dan semangat buat saya. It means, bukan berarti kami gak pernah berantem ya.....sering dooong, hahahhahah
tapi setelah itu akan cepat baikan karena kami sadar, semua friksi itu ada karena kami care satu sama lain, biasalah....
kita justru akan paling banyak berharap dari orang-orang yang kita sayangi, iya gak?

Harus saya akui, teman-teman saya banyak yang pemarah xixiixixixixi,
tipe orang-orang yang akan dengan mudah naik pitam, tapiiiiiii saya suka ketulusan mereka, just say 'no' if you don't want it, or say 'yes' if you like it very much, easy right? tapi catet: in a good way ya!!
Tulus itulah yang selalu bikin saya nyaman sama mereka, we have nothing to hide, dan saya punya temen yang dengan terbuka akan bilang: "aku ngambek lhoooooo"
dan yang lain akan bilang kata: "maaaaaaaaf..."
kalo dipikir-pikir saya beruntung ketemu dengan orang2 jenis ini, tipe-tipe jujur dan asertif alias terbuka dengan perbedaan.
Dan satu yang saya kadang salut, orang-orang ini bisa belajar untuk menghargai orang lain, seberapapun mereka gak suka sama orang itu hehehehhheh.......
Marah siiiih kalo ada yang menyinggung hati, tapi kemudian kita akan sampai dititik pemikiran: oh okey, mungkin dia nggak hepi dengan hidupnya jadi dia bertingkah menyebalkan seperti itu, can you see that mind? simple tapi dalam....bahkan banyak orang yang ngaku pintar tapi nggak bisa berpikir seperti itu hanya karena ego yang menutupi hati...

Please...pikirkan bahwa setiap orang bisa berubah, memang sih, faktanya kita nggak akan bisa dekat dengan semua orang, tapi bukan berarti kita juga harus selalu mendiskreditkan orang lain hanya karena kita nggak suka, atau nggak mau berbagi hanya karena alasan dia bukan geng kita,
it is fastest way of thinking to be childish.

Ahhhh, akhirnya tulisan ini kelar juga, setelah tersimpan satu bulan di kategori draft...
dedicated to all my friends,I love you guys...

Saturday, May 19, 2012

:((

5:26:00 PM 5 Comments
'ibuuuuuuuu, aku sedih kalo ibu jauh-jauh dari aku'
'ibu juga sedih jauh-jauh dari Fawwaz, tapi kalau ibu nggak pulang sekarang, ibu bakal dicari miss Maureen'
'trus?'
'ibu kan harus les bahasa inggris kayak Fawwaz biar pinter'

Duuuh, sedihnya. Episode perpisahan paling berat setelah hampir 2 bulan jauh dari si ganteng anak saya. Bulan kemaren kayaknya dia belum sadar betul arti kata-kata 'jauh-jauhan sebentar' seperti yang selalu saya bilang sama dia, sebulan pertama saya kan masih sempat sebulan 1-2 kali nengokin dia walau itu berarti 2-3 hari kerja izin dari kantor, hehehhehe, karena jadwal PDT belum mulai. Naaah, sekarang, barulah setelah kursus dimulai, saya gak bisa ketemu si ganteng sesuka hati. Jadwal kursus yang padet dan menuntut absensi minimal 90% dan pe-er yang bejibun bener-bener bikin nggak bisa bergerak banyak. Eniwei, tapi juga harus diakui PDT ini sangat membantu menyiapkan mental sebelum bener-bener menjalani real life, juggling position between being a student, wife and mother. Setidaknya, setidaknya jadi lebih sadar tentang apa yang bakal terjadi sama diri sendiri untuk 2 tahun ke depan.

percakapan diatas ditutup pake acara nangis dan peluk-pelukan antara saya dan si ganteng. wooooh, padahal tadinya sudah bertekad tidak boleh nangis di depan doi, apadaya, karena dia sesenggukan meluk saya, jadi ambrol juga bentengnya, hehehehhe *malu*
Untungnya last minutes, dia bisa dialihkan ke acara nggambar pake cat air malam-malam, dan saya yakinkan supaya dia tetep hepi sementara stay sama uti, karena kalau Fawwaz sedih pasti ibu juga sedih. lucunya, awalnya dia kekeuh kalo dia sedih, dan ibu senang. saya bilang 'nggak'.
'kenapa??, kan kalo aku sedih, ibu senang di Bogor'
'nggak dong mas, kalo Fawwaz sedih ibu juga pasti sedih'
'kenapa?'
'karena ibu itu ibunya Fawwaz, jadi kalo Fawwaz sedih, ibu pasti juga sedih. Orang lain mungkin nggak tau fawwaz sedih, tapi ibu pasti tau dong'
'masa?'
'iya, percaya sama ibu kan?'
'iyah'


Abis itu semua jadi membaik, syukurlah, soalnya bener-bener nggak bisa ninggaliin anak kalo dia nangis, paling gak tega saya. Kasian sih, anak belum 5 tahun begitu 'dipaksa' belajar secuil tentang hidup yang nggak selamanya seperti yang kita mau. SAya cuman bisa bergantung sepenuhnya sama Allah semoga keputusan dan pelajaran besar ini berdampak baik buat kami semua, dan semoga kalau dia besar nanti dia bisa mengerti keputusan ayah dan ibunya menempatkan kami semua di posisi sulit kayak sekarang. soalnya saya sadar, saya mungkin nggak bisa melimpahkan banyak materi untuk putra saya, semua yang bisa saya beri adalah pemahaman, ilmu, agama, dan pengalaman yang saya harap bisa menjadikan dia jauh lebih baik daripada orang tuanya kelak. Mungkin situasi saat ini benar-benar nggak mudah buat dia, begitu juga nanti saat dia harus ikut ayah ibunya merantau ke negeri seberang, tapi harapan saya, itu akan jadi pengalaman hidup yang sangat berharga buat dia. Yahhhh, syukur-syukur kalo lidahnya jadi familiar sama bahasa enggres, paling enggak kalo suatu saat nanti dia dapet scholar ke luar negeri gak perlu 'dikursusin' 6 bulan dulu kayak ibunya hehehehehhehe.....

okelah, sudah cukup cerita saya pagi ini, kayaknya bentar lagi bakal dipanggil mbak-mbak pramugari biar cepet-cepet boarding......
hopefully, dua-tiga jam lagi saya udah bisa nyampe (lagi) ke jakarta.
seeeeyaaaa





Saturday, May 5, 2012

First week

8:34:00 AM 0 Comments
Seminggu sudah ADS Pre Departure Training-nya dimulai. Seneng sih, soalnya jadi keluar dari rutinitas kantor yang begitu-begitu aja dan ketemu sama orang-orang baru :D.
Yang paling kerasa berubah adalah bagian telapak kaki, kok kayaknya semua sepatu jadi menyempit, intinya kaki jadi makin gede karena dipaksa berdiri minimal 2 jam sehari di kereta. ow yaaa, gapapalah, jadi ada alasan buat beli sepatu baru.

Hari pertama, acaranya keliling-keliling tempat kursus, ketemu, kenalan sama orang-orang baru plus kenalan beberapa teachers buat 6 bulan ke depan.
Nyari-nyari tempat makan, tempat sholat, membiasakan diri di minum kopi dan teh gratis di Common Room, sambil berusaha setengah mati ngingetin nama temen-temen yang baru (kecuali si Andri), bukannya apa, saya tuh sering lupa nama orang, lebih gampang buat inget wajah daripada nama. Tapi nggak lucu kan kalo manggil semua temen baru dengan kata 'kamu' heheh....
Hari kedua langsung disuruh bikin esay, ditungguin pula. Hahaahhaha, pas dikoreksi, tentu aja hasilnya belum beranjak dari hasil test IELTS yang terakhir, banyak banget coretan Maureen di work sheet saya, Mulai grammar, noun sampai coret-coret karena pakai bahasa slang dan indoglish. Kok bisa ya saya pake bahasa slang buat tulisan yang nyata-nyata sifatnya ilmiah, kekekekk macem hilang ingatan gitu pas nulis, ato gara-gara panik jadinya nggak sadar kalo nulis slang hehehehehhe.
eh omong-omong istilah indoglish itu lucu juga, entah darimana teacher Maureen dapet istilah itu, intinya itu bahasa indonesia yang di translate ke inggris dengan grammar ala indonesia  :D. Hohoho, high level mistakes katanya.
Hari ketiga, ada initial briefing dari pihak ADS, lumayan membantu, walo masih banyak bingungnya buat saya, terutama tentang placement dan kalo bawa keluarga. Kayaknya kudu konsultasi lebih privat kalo mau nanya masalah ini.
Hari keempat, terbirit-birit ngejar kereta pagi biar on time di kelas cross  culture jam 7 pagi, kelihatannya ini bakal jadi pelajaran favorit saya :D. Nggak boleh nyatet, isinya ngobrol sama orang-orang dan dengerin teachernya ndongeng tentang negeri kanguru dan seluruh isinya, sapa yang gak suka coba??
Hari kelima, saya kursus setengah hari, dan sisanya dipake buat nonton film "dewasa" di auditorium, tema filmya juga pasti gak jauh-jauh dari Australia-lah.
The movie has a text, but it was written in english, hahahhaha, so sama aja dah.... :D

Anyway, itu cerita tentang materi kursusnya. Lebih seru lagi pas denger cerita dari temen-temen sekelas. Entah itu tentang sekolah, anak, keluarga, sekolah atau liku-liku hidup mereka. Waaah, kayaknya saya cuman secuil kalo dibandingin sama orang-orang itu.
Pengen sih nulis materi kursusnya di blog ini, Tapi takut menyalahi aturan tempat belajar saya, ato dibikin rangkuman aja kali ya....nggak tau deh, lets see, apakah saya cukup rajin untuk bikin ulasan akademik macam begitu.
lihat nanti laaah....tergantung demand (hahahah pede jeder)
see yaaaaaa
;*

Saturday, April 28, 2012

Resensi Novel: Vanishing Acts (Jodi Picoult)

7:50:00 AM 0 Comments
NOvel
Judul                    : Vanishing Acts
Pengarang           : Jodi Picoult
Genre                   : Drama
Penerbit               : Gramedia Pustaka
Jumlah halaman  : 528 halaman
Harga                  : Rp 55.000 (tapi gara-gara diskon , saya beli cuman 15ribu)
(kategori 4 bintang ahhh)****


Novel ini ditulis dengan alur flash back oleh si pengarang. Walau begitu cukup mudah untuk menarik benang merah dari potongan-potongan kisah masa lalu itu karena si pengarang cukup lihai untuk menulis ulang kejadian yang sama dari berbagai sudut pandang dan pemikiran tiap-tiap tokoh tanpa kita perlu merasa bosan untuk membaca novel drama ini.

Kisahnya diawali oleh sosok perempuan yang kelihatannya punya kehidupan yang nyaris sempurna, yaitu Delia. Punya seorang putri cantik dan ayah yang sangat penyayang, teman-teman dan pekerjaan yang sempurna untuk hidupnya. Dan dengan tiba-tiba kehidupan indahnya harus berbalik seratus delapan puluh derajat hanya karena sepotong ingatan masa lalunya yang ternyata membuka rahasia besar tentang dirinya sendiri. Cuman karena dia bermimpi tentang pohon limau yang ditanam di belakang rumahnya yang lalu berbuntut pada penangkapan ayah kandung Delia atas kasus penculikan seorang gadis kecil 28 tahun silam.

Cerita asmara Delia sendiri pun akhirnya terkena imbas. Yang semula cukup mantap untuk menikah dengan seorang teman masa kecil yang juga adalah ayah dari putri tunggal Delia, hingga akhirnya semua impian indah tentang keluarga mungil  yang hangat dan bahagia hanya jadi impian semata. Hehehhe, disinilah rumitnya cerita ini, bagaimana ajaibnya sepotong mimpi yang akhirnya merubah hidup manusia-manusia yang terlibat di dalamnya.

Justru bagian yang paling menarik buat saya sih bukan sesi romantis dari novel ini. Yang kayaknya sudah banyak bertebaran di toko-toko buku novel-novel romatis yang bisa lebih menyentuh dari pada novel ini, dan si pengarang sepertinya sadar betul tentang hal itu. Tapi justru itulah, Si mbak Jodi Picoult (sok dekat heeheh) ini banyak mengungkap fakta, dan entah kenapa menurut saya aroma 'berpikir rasional' sangat kental di setiap bagian novel. Mulai dari pekerjaan masing-masing karakter, cara tiap tokoh berperan, bahkan saat menuliskan bagian-bagian yang menyangkut perasaan pun sangat rasional. Kita bisa nemuin tentang rumus kimia, istilah medis, kehidupan penjara, kenal sedikit istilah dalam sistem peradilan, sampai detail hidup etnis gypsi.
Saya sih suka aja.....jadi kalau berharap menemukan kisah tentang gadis yang terobsesi cinta sampai melakukan tindakan-tindakan yang enggak banget misal kayak mengemis cinta atau berharap menemukan kata-kata puitis penuh roman untuk yang terkasih, sebaiknya anda nggak beli buku ini. Soalnya pasti kecewa.
hehehehhe.

So far saya puas baca buku ini,
Ada beberapa hal yang saya setujui dari novel ini, misalnya seperti kalimat yang saya kutip ini:
" sering orang mengira bahwa anak-anak adalah milik para orang tua. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, anak-anaklah yang memiliki orang tua mereka"
hehehhehe,
betul dan 'dalem' banget. :D

Wednesday, April 18, 2012

Yang paling nggak efektif

10:39:00 PM 0 Comments

Dua-tiga minggu ini kayaknya adalah hari-hari paling nggak efektif seumur hidup saya, peribahasanya macam : Hidup segan, mati pun tak mau.
Bukan saya bosen hidup siih, tapi merasakan bosan yang amat sangat dikantor. Apalah itu namanya ya...mau kerja serba nanggung. Akibatnya rasa bosen tingkat kelurahan ini kebawa-bawa sampe kerumah.
Di rumah saya tetep sih lebih rajin ketimbang dikantor siih, secara nggak ada ART, semua dikerjain sendiri. Tapi, kalo dibanding dulu, saya bisa dibilang males.





(Ps: gambarnya diambil dari gugel, jadi geli, inilah ibu-ibu yang kudu tetep ngantor dan mbak-nya si kecil nggak masuk kerja *pengalaman pribadi*, berapa banyak perempuan yang seperti ini ya???)

Kalo inget-inget hidup dan kegiatan saya pas di rumah imut-imut saya lengkap 3 orang, Ajib bener saya waktu itu ya?
BAyangkan, saya kerja full time (memang sering dateng telat siih, kekekkekek, kalo saya dateng pagi itu artinya pasti ada acara atau sesi yang penting dikantor), saya nggak punya ART, selesai sekolah fawwaz langsung dititipin di daycare dan dijemput jam 4-5 sore, jadi praktis semua pekerjaan rumah tangga yang nggak pernah selesai itu saya handle sendiri, belum lagi urusan Online shop saya, mulai dari reply inbox, foto2 produk, upload, edit, sampe packing semua ditangani sendiri, saya juga hampir selalu masak buat suami dan si ganteng anak saya.

Laaah sekarang,
saya cuma berdua sama suami, anak sama utinya dikampung, kerjaan kantor lagi longgar, online shop juga lagi vakum untuk sementara waktu, tapi justru saya lebih males ketimbang yang dulu-dulu.
Menyedihkan ya? hehehehheheh *malu*

Moral of the story: males itu bukan perkara anda punya kerjaan atau nggak, tapi memang anda MAU ngerjain atau enggak.

Dan ternyata keberadaan seorang anak, biarpun bikin ibu-ibu jadi rempong, kenyataannya bisa jadi semacam sumber energi buat si ibu supaya bisa bertahan di tengah 'badai', entah itu badai pekerjaan, finansial dan 'badai-badai' yang lainnya, termasuk bertahan di rumah yang berantakan hehehhehehe.
Lihatlah saya sekarang, dikantor bosen, dirumah bengong, atau nonton tivi doang, beberes cepet capek, nggak produktif deeeh, imbasnya adalah merosotnya transaksi di buku tabungan saya hehhheehehhe, padahal ini adalah waktu yang tepat buat memulai lagi yang namanya strategi bisnislah, belajarlah, bikin paperlah, atau bikin cerpenlah atau apalah lagi yang lain yang bikin hidup saya nggak kayak pengangguran terselubung macem gini.
Akhirnya saya membuat 3 minggu saya dengan hasil yang kurang maksimal.

Pembelaan; Saya masih dalam masa transisi jadi perlu lebih banyak waktu untuk recovery hati dan perasaan saya.
Okeh, diterima, tapi semoga saya bisa lekas normal lagi dalam waktu yang nggak terlalu lama. (Amiiiiiin). Supaya saya bisa se-produktif atau bahkan lebih baik dari yang kemarin-kemarin, Anggap saja ini rapelan me-time time saya dari tahun-tahun belakangan dimana saya sering merasa saking sibuknya sampe nggak sempat ngurus diri saya sendiri. :D

Yuk mari kumpulkan semangat
Cemungudh eeeaaaaaa
*4l4y*

Monday, April 9, 2012

Lesson, part 1*Psychological Abuse*

11:56:00 PM 0 Comments

Sepulang ayah melepas kangen sama si ganteng kemarin.
Pertanyaan pertama saya buat ayah adalah " Ayaah, gimana Fawwaz? Sehat?Senang?"
Seperti biasa, si ayah mengangguk lalu mulai cerita lumayan detail kejadian-kejadian selama nengokin si ganteng di Jember.
Sampai akhirnya sampai pada kesimpulan, bahwa si ganteng betah di kampung sama Utinya .
Alhamdulillah......
Tapi lalu ada tambahan "Perasaan ayah campur aduk"
Pastinya. Melihat putra tersayang betah sama eyang putrinya sudah membuat saya dan suami bersyukur, dalam artian dia menikmati hidup barunya di kampung, dan bahagia. Tapi yang jelas itu bukan hal yang mudah untuk orang tuanya, jauh dari anak dengan terpaksa bisa sangat menyiksa ya ternyata.

Akhir-akhir ini saking banyaknya waktu untuk ngobrol berdua, saya banyak membicarakan tentang anak-anak dan pola asuh.
Mau nggak mau, saya dan suami harus kembali melihat ke belakang, mereview ulang, dan harus bisa menarik benang merah tentang pola asuh. Satu yang menjadi catatan saya.
Setelah masa transisi dari Bogor ke Jember, saya bisa melihat Fawwaz menemukan dirinya lagi. Dia kelihatan lebih happy, pede, dan lebih bersahabat.
Padahal pola yang saya terapkan masih sama, nggak ada yang dirubah. Pada prinsipnya setiap kebaikan atau kesalahan yang diperbuat pasti akan ada imbalan reward atau punishment. Itu saja, selain saya juga menanamkan tentang prinsip bersikap baik, menghargai orang lain, dan bersabar. Semua langsung praktek dalam hidup sehari-hari seperti disiplin tidur siang, makan dengan baik, berkata sopan sampai menghargai orang lain dengan sabar mengantri giliran pas belanja di tukang sayur.
Tapi kok, pas di Cibinong (Bogor) saya agak kesulitan ya? Semua harus berulang-ulang saya ingatkan, waktu itu sih saya pikir karena dia masih kecil jadi belum terekam baik apa yang saya ajarkan, tapi masa iya semua bisa berubah dalam hitungan hari?
Peraturan kan masih sama, cuman beda tempat. Dulu di Cibinong, sekarang di Jember.

Saya baru dapat titik terang perbedaannya pas lagi ngobrol nggak juntrung sama Fawwaz, dari mulai membahas masalah guru baru nya yang dikeluhkan Fawwaz cuman gara-gara selalu salah nulis namanya:
FAWWAZ -------------> VAWAS (versi parah)
FAWAS (nggak terlalu parah)
FAWWAS (kesalahan paling normal)
sampai kepala sekolah harus melongok Akte kelahirannya dan mensosialisasikan cara menulis "fawwaz" yang baik dan benar.
Sampai akhirnya sampai pada obrolan tentang bahwa untuk sementara waktu Fawwaz akan berada di Jember sama Uti, untuk sementara jauh dari ayah dan ibu sebelum nantinya akan merantau ke negeri seberang bersama-sama. Supaya nggak terlalu sedih, saya mengatakan:
"kita beli mobil yaa....." (tentu aja setelah ayah dan ibunya punya SIM untuk mobil, kalo beli sekarang sapa yang mo nyetir??)
Ujuk-ujuk Fawwaz bilang:
"siapa yang pengen mobil? aku cuman pengen maen salju sama ayah ibu.....yang selalu sombong-sombongin mobil itu kan si XXX" plus muka cemberutnya yang bikin makin gemes :D
Kaget dong saya, seinget saya, pas di bogor, si ganteng selalu bilang kalo dia pengen punya mobil kayak punya si XXX. Nah, mengertilah saya sekarang, kalo hampir semua sikap tidak kooperatifnya adalah karena hasutan, atau doktrin atau apalah namanya yang bikin Fawwaz jadi aneh dan rewel.
Pantes aja, dulu, kalau dia mulai bertingkah dan saya ingatkan:
"mas Fawwaz, jangan begitu dooooong, kan nggak baik....."
dia akan selalu me-reply:
"Tapi kok si XXX boleh begitu? trus, mamanya diem aja?"
Kok saya dari dulu nggak 'ngeh' ya.....begitu besarnya pengaruh teman untuk psikologis anak. Dulu saya super duper yakin dan pede dengan pola asuh saya, maksudnya, separah apapun lingkungan luar mendera, tapi dengan kasih sayang dan perhatian yang cukup, anak-anak kita tetap akan selamat dari "paparan buruk".
Tapiiiiii, ternyata, lingkungan tetap punya pengaruh besar, dan saya lupa kalau si ganteng masih belum cukup umur untuk mengkonter pengaruh buruk lingkungannya.
Gambaran lengkapnya: anak usia 4-5 tahun adalah masa-masa mereka akan punya banyak teman-teman baru. Disatu sisi, sebagai ibu, saya maunya anak saya juga mulai belajar tentang bagaimana cara memelihara pertemanan yang baik. Harapannya dia akan pede (kayak ibunya ^_^), punya empati yang baik, dan bisa menempatkan diri. Sebenernya sih saya sudah mulai memberi apa ya namanya....semacam "wacana" buat si ganteng gimana caranya berosialisasi termasuk di dalamnya bagaimana 'memilih' teman. Mungkin terkesan pilih-pilih, tapi itu juga saya berlakukan setelah mengamati beberapa temannya dan berkesimpulan kalau beberapa dari mereka masuk kategori keterlaluan.
Keterlaluan dalam hal sangat agresif hingga punya kecenderungan memukul, dan juga berkata-kata yang enggak banget didengar kuping.
Tapi rupanya salah satu dari anak 'black list' ini bisa-bisanya jadi kayak idola buat anak saya. (-_-")
Alasannya, semua keinginan si anak ini selalu di amini sama ortunya, kelihatan dengan gampang di hidup sehari-harinya, mengolok-olok orang dibiarin, mukul anak orang dibiarin, jajan mainan saban hari okeh, sampai ngelempar batu ke temennya pun ortunya diem aja, padahal jelas-jelas kejadiannya di depan mata mereka, owww, hampir selalu dapet semua yg dia mau ini sepertinya menimbulkan 'kekaguman' si ganteng sama anak ini, padahal jelas itu bukan aturan di rumah saya.
Untuk hal ini, saya tegaskan sama anak saya dari kecil, saya bilang itu bukan perilaku yang baik, dan untungnya anak saya sedikit-demi-sedikit mulai paham bahwa rules setiap rumah mungkin berbeda.
Tapi saya lupa bahwa interaksi si ganteng dan si XXX ini sangat intens di sekolah dan penitipan anak. Saat main dirumah, sering saya dengar si XXX ini bilang:
" Ahhhhh, punya Fawwaz nggak bagus nih, bagusan juga punya aku" atau
" Sepeda motor Fawwaz butut ahhh, beli kayak motor aku donggg, kereeen" sampai
" Fawwaz, lihat nih, aku punya baju batik baru"
naaaaah, kalau dirumah, saya akan selalu bilang:
" nggak boleh begitu kalo maen dirumah tante, kalo kamu nakal, kamu pulang aja, nggak usah maen sama fawwaz!" hahahahahahh... ciut lah dia , saya sebenernya kesian, tapi saya juga nggak mau anak saya jadi korban Mental/ Psychological Abuse anak depan rumah yang gak tau diri inih.
Kalo ngintip definisi mental abuse via Wikipedia, ini dia satu kalimat yang saya kutip:
is a form of abuse characterized by a person subjecting or exposing another to behavior that may result in psychological trauma, including anxiety, chronic depression, or post-traumatic stress disorder.
dan anak saya kelihatannya memperlihatkan salah satu ciri-ciri 'result'nya, mungkin lain waktu akan saya bahas dengan judul yang lain.

pernah juga soal baju batiknya yang baru, saking keselnya saya reflek bilang:
" Fawwaz punya baju batik baru 5 biji, baru dikirim sama utinya dari Jember, kalo kamu nggak percaya sini tante tunjukin di lemari Fawwaz!" spontan dia langsung kabur dari rumah saya, hahahah, lagian penting banget pagi-pagi buta masuk rumah orang pamer baju. Saat itu juga si Fawwaz dan saya ketawa bareng-bareng, dan nggak lupa saya sisipkan "moral of the day" hari itu: Tidak boleh sombong sama orang lain kalo punya sesuatu, ucapkan syukur Alhamdulillah aja banyak-banyak. :D
Mungkin saya memang bisa menangkal 'siksaan mental' dari anak itu selama dirumah, tapi rupanya tidak disekolah. Karena saya melihat si ganteng mulai sedikit nggak pede dengan apa yang dia bisa, contohnya sederhananya, dia mulai bilang:
"ibu, aku nggak bisa gambar mobil bagus kayak si XXX"
kaget lah saya :
"Siapa bilang gambar dia lebih bagus??, ibu lebih suka punya Fawwaz karena lebih rapi warnanya" sambil saya peluk dan cium dia.
Tapi rupanya, hal sepele perbedaan mana yang boleh dan tidak versi saya dan XXX ini bikin anak saya bingung dan dilema. Kelihatannya, anak saya belum cukup baik bisa mengabaikan kata-kata "punya fawwaz nggak bagus, aku lebih bagus" dari teman depan rumahnya. Masuk akal juga siih , kalo cuman sekali dua kali saya yakin anak saya bisa bertingkah cuek, tapi kalo diucapkan hampir setiap kali mereka berinteraksi, bisa kayak mantra yang nempel dikepala. Akibatnya udah jelas, pedenya tergerus, makanya saya bersyukur banget untuk sementara saya bisa 'menjauhkan' anak saya dari mental abuse macam ini. Meski itu berarti jauh juga dari saya untuk sementara waktu.
Dan melihat anak saya kembali lagi percaya diri seperti 2-3 tahun pertamanya adalah hal yang selalu membuat saya bersyukur selalu.

Menyadari itu semua, bikin saya otomatis bersyukur.
Belum terlambat untuk lebih selektif soal teman dan menanamkan prinsip supaya lebih "aware" tentang pertemanan ini untuk anak saya.
Setidaknya makin bertambah pelajaran yang bisa dipetik dengan kejadian senang dan sedih secara beruntun untuk keluarga kecil saya bulan-bulan belakangan ini :D
Anyway, sekali lagi, terima kasih ya Allah...
sudah 'jewer kuping' saya sekali lagi, saya jadi punya pelajaran yang berharga banget buat keluarga kecil saya....
Amiin.




Shawl ^^

12:33:00 AM 0 Comments
Inilah akibatnya kalo sendirian di rumah 4 hari lima malam, jadi super bingung mau ngapain.Si Ayah lagi nengokin Si ganteng tercinta di rumah utinya.

Hari pertama, saya masih ngantor. Jadi masih nggak terlalu berasa sepinya.
Hari kedua, udah libur, memutuskan untuk beres-beresin halaman, pas siang mulai bosen ngurusin halaman, akhirnya memutuskan baca novel yang udah seminggu dibaca dan nggak kelar-kelar. -_-!
Hari ketiga, dengan tekad bulat menembus gerimis untuk pergi jalan-jalan.

dan , taraaaaaa, pas jalan-jalan ketemu konter kerudung yang lagi ngadain sale, sampe 50% intip-intip dan intip akhirnya mantap untuk ambil dua warna favorit, krem sama merah tua, biarpun sebenernya belum yakin bisa make shawl yang saya beli, bonek aja lahhh, toh bisa liat-liat di youtube tutorialnya, hihihi
Murah banget kemaren belanjaan saya, untuk 2 shawl dan satu inner baju warna kulit cukup ngeluarin kocek 82ribu rupiah, dan dengan kualitas barang yang yang bagus, mereknya H*ssa, sebelumnya belum pernah tau merek ini siih, tapi karena diskonnya bikin gregetan, akhirnya beli juga,

Ini dia poto saya setelah hampir satu jam mantengin you tube, dan ngubetin shawl di kepala sampe agak puyeng dikit
jangan diketawain ya....belum rapi banget...tapi lumayan lahhhhh :D

Shawl merah tua ini ukurannya lebih lebar dan ringan dari pada yang warna krem, harga 68ribu(sebelum diskon) udah dapet sama inner shawl dengan warna senada lhooo ^^Nah, ini yang warna krem, bahannya lebih jatuh dan berat, tapi tetep nyaman karena adem banget, dan kali ini makenya lebih simpel dari pada yang warna merah, soalnya udah capek poto-poto :D

foto close up ahhhh, biar lipstik pink-nya keliatan hehehhehe :D

Monday, April 2, 2012

My everything

8:45:00 PM 0 Comments
You’re My First, My Last, My Everything


The first, the last, my everything
And the answer to all my dreams
You're my sun, my moon, my guiding star
My kind of wonderful, that's what you are
I know there's only, only one like you
There's no way they could have made two
You're all I'm living for
Your love I'll keep for evermore
You're the first, your the last, my everything

And with you I've found so many things
A love so new only you could bring
Can't you see it's you
You make me feel this way
You're like a fresh morning dew on a brand new day
I see so many ways that I
Can love you till the day I die
You're my reality, yet I'm lost in a-a-a a dream
You're the first, the last, my everything

I know there's only, only one like you
There's no way they could have made two
Girl you're my reality
But I'm lost in a-a-a a dream
You're the first, you're the last, my everything

Lyric of You’re My First, My Last, My Everything
Singer: Barry White

Sedang Suka sama lagu ini, secara dulu si ganteng suka nyanyi lagu ini dengan pede abis, walau kayaknya doi nggak tahu detail arti lagunya, cuman menangkap pesan cinta ibu-anak di iklan tivi dan langsung ikut-ikutan peluk-peluk saya sambil nyanyiin lagu ini hihihihi.......


Love you Son,
So sorry for leaving you now
but it just a point in time we will remember someday
unforgettable moments to tell with laugh and love between us later
-mom&dad-


Sunday, March 25, 2012

Me Time dan secangkir kopi

4:58:00 AM 0 Comments
Sejak nambah profesi jadi ibu, banyak kebiasaan saya yang berubah, berbalik arah atau apalah lagi namanya yang mengindikasikan kalau profesi ibu memang bisa merubah apa saja.

Yang paling mudah dicermati, dengan obyek saya sendiri, adalah bentuk "me Time" saya.
Dulu, "me Time" bisa di-arrange dengan gampangnya, paling-paling yang agak ribet menyusun waktu supaya bisa keluar bareng sama teman. Itupun kalau kita memang berencana menghabiskan saat-saat rileks ini berbarengan dan berbanyak orang. kalaupun sendirian tinggal pake sendal kapanpun kita mau dan langsung cabut pergi sesuka hati. Ndak perlu mikir yang dirumah makan apa, beberes yang belum selesai ataupun duit di ATM yang tinggal beberapa, pokoknya yang penting bisa menepis rasa galau :D.

Dan Kebetulan sekali, saya suka dandan, dari jaman dulu, sekarang juga sih, cuman sering gak sempet dandan. Jadinya, pernak-pernik untuk nglenong dan proses nempelin sesuatu di wajah ini salah satu bentuk "Me Time" sayahhhh. heheheehehh. Belum lagi hobi saya ngoleksi perangkat make-up, hihihi. Makanya dulu saya punya beberapa warna lipstik, lipbalm, blush on, maskara,beberapa warna dan tipe foundation, sekaligus beberapa perangkat perawatan yang lain, ini hobi lho ya......jadi berburu perlengkapannya pun masih dengan sukacita meski lumayan merogoh kocek :D)



tapi sekaraaaaang...coba intip kantong kosmetik saya.....masih ada make up (dan saya bersyukur untuk itu ) tapi ala kadarnya. Yang wajib ada aja, pelembab supaya kulit ngga kering keriput, tabir surya supaya ngga terbakar, bedak tabur biar ngga keliatan kayak ladang minyak, dodora (yang ini koleksi baru saya, lumayan mengatasi muka pucat saat males pake lipstik) dan satu warna lipstik yang netral. satu warna blush on, eye liner, ternyata masih banyak juga ya? malah nambah minyak kayu putih hehehehhe, dasar emak-emak, sekarang sih malah lebih baek ketinggalan bedak daripada ketinggalan minyak kayu putih :D. Reduksinya jelas keliatan di jumlah per item, kalo dulu minimal ada dua untuk satu kategori alat rias, sekarang cukup satu, malah belakangan ini men-delete beberapa item, seperti pelentik bulu mata, maskara dan masker.
Sekarang ini, pake bedak adalah acara wajib, bukan hobi.
Saya punya acara "Me time" baru, yang jelas murah meriah, bisa di kerjain berdua sama si ayah, sama temen temen, atau pun sendirian juga sama sekali ngga ada masalah. Me time baru saya adalah: Minum segelas KoPi. Catet: bukan kopi dangdut lah ya......

Tapi ini bener-bener kopi. Hebat bener nih si kopi bisa melesat popularitasnya, karena hampir selalu nongkrong di top ten daftar belanjaan. Paling suka cappuchino, saya dan suami punya merek favorit, ndak berani sebut merek,.... takut dikira iklan and menyinggung produsen kopi laennya. Pernah juga nyobain beberapa merek kopi, akhirnya tetep kembali juga ke selera asal.
Sering juga saya ngopi dengan keadaan kalut, capek dan kesal. Tapi entah kenapa secangkir kopi bikinan sendiri selalu bisa mengobati hati. Allah baek sekali ya.....karena sudah menciptakan yang namanya biji kopi, dan karena dengan dua-tiga teguk pertama aja, saya sudah bisa sedikit rileks. Jadi kayaknya tingkat stress itu punya pengaruh signifikan ke jumlah intake segelas kopi, meski saya tetap berusaha untuk cuman minum segelas aja setiap harinya, karena masih punya akal sehat untuk lebih banyak minum air putih.
Tapi pernah juga, sampai minum 3 gelas kopi dalam sehari. Yang pertama, adalah hari-hari saya mau ujian ielts. Pembelaan saya: gelas pertama adalah untuk menghilangkan kaget. Gelas kedua adalah untuk memompa lagi semangat dan ke-PD-an saya yang waktu itu sempat nyungsep entah kemana. Gelas ke-tiga adalah supaya tetep bisa melek dan bisa belajar walau mata udah ngajak merem. Moment kedua adalah saat si anak sholeh saya patah tulang, yang ini jelas semata-mata supaya mata saya bisa melek doang, heheheheh
Masih menyisakan sedih kalo inget cerita patah itu, tapi syukurlaaah insyaAllah ada banyak pelajaran berharga di balik semua itu kalau kita ikhlas untuk garis takdir Allah.
Kembali ngobrol tentang secangkir kopi yang paling nikmat saat hangat, sering saya nikmati bareng sekotak biskuit coklat, atau roti, sambil banyak merenung tentang hidup saya. Menentukan do and don'ts untuk diri sendiri, atau sambil baca novel yang sempat dan sering terbengkalai dibaca kisah lanjutnya. Sering sekali saya dapet ide brillian saat ngopi, atau tiba-tiba menyadari betapa beruntungnya keluarga kecil kami dengan karunia tak ternilai, anak yang sholeh, nikmat sehat, rejeki, hati yang lapang, bahkan belajar 'menikmati' secuil masalah dari secangkir kopi, karena setidaknya kalau kita menangis membuktikan kita masih hidup dan punya hati.
sambil meminum kopi Sering juga, saya memutar ulang lagi obrolan-obrolan ringan dengan sahabat-sahabat saya, obrolan tentang anak-anak yang susah makan, atau merajuk, sampai berbagi resep-resep masakan. Saya pikir saya beruntung punya teman-teman yang bisa disebut sahabat, orang yang selalu bisa diandalkan untuk berbagi sejenak tentang rumitnya hidup.
Hmmmm, secangkir kopi ternyata bisa membuat hidup saya lebih hidup karena saya lebih memaknai dan mensyukuri semuanya.
dan harus diingat, ini bukan kampanye minum kopi massal, ini cuman cerita saya tentang segelas kopi, itu aja kok :D

Selamat ngopiiiiiiii ^^

Saturday, March 17, 2012

mimpi

11:01:00 PM 0 Comments
Kalo mau nerusin baca yang dibawah ini jangan terpancing sama judulnya diatas. Soalnya judulnya agak "nggak pas" hehhehe...tapi karena sementara yang muncul cuman judul mimpi, saya comot ajah daripada jadi cerita tanpa judul :D

Duluuuuuu sekali, jaman saya masih gadis, kurleb 5-6 tahun lalu, saya punya impian hengkang dari Indonesia. Bukan saya ngga cinta mati sama Indonesia, tapi saya cuman pengen melihat dunia *pinjam istilah para traveller*. Dan saya emang nafsu banget pengen kul S2 di mancanegara. Waktu itu berhubung masih gadis, saya maunya begitu lulus S1 bonek aja lah, ndaftar beasiswa kemana aja, biarpun duitnya mepet, toh saya bisa kerja xiixixiixi.
Cita-cita pengen ke luar negeri ini ternyata udah ada sejak saya 4 tahun lho, kata narasumber terpercaya (mama saya). Bukan apa, negeri asing tujuan saya pas 4 tahun itu adalah Jepang, dengan niat luhur pengen operasi hidung karena selalu diledekin hidung saya ngga terlalu bagus kekekkekekekek. Whatever, saya tetep PD sih, cuman saya pikir alangkah indahnya kalo idung saya yang serba standar ini bisa tampil sempurna, hahahahahahah.....

Apa mau dikata, mama saya ngga setuju kalo saya langsung sekolah lagi. Saya maksa, kan pake beasiswa???
"Bukan masalah uangnya" protes si mama lagi.
"Lha trus?"
"kamu perempuan, nikah dulu. nanti masalah sekolah lagi ngga perlu ijin sama mama, ijinlah sama suami "
Waktu itu sih saya cemberut, hare gini masih ada kata-kata "kamu perempuan"??
Tapi karena ngga bisa ditawar, saya ngalah aja.
Lulus S1, saya langsung kerja, nganggur cuman 2-3 minggu masa transisi dan pindah-pindahin isi kamar kost ke rumah Jember.
dan langsung cabut ke Cibinong. Tanpa satu sanak sodara disana.

Tiga sampai empat bulan pertama masih merayu mama supaya boleh sekolah.
Jawabannya belum berubah ternyata. Pasrah dah....
makanya waktu itu saya sering bilang sama temen kos saya
"yatri aku mau nikah"
"oh ya? sama siapa?"
"ngga tau " heheheheheh, melotot lah temen saya ini :D

Tapi bener lho ya....sesuatu yang terpatri dengan baik di benak kita itu dengan mudah bisa jadi nyata, siapa yang sangka beberapa bulan kemudian saya benar-benar menikah. Nda perlu lah saya cerita sekarang ya....next time aja, dengan label khusus mungkin, karena disini saya ingin berbagi aja tentang yang namanya harapan hidup alias cita-cita.
kalo ngomong tentang cita-cita saya, ngga akan ada habisnya, saya punya banyak cita-cita. kalo dipilah-pilah ada cita-cita untuk saya dan suami, anak saya, studi saya, cita-cita ekonomi, cita-cita hari tua, banyak sodara-sodara :D

Di label ini saya mau cerita aja tentang beberapa cita-cita saya, yang semoga bisa kesampaian (amiin *berdoa kenceng-kenceng*) atau tentang motivasi. Semoga saya ngga males atau bosan nulis lagi untuk sekedar curhat tentang perjalanan panjang yang punya nama 'menggapai cita'. Dan karena ada beberapa orang yang request untuk ditulis, dan juga semoga bisa bawa manfaat buat beberapa orang yang lain (saya harap sih :D)

-ketika kau bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka dunia dan seisinya akan membantumu-
Sang Alkemis

Thursday, March 15, 2012

KABARRRR....

12:57:00 AM 0 Comments
Hampir dua minggu di kampung halaman, lumayan banyak cerita-cerita yang saya dapetin. Ngga melulu tentang keluarga besar siiiih, tapi juga temen-temen lama pas jaman SMP atau SMA, seneng banget.

Minggu pertama, acaranya pulang ke kampung halaman tempat lahir ( saya dibesarkan dikota yg berbeda dengan kota tempat saya lahir).
Ketemu sama eyang putri yang usia udah tua, tapi masih tetap kelihatan sehat tentu saja bikin takjub. Ketemu saudara-saudara sepupu, mengulang cerita lama, sekaligus dengan serius mantengin cerita terkini tentang sodara-sodara lain yang belum sempat ketemuan atau cerita-cerita tersembunyi dari beberapa orang, hehheheh, kayak detektif aja. Tapi yang paling penting, adalah tentu saja lepas kangen. Karena Kunjungan kemaren, saya jadi tau adek sepupu saya udah hamil 6 bulan, dan lihat seberapa besar perutnya. Kabar lainnya, pernikahan yang InsyaAllah di pertengahan tahun ini. Sekaligus liat ponakan yang lahirnya pas dihari fawwaz cuplak puser. Kalo dihitung-hitung selisih sepuluh hari lahirnya. Whala......ternyata tingkahnya pun mirip-mirip. Cuman ponakan saya yang satu ini wujudnya cewek, tapi kata ibunya tingkahnya mirip cowok. Bagian paling miripnya adalah dua-duanya susah anteng, sampe ibunya (aka: sepupu saya) sempet curhat, "masa mbak, anakku cewek ini maennya sama cowok melulu, ngga mau diem lagi" Pas diintip koleksi maenannya pun ternyata memang ada tembak-tembakan, mobil-mobilan, xiixixiixiixi.
Tapi bagusnya, Fawwaz jadi betah juga maen sama dia, namanya Calya. Bayangin aja justru si Calya ini yang ngajarin Fawwaz maen kelereng. :D

Sempat foto-foto juga, ngetes kemampuan adek bontot yang ngakunya udah mulai bisa cari duit sendiri dari motret-motret. Ini dia hasil Jepretannya...






Hmmmm, not bad lahhhhh......
makasiy ya om, dah motoin anak dua ini kekekekeek
lumayan lah gretongan
:D
kalo mau tau info lengkap tarifnya klik link ini aja ya.....
Vertical Project

Jangan kaget kalo ketemu tukang fotonya, penampakannya udah jelas beda sama jengsri...... ya iyalah lha kan doi cowok kekkekekkekekk.

Monday, March 12, 2012

Sembuh

8:35:00 AM 0 Comments

Sembuh , dan sehat lagi.
Rasanya cuman itu harapan terbesar saya setelah fawwaz mengalami patah belikat itu. Sedih sudah pasti dan capek lahir batin.
Masih jelas saya inget malam-malam yang saya lewati hampir tanpa tidur, demi menjaga supaya perban dan perbaikan tulangnya tidak lagi bergeser. Tapi ikhlas kok, semua demi supaya anak saya cepat sembuh.
Kalo mau mengeluh, saya pengen selalu menumpahkan keluh kesah, tapi yang ada saya jadi lebih boros energi dan rugi sendiri.
Dan setiap kali melihat foto ini, hati saya selalu miris. Masih berusaha tersenyum anak saya ini, padahal saya yakin sakitnya pasti luar biasa. Masih jelas saya bisa merasakan keringat dinginnya menahan sakit, tapi selalu bilang "sakit sedikit kok ibu", sambil tersenyum seperti berusaha meyakinkan saya kalau dia akan baik-baik saja.

Sekarang sudah hampir 2 bulan dari kejadian 'tendangan ngga pada tempatnya itu'. Dan masih selalu menyisakan emosi untuk saya. Tapi yang membuat saya bersyukur, banyak hikmah yang bisa dipetik buat saya pribadi, yang jelas, saya belajar untuk lebih bersabar, Sabar dalam arti yang lebih luas, termasuk ridho untuk semua ketentuan dari Allah, saya anggap ini takdir, ujian naik tingkat kesabaran, dan pastinya saya ingin lulus dengan nilai paling baik.
Bahkan pas kemaren berkunjung ke rumah sodara-sodara, saya harus mengklarifikasi kejadian ini lagi dan berulang-ulang, saya masih bisa merasakan sedih yang mungkin sulit dicari ujung pangkalnya. Tapi alhamdulillah, progress penyembuhan Fawwaz berlangsung sangat bagus, dan semoga Allah mempermudah kesembuhan putra saya ini, dan saya merasa saya diberkahi untuk yang satu ini.

Menceritakan kisah ini sendiri adalah terapi buat saya.
Supaya saya bisa lebih bisa menarik banyak hikmah dan yang paling penting adalah mengelola perasaan saya sendiri.
Sama sekali ngga bermaksud untuk menjatuhkan seseorang, tapi kenyataannya kalo tulisan saya ini beraroma sedih dan marah, memang itu yang saya rasakan saat itu.

"Semoga semua ini menjadikan kamu lebih kuat ya nak, dan Allah menggantinya dengan keberkahan hidup yang melimpah sepanjang hidupmu kelak"
"Amin"

Thursday, March 8, 2012

Patah Tulang (2)

12:15:00 AM 0 Comments
"Rontgen ya bu"
Duuuuh hati saya langsung merinding pas dokter orthopedinya bilang begitu, tadinya mau protes, tapi ngga jadi, akal sehat saya setuju sama keputusan dokter kalau sesuatu pasti ada yang ngga beres, meski hati saya kok ngga tega dan ngga siap kalau hasilnya memang prediksi terburuk saya.
"Oke dokter".
singkat aja, dan saya setuju.
Proses rontgennya sendiri syukur Alhamdulillah ngga pake lama, entah kenapa Allah seperti memudahkan semua urusan saya hari itu di rumah sakit. Hasil rontgen yang mustinya baru bisa diambil esok harinya, hari itu juga bisa langsung diambil. Untuk satu ini aja saya bersyukur banget, karena besok harinya adalah jadwal saya untuk wawancara ADS, dan kalau saya harus pending untuk tau hasil rontgennya, hampir pasti saya ngga akan tenang.

Dan benar aja, begitu dapet hasil rontgen, saya duduk bentar di pintu keluar bagian radiologi, tarik nafas dalam-dalam sambil melihat Fawwaz main mobil-mobilan dengan anteng. Tarik kertasnya, angkat ke atas, dan sekali lihat, saya langsung tahu tulang belikat fawwaz bergeser, jauh dari tempat yang semestinya.
Refleks air mata saya jatuh, tapi berharap semoga saya salah lihat, dan berusaha meyakinkan diri kalau saya mungkin salah mengartikan hasil rontgen bahu kanan Fawwaz.

Tenyata dokter pun bilang hal yang sama, patah bu, bagian yang ini, dan blablabla.....saya udah ngga inget lagi, yang ada di pikiran saya cuman, penyembuhannya gimana? pas saya nanya bagian ini ke dokter, dia kelihatan agak ragu-ragu, tidak menyarankan pen, karena berbagai alasan medis yang menurut saya logis, dan solusinya dikasih penyangga lengan, ngga banyak gerak dan kontrol lagi 2 atau 3 minggu kemudian. Ouwh....tidak...., pas saya tanya kemungkinan terburuknya apa, dokter bilang bahunya jelas tidak akan kembali sama rata. :((
Duuuuh kalo bisa pingsan saya pengen pingsan, tapi kalo saya pingsan, fawwaz gimana, saya kan ke rumah sakit cuman berdua aja? Jadilah saya berusaha kuat, ngga nangis ditempat dan cepat-cepat pulang.
Di perjalanan pulang, saya ngabari suami, saya ceritain detail, dan kami langsung sepakat untuk ngga lagi nyekolahin Fawwaz di tempat yang sama, karena dalam beberapa hal boleh dibilang sangat kecewa.Okelah, kejadian itu bisa terjadi dimana saja, saya masih bisa realistis kalau kali ini kebetulan aja terjadi di sekolah, tapi yang benar-benar bikin saya ngga habis pikir, saya benar-benar ngga dikabari pas kejadiannya, guru dan kepala sekolah lebih memilih kasih kabar kepada orang tua si anak yang nendang daripada ngabarin saya.
Waktu saya utarakan ini, kepada kepala sekolah, alasannya dia sudah berusaha memberi saya kabar via sms, tapi kehabisan pulsa, jadiyang terkirim hanya satu ke pada orang tua anak penendang itu. WHat??? serius? setahu saya ada lebih dari 2 pengasuh dan tak satupun ada yang bisa ngabari saya tentang kejadian ini? mereka semua kehabisan pulsa? , aneh, dan kalau dibilang ngga tau nomor hape saya, kenapa beberapa kali mereka bisa sms, "bunda maaf, bedak , dan sabun habis, besok dibawakan ya bun? terimakasih"
Jelas dong saya ngga percaya, emangnya saya bodoh ya....
dan kedua, jelas saya sangat kesal dengan pertolongan pertamanya. Anak saya dibawa ke tukang urut bayi. Jelas ini sangat menyalahi aturan.
Menurut prediksi saya, ketika Fawwaz ditendang, belikatnya memang patah, tapi DIURUT ini yang bikin belikatnya bergeser jauh. Saya kesal setengah mati kalo inget yang satu ini, andaikan waktu itu saya dikabari, pijat urut ngga jelas ini bisa saya cegah dan Fawwaz pastinya terhindar dari trauma.
KAlo boleh saya curcol, anak saya trauma. Sempat dia ngga mau disentuh sama sekali.
Tapi ya sudah lah, saya ngga mau memperpanjang masalah, saya memilih berdamai. Di pikiran saya sih, kalau dengan memperpanjang pertikaian anak saya bisa sembuh saat itu juga, pasti mereka semua saya tuntut.
Tapi ngga ada gunanya.
Pas saya ngasih masukan dengan baik-baik kepada pihak sekolah supaya lebih "belajar" lagi tentang pertolongan pertama, mereka bilang "kami sudah punya bukunya"
Oh ya? kalo gitu BACA dong, disitu pasti ada cara memberikan pertolongan pertama untuk kasus begini dan jelas bukan urut bayi lah. -_-!
tapi tentu saja, dipermukaan, saya cuman senyum dan berkata dalam hati, owww defensif sekali, pertanda memang merasa bersalah dan ketakutan.
YA Sudahlah. Yang penting saya sudah memberi masukan yang menurut saya penting, saya ngga pengen kejadian ini berulang pada anak lain. Tapi responnya seperti itu. makanya segera saya sudahi aja.
Yang penting, kedatangan saya hari itu saya sudah menyampaikan uneg-uneg saya, kekecewaan saya, masukan dan terima kasih karena anak saya sudah mengenyam pendidikan disana hampir 2thn-an.
Dan pastinya saya tidak akan melupakan itu.
hal itu juga yang merupakan pertimbangan besar saya untuk memilih berdamai dengan sekolah, dan tentang pihak yang melukai anak saya, saya pun memilih untuk mendiamkan saja, karena kalaupun saya mengutarakan keberatan saya, saya sama sekali ngga yakin bisa mendapatkan tanggapan seperti yang saya inginkan.
Jadi diam dan berusaha memaafkan dan lupakan mereka.


Friday, March 2, 2012

Patah Tulang

4:21:00 PM 0 Comments
Cerita ini awalnya di sore hari, tepatnya tanggal 17 Januari 2012.
Bismillah, semoga saya bisa menuliskan cerita ini dengan emosi yang bisa dikendalikan, karena ini adalah satu peristiwa yang pastinya ngga akan bisa saya lupakan seumur hidup saya, suami dan anak saya-Fawwaz.

Waktu itu saya sengaja pulang cepat dari kantor, karena ayah besok harus hadir di wawancara beasiswa ADS dan saya harus menyiapkan printil-printil untuk wawancara ayah esok harinya. Ngga lama kemudian pintu saya diketok tetangga saya dan dapat kabar kalau Fawwaz jatuh karena ditendang, dan catat: tidak ada satu kalipun maaf dari si tetangga depan rumah ini, yang notabene adalah ayah dari anak yang bikin fawwaz patah tulang. Waktu itu saya cuma bisa istighfar banyak-banyak, plus nahan jengkel luar biasa kalo inget ekspresi orang itu (baca: si tetangga) yang masuk kategori menjengkelkan, menujukkan raut puas, karena merasa sudah bertanggung jawab dengan bawa fawwaz ke rumah sakit TANPA sepengetahuan saya.

Waktu itu juga saya langsung protes, 'kenapa saya ngga dikasih tau? fawwaz kan anak saya?'
jawabnya: blablablablabla.....(tepatnya saya lupa, soalnya menurut saya jawaban itu sama sekali ngga masuk akal).
Saya langsung siap-siap mau jemput anak saya dari TKP( salah satu sekolah plus daycare di cibinong ), eh ternyata ayah datang sama Fawwaz yang keliahatan kesakitan dan pucat, dan jelas sekali bahu lengannya ngga sama datar alias turun sebelah.
Refleks saya nangis, ngga tega lihat anak saya yang tadi pagi masih sehat ceria bahkan semangat ke sekolah, dalam waktu beberapa jam sudah berubah drastis. Malam itu, dia tidur dengan raut wajah nahan sakit, dan tentu saja, saya nagis sepanjang malam.

ESok harinya, saya ngga masuk kantor, dan Fawwaz bangun dengan nangis kesakitan, tapi karena saya blm melihat bagian bahu yang ditendang, saya peluk dia, meyakinkan kalau dia akan sembuh, dan kalau dia anak yang kuat (ini pun sambil menangis diam2, yang saya tau, dia akan makin sedih kalau saya nangis). Baru di siang hari, saat dia sudah bisa dirayu untuk lepas baju, barulah saya sadar kemungkinan terburuknya, yaitu ada fraktur tulang. ooooooooowwww, tidaaaaak, tadinya saya mikir keseleo aja, tapi begitu lihat ada bagian belikat bahu yang melesak ke dalam, saya langsung panik, mau ke dokter sudah siang hari, dan saya masih belum tau mau dibawa kemana, yang jelas saya akan ke orthopedi, tapi rumah sakit mana saya belum tau. Cuman yang bikin agak tenang, dia ngga sudah ngga terlalu kesakitan.
Besok paginya, saya ketemu dokter dan sekali sentuh si dokter langsung bilang,
"rontgen ya bu,"



sate kambing Idul Adha

6:18:00 AM 0 Comments


Sate kambing yang satu ini enak banget, apalagi dimakan sama nasi putih anget-anget.....meskipun latarbelakang bikinnya ada bumbu sedih-bin-melow dikit, ngga mengurangi enaknya sate ini pas masuk dilidah. :D






*Poin penting yang harus diinget kalo mau bikin makanan berbahan dasar daging kambing adalah 'jangan nekat untuk nyuci daging kambing segar ini dengan air', kalau anda maksa, bisa dijamin bau kambingnya akan menyengat banget dan bisa mengurangi selera makan (pengalaman pribadi soalnya :D )
jadi untuk amannya, langsung potong-potong daging kambing, buang bagian yang kurang bersih, lumuri potongan daging itu dengan ulekan bawangputih-garam-merica.
*Biarkan kurleb setengah jam.
*Tusuk potongan daging berbumbu itu dengan tusukan sate.
*Siapkan kecap manis, tambahkan minyak goreng ke dalam kecap manis (perbandingannya kecap manis:minyak goreng=3:1)
*Siapkan alat panggang.
*Lumuri daging dengan campuran kecap manis dan minyak goreng, panggang.
Saat memanggang sesekali lumuri lagi dengan kecap manis ya,,,,,biar makin meresap
*Saat sudah matang segera angkat dan sajikan...

proses memanggang yang ideal juga ngga terlalu lama kok, untuk dapat tekstur daging yang lembut dan matang sempurna, justru kalo terlalu lama dipanggang jadi kurang enak karena minyak dagingnya sudah hilang, kalo pinjem istilah orang-orang yang ahli memasak itu "overcooked" hehheheheh......
Sayangnya untuk potongan daging seperti ini saya ngga sempet lebih detail mencatat waktu panggangnya, jadi kira-kira aja, dan saya pikir kalo makin sering anda memanggang daging, anda akan tau kapan dagingnya matang sempurna, practice make perfect laaah :D


Cerita sedihnya, pas bikin sate kambing ini, justru yang paling doyan sate kambing lagi tugas lapang ke sukabumi (kalo gak salah ya...lupa2 ingat, ini kan dibikin 2011 kemaren,), jadi pas manggang dagingnya pake acara sedih-sedih dikit, untungnya bisa dimakan berdua sama mas fawwaz, jadi ngga terlalu rugi lah bikinnya .
Selamat mencoba ya....
Soalnya Resep sederhana ini dapet testi positif dari yang doyan daging kambing (baca: ayah)
^_*

(02032012)

Thursday, March 1, 2012

Peluuuk ^^

8:57:00 PM 0 Comments
4 hari yang lalu, kantor bikin acara gathering buat semua pegawai di lingkungan kedeputian IPH -LIPI. Pe-er banget yaaaaa, kudu berangkat pagi-pagi. Berangkat pagi sih sebenernya oke aja, yang agak bikin sensasi itu ritual pagi mas fawwaz. :D
Sejak kejadian Patah Tulang itu,,,,,,,ampun penjagaan jadi ekstra ketat. Ngga kepengen ada apa-apa lagi, sedih banget pas kejadian itu, kalo diingat lagi tetep aja bikin stress ngga keruan. Okeh, cerita lengkap tentang ini nanti aja dibikin tulisan sendiri ya....soalnya panjang, lama dan pastinya menguras emosi saya (T_T).

Pas acara gathering seperti layaknya acara kumpul-kumpul, tentu saja ketemu banyak orang, mulai senior-senior, temen-temen seangkatan yang udah jarang ketemuan, sampai teman-teman yang masuk setelah angkatan saya (secara angkatan saya adalah kloter pertama penerimaan cpns LIPI waktu itu )
Seneng siiiiiih, meskipun awal acara sempet diserang ngantuk berat *salah siapa cuman tidur 3 jam malem harinya * (hoooooaaaaemmmm), tapi lalu orang-orang EOnya bisa bikin saya lumayan melek, trus berakibat saya laper hebat jam 11 siang, heheheheh :D.
Acaranya siih lumayan menurut saya, secara saya juga bukan panitia yang tinggal dateng dan menikmati aja, paling enggak, saya jadi punya catetan pribadi berupa beberapa hal menyangkut diri saya pribadi,,,,,,, dan yang paling lucu pas motivatornya meminta kita untuk nulis 3 binatang yang kita suka,
Ha???? seriously??? saya kan bukan pecinta binatang, anyway, karena harus, okelah pilihan saya jatuh di binatang ini:
1. Kupu-kupu
2. Singa
3. Kelinci
alasannya: karena kupu-kupu itu cantik, warna-warna disayapnya itu lhoooo selalu bikin saya suka, meskipun ada juga yang warnanya item doang, tapi ya sudahlah, kan lebih banyak yang warna-warni dan indah.
yang kedua, Singa, tentu saja karena dia kuat dan pintar, kalo nggak pintar gimana cara dia bisa jadi raja hutan, ya gak? hehehheh *maksa*
yang ketiga, kelinci, soalnya menurut saya binatang ini lucu dan penyayang, hihihiihi.....
ternyata oh ternyata, kata sang motivator binatang pertama itu mencerminkan bagaimana kita ingin dilihat oleh orang lain, haaaaa??? saya pengen keliatan cantik ya??? masa siih? tapi kok saya ngerasa agak 'berantakan' dan ngga terlalu peduli tentang itu. tapiiiii, okelah, diterima.
penjelasan untuk pilihan kedua dan ketiga adalah: bagaimana kita dilihat oleh orang lain dan bagaimana kita melihat diri kita sendiri....hihihihi, berarti orang ngeliat saya kayak singa ya?? kalo pinter sih masih mending, lha kalo yang dilihat galaknya itu hihihihi.... :D
sudahlah, terima.
Itu semua ngga seberapa dibanding pas saya dan suami dikerjain diminta maju ke depan dan kudu bacain surat cinta, OMG, saya ngimpi apa ya? bisa peluk-peluk suami di depan orang banyak (karena disuruh siiih >-< ).
yaaaa..... ngga papa deh, kalopun malu dikit toh halal kok heheheheh.....
(02032012)