Follow Us @soratemplates

Sunday, March 25, 2012

Me Time dan secangkir kopi

Sejak nambah profesi jadi ibu, banyak kebiasaan saya yang berubah, berbalik arah atau apalah lagi namanya yang mengindikasikan kalau profesi ibu memang bisa merubah apa saja.

Yang paling mudah dicermati, dengan obyek saya sendiri, adalah bentuk "me Time" saya.
Dulu, "me Time" bisa di-arrange dengan gampangnya, paling-paling yang agak ribet menyusun waktu supaya bisa keluar bareng sama teman. Itupun kalau kita memang berencana menghabiskan saat-saat rileks ini berbarengan dan berbanyak orang. kalaupun sendirian tinggal pake sendal kapanpun kita mau dan langsung cabut pergi sesuka hati. Ndak perlu mikir yang dirumah makan apa, beberes yang belum selesai ataupun duit di ATM yang tinggal beberapa, pokoknya yang penting bisa menepis rasa galau :D.

Dan Kebetulan sekali, saya suka dandan, dari jaman dulu, sekarang juga sih, cuman sering gak sempet dandan. Jadinya, pernak-pernik untuk nglenong dan proses nempelin sesuatu di wajah ini salah satu bentuk "Me Time" sayahhhh. heheheehehh. Belum lagi hobi saya ngoleksi perangkat make-up, hihihi. Makanya dulu saya punya beberapa warna lipstik, lipbalm, blush on, maskara,beberapa warna dan tipe foundation, sekaligus beberapa perangkat perawatan yang lain, ini hobi lho ya......jadi berburu perlengkapannya pun masih dengan sukacita meski lumayan merogoh kocek :D)



tapi sekaraaaaang...coba intip kantong kosmetik saya.....masih ada make up (dan saya bersyukur untuk itu ) tapi ala kadarnya. Yang wajib ada aja, pelembab supaya kulit ngga kering keriput, tabir surya supaya ngga terbakar, bedak tabur biar ngga keliatan kayak ladang minyak, dodora (yang ini koleksi baru saya, lumayan mengatasi muka pucat saat males pake lipstik) dan satu warna lipstik yang netral. satu warna blush on, eye liner, ternyata masih banyak juga ya? malah nambah minyak kayu putih hehehehhe, dasar emak-emak, sekarang sih malah lebih baek ketinggalan bedak daripada ketinggalan minyak kayu putih :D. Reduksinya jelas keliatan di jumlah per item, kalo dulu minimal ada dua untuk satu kategori alat rias, sekarang cukup satu, malah belakangan ini men-delete beberapa item, seperti pelentik bulu mata, maskara dan masker.
Sekarang ini, pake bedak adalah acara wajib, bukan hobi.
Saya punya acara "Me time" baru, yang jelas murah meriah, bisa di kerjain berdua sama si ayah, sama temen temen, atau pun sendirian juga sama sekali ngga ada masalah. Me time baru saya adalah: Minum segelas KoPi. Catet: bukan kopi dangdut lah ya......

Tapi ini bener-bener kopi. Hebat bener nih si kopi bisa melesat popularitasnya, karena hampir selalu nongkrong di top ten daftar belanjaan. Paling suka cappuchino, saya dan suami punya merek favorit, ndak berani sebut merek,.... takut dikira iklan and menyinggung produsen kopi laennya. Pernah juga nyobain beberapa merek kopi, akhirnya tetep kembali juga ke selera asal.
Sering juga saya ngopi dengan keadaan kalut, capek dan kesal. Tapi entah kenapa secangkir kopi bikinan sendiri selalu bisa mengobati hati. Allah baek sekali ya.....karena sudah menciptakan yang namanya biji kopi, dan karena dengan dua-tiga teguk pertama aja, saya sudah bisa sedikit rileks. Jadi kayaknya tingkat stress itu punya pengaruh signifikan ke jumlah intake segelas kopi, meski saya tetap berusaha untuk cuman minum segelas aja setiap harinya, karena masih punya akal sehat untuk lebih banyak minum air putih.
Tapi pernah juga, sampai minum 3 gelas kopi dalam sehari. Yang pertama, adalah hari-hari saya mau ujian ielts. Pembelaan saya: gelas pertama adalah untuk menghilangkan kaget. Gelas kedua adalah untuk memompa lagi semangat dan ke-PD-an saya yang waktu itu sempat nyungsep entah kemana. Gelas ke-tiga adalah supaya tetep bisa melek dan bisa belajar walau mata udah ngajak merem. Moment kedua adalah saat si anak sholeh saya patah tulang, yang ini jelas semata-mata supaya mata saya bisa melek doang, heheheheh
Masih menyisakan sedih kalo inget cerita patah itu, tapi syukurlaaah insyaAllah ada banyak pelajaran berharga di balik semua itu kalau kita ikhlas untuk garis takdir Allah.
Kembali ngobrol tentang secangkir kopi yang paling nikmat saat hangat, sering saya nikmati bareng sekotak biskuit coklat, atau roti, sambil banyak merenung tentang hidup saya. Menentukan do and don'ts untuk diri sendiri, atau sambil baca novel yang sempat dan sering terbengkalai dibaca kisah lanjutnya. Sering sekali saya dapet ide brillian saat ngopi, atau tiba-tiba menyadari betapa beruntungnya keluarga kecil kami dengan karunia tak ternilai, anak yang sholeh, nikmat sehat, rejeki, hati yang lapang, bahkan belajar 'menikmati' secuil masalah dari secangkir kopi, karena setidaknya kalau kita menangis membuktikan kita masih hidup dan punya hati.
sambil meminum kopi Sering juga, saya memutar ulang lagi obrolan-obrolan ringan dengan sahabat-sahabat saya, obrolan tentang anak-anak yang susah makan, atau merajuk, sampai berbagi resep-resep masakan. Saya pikir saya beruntung punya teman-teman yang bisa disebut sahabat, orang yang selalu bisa diandalkan untuk berbagi sejenak tentang rumitnya hidup.
Hmmmm, secangkir kopi ternyata bisa membuat hidup saya lebih hidup karena saya lebih memaknai dan mensyukuri semuanya.
dan harus diingat, ini bukan kampanye minum kopi massal, ini cuman cerita saya tentang segelas kopi, itu aja kok :D

Selamat ngopiiiiiiii ^^

No comments: