Follow Us @soratemplates

Friday, December 14, 2012

fawwaz VS online games

'Ibuuu, aku nanti mau maen game"
Akhir-akhir ini koq kalimat ini yang sering keluar dari mulut kecil mas Fawwaz.
Yang juga selalu menebalkan beda pendapat saya dan ayah tentang aturan maen games ini.

Personally, saya bukan orang yang anti games sama sekali, sejujurnya saya juga suka maen "burung-burung pemarah" atau 'laba-laba yang kemaruk". Tadinya sih, setelah mencoba 'mendengar' pendapat ayah, saya pikir, okeh, boleh maen game dengan prasyarat. Artinya , maen game itu adalah reward kalau dia sudah belajar berdoa, aktivitas fisik diluar (atau lari-lari nggak juntrung), mewarnai, berhitung atau apa aja pokoknya jauh-jauh dari gadget. However, it doesn't work, walaupun pembatasan waktu sudah berlaku, sepertinya mas fawwaz sudah lumayan addict sama yang namanya games online. Daaaan, seketika ibunya terjerat panik....

Symptoms- nya jelas, lebih aggressive, jadi (lumayan) malas beraktivitas diluar, dan yang paling berat itu doi mau ini-itu dengan janji dia akan dapet reward boleh main games.  Dan itu butuuuuuh banyak stok sabar untuk mengatasi tantrum yang tiba-tiba muncul akibat hasrat maen games yang tak terpenuhi. Meskipun tanda-tanda itu baru saja kelihatan dua minggu belakangan, tapi sangat annoying daaaan menguras banyak energi tentunya. -_-

Setelah search kesana kemari (lagi, dan untuk yang kesekian puluh kali) tentang games, sudah diputuskan (paling enggak saya setuju dengan keputusan yang saya buat sendiri) kalau games akan ditunda tampil atau dimainkan atau dilihat sama Fawwaz sampai dia Sekolah Dasar. Dan nantipun saat dia SD, akan tetap berlaku pembatasan jam dengan konsekwensi jika dilanggar. Sebagai orang tua amatiran, saya nggak menampik ada games yang edukatif. Tapi setelah ditimbang-timbang, positifnya lebih sedikit ketimbang negatifnya. Dan bukannya kami as parents nggak pernah nyoba ngenalin games yang edukatif ini. Sudah beberapa kali, dan hasilnya...fawwaz jadi makin ahli download sendiri free games online yang dia suka,,,,misal semacam monster truck, drag racing, dan entah apalagi yang menguras emosi, akibatnya dia jadi lebih gampang merajuk, karena lelah tentunya.

Mungkin untuk anak-anak lain, maen games ini nggak akan terlalu berdampak. Tapi ternyata untuk anak saya, dampaknya luar biasa. Dan itu sangat bisa dimengerti kalau meninjau ulang karakter dia. Memang harus diakui saya nggak pernah punya kesulitan mengajarkan sesuatu yang sifatnya lumayan akademik untuk dia, dan saya berusaha untuk menjadikan acara belajar ini seperti maen-maen dan men-challenge dia, karena saya tau persis, anak saya adalah tipe anak yang nggak pernah tahan kalau dia dapet tantangan untuk menyelesaikan sesuatu. Sejalan dengan hasil IQ dan Multiple Intelligent-nya yang memang lebih diatas rata-rata, sepertinya dia nggak pernah susah untuk paham tentang sesuatu. Nah negatifnya, anak-anak macam begini jadi gampang bosan, selalu pengen belajar hal baru, dan punya imajinasi yang kadang lewat batas. Masih saya ingat dengan jelas beberapa kali dia protes kenapa bu guru di sekolah selalu mengulang hal yang sama padahal mas Fawwaz sudah bisa. Dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa sebaiknya Allah memang cuman satu aja, karena kalau ada dua manusia akan bingung mau bertaqwa sama yang mana.

Rupa-rupanya, games online ini sangat menantang buat dia. Ya iyalah, setiap kali satu level terlewati, akan muncul level yang lebih menantang. Dan itu nggak terlalu menonjol di games edukasi yang cenderung lebih sering monoton (menurut saya sih).
Dan finally, ini tantangan berat, semacam wake up call untuk saya untuk lebih baik lagi, membaca dan belajar lebih serius lagi untuk jadi orang tua, tidak denial dengan kenyataan kalau anak saya mulai menunjukkan tanda-tanda games addict. Yang penting harus teteup semangat. 

Iyaaa,,,,satu tantangan lagi ditengah saya berkutat dengan pengurusan paspor, visa, dan family health cover menjelang keberangkatan kami sekeluarga ke negeri kanguru.
Hope life will be better for tomorrow......

oh ya,,,, saya selalu welcome dengan opini dan saran koq, kalau ada diantara pembaca yang punya solusi atau sharing pengalaman atau informasi.....
silahkan tinggalkan komen....dan saya akan sangat bertirima kasiiiiih....paling enggak untuk membaca curhatan ibu-ibu yang sedang galau ini..

:D


No comments: