Follow Us @soratemplates

Thursday, June 27, 2013

SyDNEy-part 2 (emotionally engaged)

7:27:00 AM 4 Comments
Seminggu sudah menyusuri Sydney, saya memang terpesona.
karena makanannya, 
karena kereta api dua lantainya,
karena Opera House-nya,
dan karena rasa kopi-nya :D

Tapi, kalau mau dibanding-banding, saya tetap lebih suka Brisbane kalau ngomongin tentang taman. Suatu kali pernah saya dan beberapa teman ngobrol tentang Australia, dan temen saya bilang, kalau Brisbane itu kota seribu taman (hampir setiap 500 meter anda akan bisa menemukan yang namanya "Park" dan hampir semuanya ramah anak, alias punya fasilitas bermain yang aman untuk keluarga), dan punya CityCat yang patut jadi kebanggaan, hahhaha.
Eniwai, saya nggak mau cerita kurang lebihnya tiap kota di Australia, tapi kali ini saya lebih mau cerita tentang romansa saya, dan mungkin ini bisa dirasakan saya seorang tentang kota ini.




Setelah beberapa hari tinggal di seputaran Macquarie Uni, kami pindah ke Bondi.
Dan jujur, langsung suka sama suasana Bondi Beach, mungkin karena saya dateng pas musim dingin ya? jadinya pantainya sepi dan berasa milik sendiri, :p
Dapet room di salah satu apartemen yang deket banget sama pantai, bagusnya adalah bisa main sesuka hati ke pantai, tapi nggak bagusnya, kadang kalau malam pas angin bertiup......serem, hahhaah.

Nah, suatu saat jalan-jalan ke Watson Bay,
Dan lihat satu sudut dipantai ini yang bikin saya terdiam sebentar.
Rasanya saya pernah lihat sudut pantai yang ini, tapi dimana ya? lama berpikir, akhirnya saya ingat dan ingatan ini bikin saya ketawa sendiri.
Saya ingat betul pernah menggambar pantai yang begini waktu saya masih di Sekolah Dasar.
Sejak kecil, saya suka menyanyi, suka menggambar dan sangat suka artwork.
Kecintaan saya dengan hal-hal ini sama besarnya seperti saya suka matematika, IPA dan sejarah.
Nah, waktu itu, di satu sesi pelajaran menggambar bebas, hampir seluruh kelas menggambar gunung, matahari, jalan dan sawah.
Saya Bosan.
Dan yang saya gambar saat itu adalah tebing tinggi yang terjal, dengan laut, dan pepohonan.
Tapi tentu saja, dengan keterbatasan teknik dan jari-jari yang kurang terlatih, gambar saya waktu itu nggak seindah ini. Tapi dikepala saya, mestinya terlihat seperti tebing terjal di Watson Bay.

Sudut Watson Bay yang mempesona dan bertahun-tahun rupanya tersimpan di kepala sebagai sketsa.
Dan ketika menemukan gambar imajinasi itu dalam bentuk riil di depan itu, saya hanya berujar "Alhamdulillah, Indahnya"

Dan perjalanan berlanjut dengan numpang perahu dari Watson Bay yang damai dan sangat direkomendasikan untuk berdiam diri menuju Circular Quay di pusat kota.
Mengitari Opera House lagi untuk kesekian kali.
Dan akhirnya memutuskan untuk naik kereta mengelilingi botanical garden dengan $25 untuk 2 orang dewasa dan satu anak-anak.
Para penumpang kereta dibawa berkeliling selama kurang lebih 25 menit, dan kami diperbolehkan turun di beberapa tempat untuk melihat sekeliling dan naik kereta berikutnya sampai akhir tujuan rute kereta mini.

Suami memutuskan untuk berhenti sejenak di tengah Kebun raya.
Dimana ada Garden Shop, Cafe dan paling dekat dengan bunga-bunga favorit saya.
Saat berkeliling, saya hampir berteriak senang ketika saya melihat bunga ini.

Setelah googling kesana kemari, baru tau kalau namanya Snow Drop. Simple dan cantik.
Bunga yang tadinya saya pikir cuman ada dikepala saya, ternyata nyata.
Gambarnya diambil dari google, karena foto yang saya buat sendiri nggak bisa menampilkan betapa cantik dan sederhanyanya Snow Drop ini. 
Bunga mungil berwarna putih ini sering saya lukis di kertas-kertas karya saya.
Dan hampir yakin kalau saya belum pernah melihat benda real-nya di tanah air saya.
Dulu sih saya sering berpikir, alangkah indahnya kalau ada bunga seperti ini, cantik dan simple. Tapi sayang, saya belum pernah melihatnya kecuali lewat goresan pensil diatas kertas sendiri, jadi mungkin, cuma ada di angan-angan. :D
Makanya merasa bahagia, pas bisa nemu benda ORI-nya, hehheheh.

"I wish" karya Arthur Fleischmann.
Perasaan yang sama juga muncul ketika melihat beberapa spot yang lain di seputaran Sydney Botanical Garden. Misalnya seperti karya yang ini ("I wish"). 
Emosi si pemahat benar-benar bisa dirasa, karena saya pun pernah melukis vignette dan pernah menggambar gadis manis dengan ekspresi dan emosi yang serupa.
Memang kalau lagi nggambar, biasanya saya melibatkan emosi tertentu.
Dan itu akan terlihat jelas dari hasil karya saya.


Di akhir perjalanan, sambil tertawa-tawa saya ceritakan semua luapan emosi saya sama si Ayah, yang cuman bisa merespon sambil senyum-senyum. 
Saya sih bukan penganut Dejavu.
Tapi sepertinya, lewat semua gambar-gambar itu saya melukiskan semua mimpi-mimpi saya.
Atau mungkin, saking banyaknya buku cerita yang dulu saya baca dan membentuk imajinasi saya tentang banyak hal yang akhirnya berubah jadi angan-angan, mimpi sekaligus cita-cita. Entahlah.

Rasanya pengen terbang ke rumah di kampung halaman dan ngeliat gambar-gambar saya lagi.
yang bertahun lalu, masih disimpan dengan rapi oleh mama saya.
Sampai saya heran, "kenapa disimpan ma?"
"karena mama suka", jawab ibu saya singkat.
Semoga masih ada, dan sekarang pengen rasanya melihat gambar-gambar itu lagi.
Dan mencari tau, mereka-reka, what's next?

Gambar dan lukisan yang rupanya lebih banyak menuangkan mimpi-mimpi saya yang mungkin ragu saya ungkap atau terlalu malu untuk diucap.
Dan mungkin, lain hari saya harus lebih banyak menggambar lagi, 
melukiskan mimpi-mimpi saya yang begitu banyaknya, bekerja keras mewujudkannya. 
Hingga suatu saat saya bisa duduk dengan ditemani secangkir kopi yang enak, untuk melihat semua  gambar (baca:impian) saya satu persatu terwujud.

And maybe, someday; 
I will have a favourable moment, to tell a story as a grandma to my lovely grand son and daughter, 
and let them free drawing their own dreams.
Pesan moralnya adalah: biarpun gambar anda jelek (itu cuman masalah teknik), yang penting, tetaplah menggambar. Dan simpan gambarnya dikepala. Semoga jadi kenyataan.
Cheers
:D

Tuesday, June 25, 2013

SyDNEY- part 1

7:44:00 AM 0 Comments
Yeap, setelah akhirnya direncanakan sejak jauh-jauh hari,
20 June kemaren resmilah kami sekeluarga bertolak ke Sydney.
fulfilling one of our dream
Di bandara, ketemu sama pasangan pengantin baru (tante Karin-Om Indra) yang lagi juga berencana keliling beberapa tempat di Australia mumpung liburan, yang jadi langsung bertukar cerita tentang tugas-tugas plus tukeran info tempat-tempat menarik yang bisa didatengin.
Dan karena penerbangan yang sempet delay selama hampir 1 jam, jadilah kongkow di Bandara sampe agak mati gaya, nggak parah sih, cuman Fawwaz sempet ngaku "I am boring mommy" katanya sambil ndelosor di tempat duduk. 








Mejeng dulu di bandara, sebelum bosen :P, kali ini patner potonya bukan Fawwaz, tapi temen hidup sehari-hari, heheheh....
Mendarat di Sydney bukan berarti bisa langsung leyeh-leyeh di tempat tidur, karena ternyata ketinggalan kereta terakhir dari central station yang akan nganter kita ke Macquarie Uni station, jadilah naek taxi saja, untung gak jauh-jauh, hampir jam 1 pagi waktu nyampe di tempat Om Adit, yang nawarin kamarnya buat kita sekeluarga. Untungnya, akomodasi ini tuh penuh dengan para bujang yang sepertinya punya kebiasaan tidur malem, jam segitu aja mereka masih segar bugar, hehehehehe.
Fawwaz pun langsung engaged sama om-om ini. 

Bangun tidur, sama-sama belum mandi, dan entah mereka nonton apa sampai asik begini .

Main Gitar :P
Esok harinya, Sydney mendung, tapi nggak menyurutkan niat buat jalan-jalan dong.
Hari pertama langsung jalan ke kota. 
Menyusur jalan kota Sydney, saat itulah saya koq merasa beneran ada di kota besar. Kalau dibandingin sama Brisbane (katanya sih Bne itu kota paling padat nomor tiga di Oz), Hmmm, merasa seperti orang kampung yang terpesona dengan semua gedung tua nan cantik di pusat kota. Yang menarik buat saya memang bukan gedung-gedung tinggi yang minimalis dan moderen, tapi justru yang bentuknya mirip-mirip kastil. Brisbane indah, meski agak sepi, tapi Sydney?? wah terpesona dong dengan semua fasilitasnya, tata kotanya, makanannya, hahahah, karena makanan halal ini termasuk salah satu issue di Brisbane, alias agak susah. Saya kan doyan makan. Jadi bertebarannya warung makanan Halal di Sydney itu seperti surga, pun saat bertransaksi teteup bisa pakai bahasa Indonesia :D #masih terpesona.

Bertahun yang lalu sering kali ngobrol sama Ayah tentang berfoto berdua di tempat ini, and the dream comes true, plus fotografer cilik yang dengan sukarela motoin Ayah-ibunya, thanks Sweetheart :*



Hari kedua, Sydney mulai diguyur hujan gerimis, dan dingin mulai terasa mengigit. Tapi belum kapok juga. Siang harinya, begitu hujan sedikit reda, pergi lagi ke tengah kota. Dan sempat mampir di Paddy's, eh ya....saya beneran takjub ada di tempat ini, percaya gak, berasa seperti ada di tanah abang. Harganya iyalah jelas lebih murce ketimbang yang ada di supermarket, dan anda sekalian bisa bargain disini. Jadi silahkan aja tawar-menawar. Pas lagi nawar mainan buat mas Fawwaz, dari harga $18 saya langsung nawar jadi $12, Ha? saya langsung dapet pelototan dari si abang penjual, rupanya kebiasaan nawar harga terendah pas masih sering belanja di Tanah Abang belom hilang, wkwkwkwkw.
Akhirnya saya perhalus bahasanya: "In reasonable price, how much you can give me for this?" 
Ujungnya, cuma bisa turun $2 aja, tapi mungkin kalo saya ngotot $15 bakal dikasih juga kali ya? Ah entahlah...
oh ya, satu lagi, kalau beruntung, anda juga bisa bertransaksi dalam bahasa Indonesia lho :D

Yang Seru juga ketika (di)sempetin janjian sama temen-temen sekelas EAP Jakarta dulu. Senangnya!!
Ajaib sekali setelah sekelas terpisah-pisah di Universitas impian masing-masing, ternyata bisa ketemu lagi. Yang dulu biasanya berbagi segala macem kabar berita di kelas, terpisah beberapa waktu dan akhirnya bisa ketemu lagi dan berbagi ledekan plus curhatan lagi. Walaupun nggak lengkap sekelas, tetap seneng, karena kita punya beberapa orang anggota kelas tambahan hahahah.

Nah dua orang 6M4, dan beberapa orang anggota kelas tambahan :P

Cheers :D

Ibu konjen Brisbane & Nyonya Konjen Sydney (katanya sih :D)
Idola baru mas Fawwaz, tante Sisi yang pintar menari.
Yippiee :D


Belajar terbang sama pakdhe Triono :p
Merpati Liar Tapi jinak lho, cantik pula. 
Jalan-jalan hari itu ditutup pake acara seremony poto bersama di depan Opera House (lagi).
dan pisahan di Circular Quay Sydney karena sudah menjelang malam.
Gerimis turun lagi.
Kebasahan lagi.
Tired, Freezing, yet Happy.

Muah.
Bunch of kisses from Sydney.

Monday, June 10, 2013

Putar-Putar 'Kota'

12:43:00 AM 3 Comments

Jalan-jalan ke city cuma berdua aja tanpa ayah yang biasanya jadi Guide, heheh.
kali ini, suami bener-bener nggak mau kasih petunjuk nya, dan dengan entengnya bilang, "ibu kan ke PA Hospital aja bisa sendiri, pakai maps juga pasti bisa ". dan dia pun berlalu ke perpustakaan untuk persiapan exam.
Kebiasaan buruk saya adalah: kalau pergi sama suami, radar tuh jadi off.

Ngikut aja si ayah pergi kemana, nggak mikir posisi ini dimana, akibatnya, kalo disuruh pergi sendiri jadi agak linglung hahhaha. memalukan ya?






Bus stop edition :P
selalu suka foto di Bus stop seperti ini, karena background nya bagus , menurut saya sih.. :D

Sampai di City, baru kali ini sempet bikin foto di beberapa spot yang menurut saya cantik. Dan Maaf, saya moto cuma pakai kamera HP, jadi bukanlah foto-foto yang masuk kategori punya fokus yang bagus, pencahayaan yang sempurna, tapi yang terekam adalah suasana yang memang seperti akan tertangkap mata :D.
Salah satu City Roos yang ada di jalan George street.

Empat City Roos ini punya pose yang berbeda-beda, dibuat dari potongan-potongan besi yang (kelihatannya) sudah nggak terpakai lagi. Hasilnya? Indah sekaligus unik.

Nah ini dia lempengan besi untuk menghormati si pembuat City Roos yang unik ini.  Ternyata dibuat oleh Christopher Trotter.

Satu pose city roos yang paling malas. Tiap hari cuma duduk-duduk doang, hehhehehhe.

Puas berfoto dengan 'City Kangaroos' ini sambil bawa troli belanja, perjalanan pun dilanjutkan. Oh ya, pas kemaren sih alhamdulillah nggak nyasar di awal. Semua lancar, Allah baek sekali, kalau awal2 saya tersesat, mungkin perjalanan tanpa Ayah ini bakal nggak terlalu menyenangkan.

Fokusnya sebenernya adalah bangku kosong ini, tapi ternyata Parliament House dan Brisbane's Balls di belakangnya juga mencolok ya.. wrong focus. 

Salah satu sisi Brisbane city yang nggak terlalu ramai. Penuh bunga, ramah pengunjung (karena banyak tempat duduk buat kalo lagi kecapean jalan) dan bersih .

Sooo quiet :P

Fresh Juice stall. Enak enak enak.

Kerang raksasa .....dari emas pula hahahahaha...

Nggak jelas ini yang mau dipoto apa sih ya? #mikir 

Indaaaaah, terawat dan mekar bersamaan.
salah satu sudut paling ramai di City, biasanya sih banyak pertunjukan atau galang dana disini. Banyak food stall, coffe stall, beberapa penjual balon atau perform sesuatu disini
Pose dengan salah satu artist yang lagi "manggung" hari itu. jangan lupa koinnya yaaa :D
Masih semangat berpose, sebelum troli terisi penuh, sebelum 1 jam nyasar sama ibu :P
Oh ya, satu hal yang menarik disini, beberapa kali saya main ke City, mall - mall yang ada hampir selalu kosong. Maksudnya bukan bener-bener kosong nggak ada pengunjung, tapi sepi kalau dibanding sama Mall yang ada di Indonesia. Apalagi kalau hari minggu, seringkali si Fawwaz bisa main kejar-kejaran sama si ayah di dalam Mall. Sepiii ...
Dan yang ramai adalah Coffe Stall, atau cafe outdoor yang ditemani live music dari artis lokal. 
Rupa2nya penduduk Brisbane lebih suka menikmati kopi, kue dan music dari pada cuci mata di mall.
Dan beberapa kali teman-teman se-negara saya bilang kalau pas ada obral diskon, mall-nya hampir selalu dipenuhi wajah-wajah Asia. hahahah, mungkin, makhluk Asia memang suka belanja ya... :D
Nooo, ini cuma generalisasi aja, nggak sepenuhnya betul. heheh.

CHANEL, yang ini jelas barang ORI, bukan KW hihihih, jadi inget dulu semasa jadi pedagang yang sering belanja di Tanah Abang, sering ketemu sama barang 'KW, super, semi super'. Efek buruknya adalah, saya nggak berani masuk ke toko ini, udah nggak pede aja, ngeri liat harganya, abis yang jaga deket pintu aja udah pake jas dan necis amit-amit . 

Salah satu pintu masuk Mall di City, sepi kaaan? #maksa
nah, coba bandingkan sama situasi yang ini. Cafe ini letaknya hampir tepat di depan pintu mall diatas, jauh beda kan? dan fotonya diambil cuman jeda 1-2 menit aja. Jadi benarlah, mereka lebih suka kongkow di cafe.

Setelah acara belanja selama hampir dua jam, akhirnya kami memutuskan pulang. Spidol 24 warna, kertas gambar, pensil warna 24 macam, sabun cuci dan beberapa peralatan creativity buat mas Fawwaz sudah masuk troli. Waktunya bergegas pulang, jam  4.15 PM.
Sore hari di Kota. Suka sekali lihat lampu-lampu temaram ini, bikin suasana jadi hangat dan berkesan romantik.

Nah, saat itulah acara tersesat dimulai. Begitu keluar dari Woollie, udah langsung bingung lihat arah kanan dan kiri. hahahha. Oke, hidupkan perangkat peta yang ada di Hape, cari Adelaide street tempat saya tadi datang dari St. lucia. Malangnya, setelah jalan 100-200 meter, baru sadar kalau menuju arah yang salah.
Putar balik.
Setelah berjibaku muter-muter, dan sempat terdampar di depan Wollie lagi, (yang artinya, saya ngabisin 35 menit buat ngelilingin satu blok) saya nyampe di Adelaide street. LAh?? tapi koq bus Stopnya nggak ada, mana saya lupa tadi turun di Bus stop nomor berapa. 
Karena bingung, mas Fawwaz nanya"Ibu, kita kemana"
"Pulang dong" jawab saya singkat aja.
"tapi kog kita kesini lagi?" Tanya dia,
saat itulah saya nyadar kalo udah ngelewatin jalan yang sama 3 kali.
Sadar ibunya bingung, si Fawwaz justru tertawa... "hahahahha, kita tersesat!!" katanya riang. hadeeeeh.

Akhirnya saya memutuskan duduk sejenak, buka web translink mencari petunjuk yang benar. Tarraaa, 15 menit kemudian, saya udah nyampe di Bus Stop impian, menunggu bus yang akan membawa saya pulang ke St. Lucia. hahahahahah #malu.
Dan akhirnya, saya nyampe rumah jam 6.15. hitunglah berapa lama saya nyasar. 
Eniwei, ngga papa lah.

Sampai Jumpa di petualangan berikutnya Ya.
Peluk Cium dari Brisbane.



Sunday, June 2, 2013

My first 5 months

4:28:00 AM 0 Comments


nggak terasa, sudah 5 bulan aja yaa...
dan semester pertama berakhir sudah.
Alhamdulillah terlalui sudah, meski dengan berlari-lari, ngopi beberapa gelas sehari, kurang tidur, tetap berusaha fokus di tugas-tugas kuliah meski disambi masak, beberes rumah ataupun menit2 sebelum tidur.
Karena memang nggak punya waktu banyak untuk duduk manis di depan komputer. jadilah sering kali kertas-kertas yang harus saya baca bertebaran di dapur, karpet, meja makan, atau di tempat tidur, sampai kelihatan kumal.




Ya sudahlah,
yang penting sudah sempat dibaca. Dan memang sih, adakalanya bahkan sering kali merasa "oh it is not my best" saat harus ngumpulin tugas. Tapi harus tetap bersyukur selalu bisa ngumpulin tepat waktu,  (bukannya kita harus selalu bersyukur ya supaya diberi nikmat yang makin bertambah?) :D
omong-omong, tepat waktunya itu kadangkala bener-bener tepat waktu, alias bener2 dikumpulin 2 menit menjelang waktu habis. hahahahah...
dengan keringetan lari-lari, naik kelantai dua bagian administrasi dan ngumpulin di mesin penerima. :P
satu menit menjelang batas waktu habis, alhamdulillah terima e-mail konfirmasi tentang tugas yang sudah terkumpul . 
Alhamdulillah !
Sesuatu banget,  karena kalau telat, saya akan terima penalti nilai saya berkurang 10-20%.

Cerita tentang masak-memasak lain lagi deh.
awalnya masih sempat belanja seminggu 2-3 kali. Lama-lama karena merasa makin nggak punya waktu, seringnya saya cuman belanja seminggu sekali. Tapi trus, ternyata harus menghadapi kenyataan kalau beberapa sayuran ngga tahan lama, bumbu masak ajaib khas indonesia yang agak susah dicari, juga sering kali jadi nggak awet di lemari pendingin. Jadinya saya harus punya trik supaya bumbu2 itu tahan lama. Tiba-tiba keinget cerita sohib saya yang pernah tinggal di melbourne, kalau doi dulu hampir selalu nyimpan bumbu-bumbu berharganya di freezer. hahahahha
jadilah saya ikutin cara dia, taraaaaa, bumbu macam seledri, daun bawang, cabe, lengkuas, daun jeruk, daun salam, semua saya simpan rapi di box khusus, dan tertata rapi di freezer. Hasilnya, mereka damai sentosa sampai berbulan-bulan.



Satu lagi yang harus ditunaikan setiap hari buat saya dan suami, bed time stories buat mas Fawwaz.
Setiap hari, sebelum tidur, selalu ada sesi curhat atau bed time stories. bener-bener stories lho ya, bukan cuma story hehehe, selalu lebih dari satu macam buku cerita yang untungnya pendek-pendek.
dan entah kenapa kalau saya meng-elak untuk cerita, dia akan bilang "I can't sleep mommy".
dan akhirnya ujung2nya adalah cerita lagi :P
Tapi akhirnya, ajang cerita ini bisa sedikit ringan karena saya bilang, "coba gantian mas Fawwaz yang baca buku ini buat ibu" hahhhaaah, lumayan lah, pas doi baca bukunya, saya bisa lirik-lirik jurnal dan tinggal komentar "oya?", "really?" atau "great story Fawwaz" hahhahahaha....

dan sekarang adalah waktunya berlibur...
dan satu-dua hari pertama tanpa dikejar-kejar due date adalah seperti orang yang ngalamin post power syndrom. nggak tau harus mengerjakan apa, dan sedikit bingung :D
tapi akhirnya menemukan beberapa hal yang sempet tertunda bulan-bulan kemarin.
misalnya, ngabisin novel yg udah terbeli, berencana menulis beberapa hal di blog ini, dan termasuk ngabisin setrikaan yang menggunung, hhahahha, ....

dan akhirnya, tetep sibuk walaupun liburan...
dan tetap disyukuri post power syndromnya nggak lama-lama amat.
beberapa minggu lagi, berencana untuk nengokin Opera house di Sidney dan menepati janji main Salju di Snowy mountain sama mas Fawwaz.
Semoga semua rencana berjalan lancar,..minta doanya ya...
Aamiin