Follow Us @soratemplates

Monday, June 10, 2013

Putar-Putar 'Kota'


Jalan-jalan ke city cuma berdua aja tanpa ayah yang biasanya jadi Guide, heheh.
kali ini, suami bener-bener nggak mau kasih petunjuk nya, dan dengan entengnya bilang, "ibu kan ke PA Hospital aja bisa sendiri, pakai maps juga pasti bisa ". dan dia pun berlalu ke perpustakaan untuk persiapan exam.
Kebiasaan buruk saya adalah: kalau pergi sama suami, radar tuh jadi off.

Ngikut aja si ayah pergi kemana, nggak mikir posisi ini dimana, akibatnya, kalo disuruh pergi sendiri jadi agak linglung hahhaha. memalukan ya?






Bus stop edition :P
selalu suka foto di Bus stop seperti ini, karena background nya bagus , menurut saya sih.. :D

Sampai di City, baru kali ini sempet bikin foto di beberapa spot yang menurut saya cantik. Dan Maaf, saya moto cuma pakai kamera HP, jadi bukanlah foto-foto yang masuk kategori punya fokus yang bagus, pencahayaan yang sempurna, tapi yang terekam adalah suasana yang memang seperti akan tertangkap mata :D.
Salah satu City Roos yang ada di jalan George street.

Empat City Roos ini punya pose yang berbeda-beda, dibuat dari potongan-potongan besi yang (kelihatannya) sudah nggak terpakai lagi. Hasilnya? Indah sekaligus unik.

Nah ini dia lempengan besi untuk menghormati si pembuat City Roos yang unik ini.  Ternyata dibuat oleh Christopher Trotter.

Satu pose city roos yang paling malas. Tiap hari cuma duduk-duduk doang, hehhehehhe.

Puas berfoto dengan 'City Kangaroos' ini sambil bawa troli belanja, perjalanan pun dilanjutkan. Oh ya, pas kemaren sih alhamdulillah nggak nyasar di awal. Semua lancar, Allah baek sekali, kalau awal2 saya tersesat, mungkin perjalanan tanpa Ayah ini bakal nggak terlalu menyenangkan.

Fokusnya sebenernya adalah bangku kosong ini, tapi ternyata Parliament House dan Brisbane's Balls di belakangnya juga mencolok ya.. wrong focus. 

Salah satu sisi Brisbane city yang nggak terlalu ramai. Penuh bunga, ramah pengunjung (karena banyak tempat duduk buat kalo lagi kecapean jalan) dan bersih .

Sooo quiet :P

Fresh Juice stall. Enak enak enak.

Kerang raksasa .....dari emas pula hahahahaha...

Nggak jelas ini yang mau dipoto apa sih ya? #mikir 

Indaaaaah, terawat dan mekar bersamaan.
salah satu sudut paling ramai di City, biasanya sih banyak pertunjukan atau galang dana disini. Banyak food stall, coffe stall, beberapa penjual balon atau perform sesuatu disini
Pose dengan salah satu artist yang lagi "manggung" hari itu. jangan lupa koinnya yaaa :D
Masih semangat berpose, sebelum troli terisi penuh, sebelum 1 jam nyasar sama ibu :P
Oh ya, satu hal yang menarik disini, beberapa kali saya main ke City, mall - mall yang ada hampir selalu kosong. Maksudnya bukan bener-bener kosong nggak ada pengunjung, tapi sepi kalau dibanding sama Mall yang ada di Indonesia. Apalagi kalau hari minggu, seringkali si Fawwaz bisa main kejar-kejaran sama si ayah di dalam Mall. Sepiii ...
Dan yang ramai adalah Coffe Stall, atau cafe outdoor yang ditemani live music dari artis lokal. 
Rupa2nya penduduk Brisbane lebih suka menikmati kopi, kue dan music dari pada cuci mata di mall.
Dan beberapa kali teman-teman se-negara saya bilang kalau pas ada obral diskon, mall-nya hampir selalu dipenuhi wajah-wajah Asia. hahahah, mungkin, makhluk Asia memang suka belanja ya... :D
Nooo, ini cuma generalisasi aja, nggak sepenuhnya betul. heheh.

CHANEL, yang ini jelas barang ORI, bukan KW hihihih, jadi inget dulu semasa jadi pedagang yang sering belanja di Tanah Abang, sering ketemu sama barang 'KW, super, semi super'. Efek buruknya adalah, saya nggak berani masuk ke toko ini, udah nggak pede aja, ngeri liat harganya, abis yang jaga deket pintu aja udah pake jas dan necis amit-amit . 

Salah satu pintu masuk Mall di City, sepi kaaan? #maksa
nah, coba bandingkan sama situasi yang ini. Cafe ini letaknya hampir tepat di depan pintu mall diatas, jauh beda kan? dan fotonya diambil cuman jeda 1-2 menit aja. Jadi benarlah, mereka lebih suka kongkow di cafe.

Setelah acara belanja selama hampir dua jam, akhirnya kami memutuskan pulang. Spidol 24 warna, kertas gambar, pensil warna 24 macam, sabun cuci dan beberapa peralatan creativity buat mas Fawwaz sudah masuk troli. Waktunya bergegas pulang, jam  4.15 PM.
Sore hari di Kota. Suka sekali lihat lampu-lampu temaram ini, bikin suasana jadi hangat dan berkesan romantik.

Nah, saat itulah acara tersesat dimulai. Begitu keluar dari Woollie, udah langsung bingung lihat arah kanan dan kiri. hahahha. Oke, hidupkan perangkat peta yang ada di Hape, cari Adelaide street tempat saya tadi datang dari St. lucia. Malangnya, setelah jalan 100-200 meter, baru sadar kalau menuju arah yang salah.
Putar balik.
Setelah berjibaku muter-muter, dan sempat terdampar di depan Wollie lagi, (yang artinya, saya ngabisin 35 menit buat ngelilingin satu blok) saya nyampe di Adelaide street. LAh?? tapi koq bus Stopnya nggak ada, mana saya lupa tadi turun di Bus stop nomor berapa. 
Karena bingung, mas Fawwaz nanya"Ibu, kita kemana"
"Pulang dong" jawab saya singkat aja.
"tapi kog kita kesini lagi?" Tanya dia,
saat itulah saya nyadar kalo udah ngelewatin jalan yang sama 3 kali.
Sadar ibunya bingung, si Fawwaz justru tertawa... "hahahahha, kita tersesat!!" katanya riang. hadeeeeh.

Akhirnya saya memutuskan duduk sejenak, buka web translink mencari petunjuk yang benar. Tarraaa, 15 menit kemudian, saya udah nyampe di Bus Stop impian, menunggu bus yang akan membawa saya pulang ke St. Lucia. hahahahahah #malu.
Dan akhirnya, saya nyampe rumah jam 6.15. hitunglah berapa lama saya nyasar. 
Eniwei, ngga papa lah.

Sampai Jumpa di petualangan berikutnya Ya.
Peluk Cium dari Brisbane.



3 comments:

Oktavera Rahardi said...

ternyata sukses gak pakai nyasar ya mbak... kalau di kami, yang jadi penunjuk jalan itu saya... suami tinggal duduk manis,,, nyetir... bahkan sampai jalan2 tikus pun harus mengikuti instruksi dari sang istri :D

tapi skr sudah ada kemajuan sih.. sudah tidak "sebuta" dulu (yang dari pengakuannya, ke matos aja perlu GPS)

Lovable Me said...

nyasar Veee, itu ceritanya belum selesai, heheheh
Salam Tos buat pak Brian yah, samaan kita. Aku pernah masuk pasar klewer di jogja juga ndak bisa keluar heheheh.

eh vera, Fb nya kenapa di deaktivasi bun?
kan sayang...

Oktavera Rahardi said...

pengen nyepi mbak waktu itu.. banyak hal yang musti dipikirin.. sekarang sudah aktif lagi kok he he he... juga mulai nulis2 lagi di blog :D