Follow Us @soratemplates

Tuesday, June 25, 2013

SyDNEY- part 1

Yeap, setelah akhirnya direncanakan sejak jauh-jauh hari,
20 June kemaren resmilah kami sekeluarga bertolak ke Sydney.
fulfilling one of our dream
Di bandara, ketemu sama pasangan pengantin baru (tante Karin-Om Indra) yang lagi juga berencana keliling beberapa tempat di Australia mumpung liburan, yang jadi langsung bertukar cerita tentang tugas-tugas plus tukeran info tempat-tempat menarik yang bisa didatengin.
Dan karena penerbangan yang sempet delay selama hampir 1 jam, jadilah kongkow di Bandara sampe agak mati gaya, nggak parah sih, cuman Fawwaz sempet ngaku "I am boring mommy" katanya sambil ndelosor di tempat duduk. 








Mejeng dulu di bandara, sebelum bosen :P, kali ini patner potonya bukan Fawwaz, tapi temen hidup sehari-hari, heheheh....
Mendarat di Sydney bukan berarti bisa langsung leyeh-leyeh di tempat tidur, karena ternyata ketinggalan kereta terakhir dari central station yang akan nganter kita ke Macquarie Uni station, jadilah naek taxi saja, untung gak jauh-jauh, hampir jam 1 pagi waktu nyampe di tempat Om Adit, yang nawarin kamarnya buat kita sekeluarga. Untungnya, akomodasi ini tuh penuh dengan para bujang yang sepertinya punya kebiasaan tidur malem, jam segitu aja mereka masih segar bugar, hehehehehe.
Fawwaz pun langsung engaged sama om-om ini. 

Bangun tidur, sama-sama belum mandi, dan entah mereka nonton apa sampai asik begini .

Main Gitar :P
Esok harinya, Sydney mendung, tapi nggak menyurutkan niat buat jalan-jalan dong.
Hari pertama langsung jalan ke kota. 
Menyusur jalan kota Sydney, saat itulah saya koq merasa beneran ada di kota besar. Kalau dibandingin sama Brisbane (katanya sih Bne itu kota paling padat nomor tiga di Oz), Hmmm, merasa seperti orang kampung yang terpesona dengan semua gedung tua nan cantik di pusat kota. Yang menarik buat saya memang bukan gedung-gedung tinggi yang minimalis dan moderen, tapi justru yang bentuknya mirip-mirip kastil. Brisbane indah, meski agak sepi, tapi Sydney?? wah terpesona dong dengan semua fasilitasnya, tata kotanya, makanannya, hahahah, karena makanan halal ini termasuk salah satu issue di Brisbane, alias agak susah. Saya kan doyan makan. Jadi bertebarannya warung makanan Halal di Sydney itu seperti surga, pun saat bertransaksi teteup bisa pakai bahasa Indonesia :D #masih terpesona.

Bertahun yang lalu sering kali ngobrol sama Ayah tentang berfoto berdua di tempat ini, and the dream comes true, plus fotografer cilik yang dengan sukarela motoin Ayah-ibunya, thanks Sweetheart :*



Hari kedua, Sydney mulai diguyur hujan gerimis, dan dingin mulai terasa mengigit. Tapi belum kapok juga. Siang harinya, begitu hujan sedikit reda, pergi lagi ke tengah kota. Dan sempat mampir di Paddy's, eh ya....saya beneran takjub ada di tempat ini, percaya gak, berasa seperti ada di tanah abang. Harganya iyalah jelas lebih murce ketimbang yang ada di supermarket, dan anda sekalian bisa bargain disini. Jadi silahkan aja tawar-menawar. Pas lagi nawar mainan buat mas Fawwaz, dari harga $18 saya langsung nawar jadi $12, Ha? saya langsung dapet pelototan dari si abang penjual, rupanya kebiasaan nawar harga terendah pas masih sering belanja di Tanah Abang belom hilang, wkwkwkwkw.
Akhirnya saya perhalus bahasanya: "In reasonable price, how much you can give me for this?" 
Ujungnya, cuma bisa turun $2 aja, tapi mungkin kalo saya ngotot $15 bakal dikasih juga kali ya? Ah entahlah...
oh ya, satu lagi, kalau beruntung, anda juga bisa bertransaksi dalam bahasa Indonesia lho :D

Yang Seru juga ketika (di)sempetin janjian sama temen-temen sekelas EAP Jakarta dulu. Senangnya!!
Ajaib sekali setelah sekelas terpisah-pisah di Universitas impian masing-masing, ternyata bisa ketemu lagi. Yang dulu biasanya berbagi segala macem kabar berita di kelas, terpisah beberapa waktu dan akhirnya bisa ketemu lagi dan berbagi ledekan plus curhatan lagi. Walaupun nggak lengkap sekelas, tetap seneng, karena kita punya beberapa orang anggota kelas tambahan hahahah.

Nah dua orang 6M4, dan beberapa orang anggota kelas tambahan :P

Cheers :D

Ibu konjen Brisbane & Nyonya Konjen Sydney (katanya sih :D)
Idola baru mas Fawwaz, tante Sisi yang pintar menari.
Yippiee :D


Belajar terbang sama pakdhe Triono :p
Merpati Liar Tapi jinak lho, cantik pula. 
Jalan-jalan hari itu ditutup pake acara seremony poto bersama di depan Opera House (lagi).
dan pisahan di Circular Quay Sydney karena sudah menjelang malam.
Gerimis turun lagi.
Kebasahan lagi.
Tired, Freezing, yet Happy.

Muah.
Bunch of kisses from Sydney.

No comments: