Follow Us @soratemplates

Friday, November 29, 2013

Tentang belajar Membaca (3)

7:15:00 AM 3 Comments
:D
Kali ini, bagaimana kisah dan proses interaksi Fawwaz dengan kata dan huruf saya tulis adalah karena dua hal: 
satu, saya pernah punya janji disini kalau saya akan menulis step-by-step detail proses membaca Fawwaz.
Dua, supaya punya arsip, yang siapa tau berguna kelak dikemudian hari.

okeh, mari kita simak satu persatu metode belajar Fawwaz kemaren.
Tapi saya ingetin ya…, semua yg diceritain disini adalah semata pengalaman kami sekeluarga aja, kalau ditanya itu metode apa, basisnya darimana, sepertinya saya nggak akan bisa jawab.
:D





Hari pertama Fawwaz datang ke sekolah, kita langsung ambil seragam, seperangkat peralatan untuk satu tahun dan tas sekolah. Ehm, tepatnya beli.
Dan, kalo nggak salah, beberapa hari kemudian, di tas sekolah ada folder yang berisi Pictionary, sight words book dan buku cerita untuk early reader pinjaman dari sekolah. Kalau boleh saya bilang, Sight Words book inilah salah dua yang paling "kena" buat Fawwaz sepanjang perjalanan belajar membaca selain koleksi bacaan yang ada di sekolah.
Ini dia Halaman pertama Sight Words book Fawwaz.

Halaman Awal buku Sight Words Fawwaz, yang isinya pengenalan kosakata bahasa inggris, dimulai dari yang paling mudah.
Jangan salah, Sight Words book ini bukan semacam buku cetakan pabrik, melainkan buku tulis bergaris biasa yang ditempelin print out 100 kata elemen utama dalam percakapan sehari-hari. Mulai dari kata "I", "a", "the" dan seterusnya.
Tiap kata ini harus bisa dibacaa dalam rentang waktu kurleb 3 detik, kalau masih agak lama baru si anak bisa 'membaca' kosakatanya, berarti kata ini harus diulang lagi keesokan harinya.
Tapi yang harus diingat adalah nggak ada patokan setiap hari si anak harus hafal sekian kosakata, bebas aja. Disisi lain pengayaan kosakata ini dibantu dengan buku-buku cerita sesuai level membaca si anak, jadinya nggak bosen, dan tentulah buku-buku ini mayoritas bergambar.
Setiap kata yang bisa dihafal dan dikenali dengan cepat dicentang, dan setiap kali bisa menyelesaikan satu halaman si murid berhak dapet bintang, yey.

Halaman kedua Sight Words book, mash berisi kata-kata umum untuk percakapan dalam bahasa inggris.
Seiring dengan proses perkenalan huruf ini, para orang tua pun diharapkan punya peran aktif.
Dan, sangat salut untuk ayah Fawwaz yang punya ide untuk bikin mainan sederhana tapi cukup efektif untuk media belajar. Jadi, suami saya ini menuliskan setiap kata yang ada di lembaran buku sight words di potongan kertas kecil berukuran kurang lebih 10X10cm. Setiap satu kata ditulis di satu potongan kertas. Dan, saat mereka bermain, kertas-kertas itu akan dilempar berhamburan di udara. Setelah itu mereka akan berlomba mengumpulkan potongan-potongan kertas yang ada, dan setiap potongan kertas yang berhasil dikumpulkan harus dibaca dan diucapkan dengan lantang. Heheheh, rupanya Fawwaz menganggap makin banyak kertas yang dikumpulkan dia akan jadi pemenang, konsekuensinya dia akan membaca lebih banyak, mengulang lebih banyak kata. :)
Jadilah, bermain dan belajar bersama ayah ini cukup signifikan membantu proses belajar membacanya.


Di sekolah, group reading pun diadakan setiap pagi.
Jadi, para murid akan dibagi kedalam beberapa grup dengan berdasarkan level bacaan.
Biasanya sih satu grup berisi 5-6 orang. Masing-masing meja akan didampingi satu "guru", dan seringnya para wali murid akan ikut turun tangan karena guru dikelas hanya ada dua orang, sedangkan grup siswa bisa sampai 5 meja, jadilah setiap hari ada 3 orang volunteer yang bisa mengawasi setiap meja. Hehe, tapi saya belum pernah ikutan jadi volunteer, sadar diri ini, pronunciation saya kan masih kadang nggak bener, takut malah bikin kacau bibit-bibit pemula yang cemerlang ini. :D
Di grup kecil ini setiap anak akan dapat satu buku, dan mereka bertugas membaca buku itu secara lantang untuk teman2 yang lain. 
Jadi selain membaca, mereka juga akan berlatih 'bicara' di depan banyak orang.

Kalau diperhatikan, setiap lembar halaman sight words ini berisi 10 kata yang diberi nama seperti purple list, brown list, yellow list dst. Total jumlah keseluruhan sight words yang harus bias dipahami dan digunakan secara mahir dalam kalimat ada 100 buah kosakata.
Saya katakan digunakan secara mahir karena murid diharapkan bisa menuliskan kata2 ini secara mandiri dan betul. Bu guru tidak akan beranjak dari halaman yang sama dan menempelkan list baru di halaman baru kalau list lama si murid belum seratus persen paham cara membaca, menulis dan menggunakan setiap kata dengan betul didalam sebuah kalimat. Bukan pekerjaan mudah kan?
Tapi sekali lagi, seperti yang sudah diingatkan pihak sekolah, bahwa ini bukanlah pertandingan membaca, maka setiap tahap disesuaikan dengan kemampuan si anak tanpa paksaan.
Maka jangan heran, jumlah list yang ada dibuku setiap anak akan berbeda-beda, sesuai kemajuan mereka masing-masing. 
Buat yang berminat 100 magic words ini terdiri dari kosakata apa saja, silahkan japri saya ya…
Bisa dikirim via e-mail, :D

Oh iya, tulisan ini akan masih bersambung,
saya juga akan cerita proses belajar yang lain setelah si anak mahir menggunakan 100 magic words ini. Tetapi tentu saja…akan sedikit butuh waktu.

Selamat belajar kawan 
:)