Follow Us @soratemplates

Monday, December 30, 2013

Tentang belajar membaca (4).

8:54:00 PM 3 Comments
Menyambung tulisan saya sebelumnya tentang perjalanan Fawwaz mengenali huruf, kata hingga rangkaian kata membentuk kalimat, sepertinya tulisan ini akan jadi episode akhir tentang kisah Fawwaz belajar membaca.

Setelah sebelumnya saya bertutur banyak tentang Sight Words disini, lalu, setelah anak kita mahir memakainya, apa selanjutnya? berhenti begitu sajakah? atau menambah jumlah sight words-nya?
Menambah jumlah sight words yang bisa dihafal, digunakan dalam percakapan atau dalam proses menulis. Tapi menghafal saja rupanya belum cukup, apalagi kalau si anak sudah menunjukkan tanda-tanda bosan.
Tadinya saya sempat mikir kira-kira gimana cara bu Guru disekolah Fawwaz menambah tingkat kesulitan dalam proses belajar ini. Dirumah, saya punya cara sendiri untuk bikin Fawwaz tetap belajar tentang kalimat yang baik dan proses merangkai cerita.
Tapi nanti dulu deh, sebaiknya kita mulai saja dari yang disekolah ya…






Suatu hari sepulang sekolah, si ayah bercerita kalau Mrs.Heyden chatting dengan anak saya. Ha? nah bukannya setiap hari mereka juga ngobrol, heheh. Rupanya, chat tertulis di atas buku sight words Fawwaz yang sudah tuntas dikuasai.
               
                                                




Beberapa lembaran chatting antara bu Guru dan mas Fawwaz di sekolah, beberapa masih ada salah grammar atau salah spelling. Tak apalah, namanya juga belajar. dan lucunya, setiap anak akan punya buku chatting sendiri2 dengan ibu guru, tapi tentu saja setelah mereka menyelesaikan sight words. Bisa kebayang lelahnya bu guru ini menanggapi pertanyaan satu persatu dari setiap muridnya, heehheh. 

Setelah itu, murid-murid di sekolah juga akan bermain dengan potongan2 kertas membentuk suatu kalimat seperti ini :



Dari buku-buku ini bisa terlihat dari hari ke hari, bu Guru menambah tingkat kesulitan Fawwaz. Dari hanya menyusun kalimat dari potongan-potongan kata, hingga menceritakan sebuah gambar.
Masih ada salah disana-sini, tapi bu Guru selalu memberi komentar membangun, karena memang yang patut dihargai bukanlah hasilnya, tapi kerja keras si murid.

Sampai akhirnya, Fawwaz mulai merambah buku tingkat akhir dari proses membacanya, yaitu mulai mengarang suatu cerita. Ah senangnya. Mari kita intip beberapa lembar halamannya. Tetap masih ada salah spelling atau grammar, hahhah……




Nah, itu aktivitas belajar Fawwaz disekolah selain belajar matematika, science, dan history, dan di akhir tahun kemampuan bahasa inggrisnya juga diamati dan dinilai mengingat Bahasa Inggris adalah bahasa ke-dua-nya. Bukan bahasa ibu, hasilnya cukup menggembirakan sih, belum perfecto, tapi penggunaan bahasa inggrisnya sudah sangat efektif. Well done Son!

Nah Sekarang, apa yang ayah-ibu lakukan dirumah? 
Hahahahah, jiper saya mo cerita. Sebenernya nggak banyak, yang saya ajarkan dirumah adalah hasil browsing kesana-kemari tentang pentingnya belajar narasi untuk anak-anak. Jadi, ada beberapa hal yang rutin dikerjakan, misalnya one day one page writing. Fawwaz cuma meng-copy satu halaman buku ceritanya, untuk ditulis ulang di buku tulis. Buku ceritanya apa aja, suka-suka dia. Prinsipnya, saya nggak membantasi buku cerita apa yang mau ditulisnya hari itu, karena saya pengen dia belajar banyak kosakata dan gaya seorang pengarang bercerita sebelum dia bisa menentukan gaya kepenulisannya sendiri, dan punya style menulis yang unik, itu aja. Dan saya tau sih, ini bukan proses mingguan atau bulanan, tapi tahunan. Gaya menulisnya yang unik baru akan bisa saya lihat bertahun-tahun kemudian, sementara itu masih cukup waktu buat saya memperbaiki kualitas menulis saya sendiri, nah gimana saya bisa memberi masukan kalau ilmu menulis saya pun cetek, heheheheh. 
jadi sepertinya, saya sedang berlomba dengan anak saya sendiri, supaya saya tetap bisa menjangkau daya pikir dia kelak.
Contoh tulisan Fawwaz di acara one day one page ini seperti ini, dengan tulisan yang masih berantakan hehehhe.


Teknik narasi yang lumayan ampuh juga yaitu dengan story telling, jadi dia diminta menceritakan ulang buku yang sudah dibaca, lebih enak lihat videonya ya…
bisa dilihat di link berikut
https://www.facebook.com/photo.php?v=10200784735084084&set=vb.1334149841&type=3&theater

nah sayangnya saya nggak tau, kalo bukan teman di fesbuk saya, bisa nggak ya buka link ini?
Udah saya setting 'public' sih, semoga sukses acara nontonnya.
Jadi, aktivitas baca-tulis ini sudah jadi acara wajib sehari-hari, selain membaca Iqro, bermain-main, atau menggambar. 
Apalagi yaaa….rasanya cuman itu aja…
inti kegiatan ini sih sebenernya membentuk kebiasaan positif sedari kecil, dan dia pun sudah cukup sibuk setiap harinya, tetap tanpa nonton tivi, tanpa main games berlebihan (karena main games tetap saya batasi 1 atau 2 jam setiap hari, no more!), dan kalaupun nonton film, saya unduh filmnya dari youtube, itupun dengan persetujuan bersama menentukan film yang akan ditonton.
Kelihatan ribet? sedikit….
Capek? pastinya !, belum lagi sesi bed time story dan pep-talk sebelum tidur.

Semoga, suatu saat nanti jerih payah saya dan suami bisa terbayar saat melihat dia dengan gagah bisa menjalani hidupnya sendiri tanpa rasa takut karena ketidakbisaan, semoga.

Hehehe, malah ngelantur..
selamat belajar ya Kawan,
Cheers….


Library Visit.

6:19:00 AM 0 Comments

Salah satu program liburan Fawwaz yang sudah direncanakan jauh-jauh hari adalah kunjugan ke perpustakaan.
Sebenernya pepustakaan adalah tempat yang termasuk sering dikunjungi Fawwaz, hampir setiap minggu, bahkan kadang seminggu-pun bisa sampai dua-tiga kali.
Sebabnya banyak, karena banyak buku (iyalah, namanya juga perpus hehhe..), tempatnya nyaman, dan akses juga amat sangat gampang. Dan biasanya memang, perpustakaan yang paling sering dikunjungi adalah yang paling dekat dgn rumah, yaitu perpustakaan Toowong.

Nah kali ini, mengunjungi yang ada di pusat kota, yaitu Brisbane Square Library. Menurut catalog, kota Brisbane punya 33 buah perpustakaan, tersebar di seantero kota Brisbane. Nah, sayangnya baru sempat mengunjungi dua tempat, yaitu Toowong library dan Brisbane Square Library. pengennya siiiiih…bisa mengunjungi minimal separuh dari ke-33 perpustakaan itu. Hehehehe… #ngimpi.





Seperti apakah perpustakaan kota Brisbane ini? yuk kita intip.

Yang pertama : TOOOWONG Library.
Salah satu sudut koleksi buku Fiksi Toowong Library.
Area membaca untuk para dewasa.
Area yang paling menarik buat Fawwaz tentu saja area anak-anak, buku berwarna-warni, bantal-bantal besar, meja dan kursi mini, dan satu buah komputer, belum lagi ruangan yang di-cat warna-warni, saya pun bahagia bukan main di area ini, karena bisa reunian dengan beberapa buku bacaan saya pas masih anak-anak, asterix-obelix, dragon ball, tintin, hahahahha…….senang pokoknya! :D
Salah satu sudut area membaca untuk anak-anak yang tampak meriah .
Bagian atas area membaca anak-anak pun dihias sedemikian rupa.
Tenggelam diantara buku bacaan, hahah.
Sudut untuk menulis, menggambar, mewarnai, atau sekedar duduk-duduk. 


Perpustakaan Toowong dilengkapi dengan beberapa komputer untuk akses Internet dan ruang baca mungil untuk para remaja. Seingat saya juga punya satu atau dua meeting room, koleksi bacaannya pun sangat beragam dan terawat baik, mulai dari majalah, buku-buku, VCD, dan bibliography. Beberapa buku berlabel merah nggak bisa dipinjam dan dibawa pulang, hanya boleh dibaca di tempat, keliahatannya karena buku-buku ini termasuk koleksi langka, dan kebanyakan adalah literatur yang menceritakan perkembangan kota Brisbane dari masa ke masa.


Nah, lalu? bagaimana dengan perpustakaan Kota?

Ini dia, ternyata ada 3 lantai. Lantai 1 (ground), adalah tempat anda bisa kongkow2, karena disediakan tempat duduk yang nyaman banget, disini pula peminjaman buku bisa dilakukan. Tadi saya sempet muter2 di lantai 2 nyari mesin otomatis buat minjem beberapa buku, nggak ada, ternyata hanya ada di lantai satu ini, hahahah….

lantai dua ada toilet (info penting ini :D ), komputer, meeting room (kalo nggak salah ada beberapa), daaan area bacaan anak-anak, Yihaaaa, dan ada pula Xbox gratis…asal anda mau ngantri, dan televisi segede gaban.
Luas, nyaman, adem dan bersih, satu lagi, koneksi internetnya yahud !!
Xbox, salah satu fasilitas gratis di perpustakaan kota.
Mari nonton TV :)
Salah satu sudut koleksi buku di perpustakaan kota.
Ini maenan apa sih namanya? saya juga nggak tau, touch screen, edu gamesnya pun macem-macem,  bisa maen sendirian, ataupun beramai-ramai.
           
Beberapa brosur yang dikumpulkan hari ini, berupa informasi tentang acara liburan anak-anak, berbayar ataupun gratis, tinggal kunjungi web-nya, booking, dan nikmati acaranya di hari-H nanti.
           
Overall, sejauh ini, saya dan Fawwaz selalu puas setiap kali mengunjungi perpustakaan di kota Brisbane.  Mendaftarnya pun cukup gampang, cukup tunjukkan ID anda dan keterangan yang menunjukkan dimana anda tinggal, waktu itu saya cukup nunjukin student card dan leasing agreement ajah, tunggu 10 menit-an, dan kartu anda pun siap dipakai. Bagusnya lagi mereka sudah punya sistem terpadu, jadi kalaupun anda pinjam di satu perpustakaan, anda boleh mengembalikan buku, majalah ataupun VCD di perpustakaan manapun. Satu kali pinjam bisa sampai 20 buku dalam rentang waktu satu bulan, dan kalau masih belum tuntas, proses renew bisa dilakukan secara online untuk satu bulan berikutnya. Mudah bukan, belum lagi koleksi mereka yang sangat up to date, sssttt, tadi saya sempet nyomot (baca:pinjem) Vogue terbaru.  :D

Belum lagi mereka punya beberapa acara reguler yang sangat ramah untuk anak-anak,  misalnya acara baby and books rhymes, toddler time, children's story time, Sangat recommended untuk anak-anak dan para orang tua.     

Yuk, mari kita berkunjung ke perpustakaan :D                                                                                           

Tuesday, December 17, 2013

Paper-1 : Introduction-MuPyV

11:47:00 PM 0 Comments
Kali pertama mau nyoba nulis tentang pekerjaan saya.
Pekerjaan yang menyenangkan, yaitu Membaca. hahhahah…..
Kalau biasanya nge-post sesuatu tentang yang dibaca oleh anak ganteng saya, kali ini adalah buku atau paper yang dibaca ibunya.

Tetap akan ditulis ke dalam bahasa mudah.
Karena ternyata, saya sadar kalo udah urusan beginian bahasa yang saya pakai amat sangat seperti buku pelajaran disekolah dan jadi sedikit boooring.
Jadi ini seperti tantangan sendiri buat saya, hehhehh.
Merubah bahasa dari langit ke-tujuh jadi bahasa yang lebih membumi :D.






Judul paper kali ini adalah:
A microbial platform for rapid and low-cost virus-like-partikel and capsomere vaccines.


Rupa-rupanya paper ini adalah hasil kerja bareng dari 3 institusi yang berbeda, yaitu: Univerisity of Queensland, Griffith University dan satu lagi The Queensland Institute of Medical Research. Porsi menarik dari sebuah paper (menurut saya pribadi) adalah bagian introduction, atau latar belakang. Sebabnya adalah karena banyak hal, jelas bagian ini adalah yang akan memberi kita informasi alur sebab-akibat dan kenapa suatu riset dikerjakan dan menjadi menarik atau bahkan penting.
(walau sedihnya, sering kali dan sebagian besar orang melewatkan pentingnya bagian ini dan langsung melihat 'result and discussion'. Bahkan, seakan-akan bagian ini 'hanya' jadi pelengkap).
Padahal, keunikan suatu jurnal bisa dengan mudah ditemukan disini.

Jadi sekarang, saya akan coba ulas bagian 'latar belakang' dari jurnal yang dikirim buat saya dari Frank. Diawali dengan informasi umum seperti pentingnya Vaksinasi yang secara efektif meng-enyah-kan penyakit tertentu dari muka bumi, jurnal ini lalu
membeberkan fakta tentang jumlah kematian anak-anak dibawah 5 tahun disebabkan oleh penyakit tertentu yang kebanyakan terjadi di negara-negara sedang berkembang (Indonesia termasuk dong ya? kita kan masih "developing country" belum berubah jadi "developed country"). Tetapi ternyata problematika vaksinasi ini bukan cuma jadi masalah di negara berkembang lho, bahkan negara yang masuk kategori maju, cukup dibuat repot ketika kemaren flu burung menyerang masyarakat dunia.
(lebay gak sih ini bahasanya? hahahhah). Nah, kejadian ini menjadi tekanan tersendiri bagi mereka untuk bisa memproduksi vaksin dengan cepat, murah dan bisa diproduksi masal untuk memenuhi permintaan dari banyak pihak.

Setelah penjelasan singkat tentang kebutuhan vaksin ini, mulailah ada penjelasan tentang Virus-like Partikel (VLP), yang aman dan punya tingkat efikasi cukup tinggi. Sejauh ini, VLP-vaccine sudah tersedia untuk hepatitis B dan kanker servik. Dan poin penting kenapa VLP menjadi menarik bagi grup peneliti ini adalah karena VLP vaksin ini ternyata terbukti mampu menginduksi sistem kekebalan humoral dan seluler manusia walaupun tanpa penggunaan adjuvant.
Hmm, lain kali mungkin sebaiknya akan saya tulis lebih detail tentang perbedaan vaksin VLP ini dengan vaksin reguler, sekaligus paper yang memberikan pernyataan menarik soal "tanpa adjuvant" ini, tapi nanti dong yahhh…masih panjang ini. hehhe.

Nah, setelah informasi umum soal VLP, berikutnya tentu saja penjabaran lebih detail tentang VLP, yang ternyata untuk bikin VLP ini tentu saja butuh yang namanya "appropriately folded protein", alias protein punya aktivitas, bukan sekedar produksi protein tertentu aja. Proses pembuatan VLP dari protein tertentu butuh segudang pekerjaan yang melibatkan interior sel dan interaksinya dengan lingkungan (lingkungan sel lho yah, bukan lingkungan alam semesta). Nah, karena membuat VLP secara 'in vivo' butuh proses panjang, para peneliti mulai melirik yang namanya teknik "in vitro". Karena proses perakitan nya relatif lebih mudah dan terukur, merujuk satu paper utama yang disebut beberapa kali di dalam paper ini, yang intinya dengan teknik 'in vitro', dengan memakai E.coli, akan menekan biaya dan rentang waktu pembuatan vaksin.

Lalu dimanakah uniknya paper ini? Jelas mereka tertarik dengan yang namanya produksi VLP secara in vitro dengan E.coli, lalu apakah yang mereka produksi? sekedar "mengulang" kesuksesan paper rujukan mereka kah?. 
No, dengan jelas mereka menulis kalau mereka akan bikin vaccine platform untuk Polyomavirus (MuPyV)-VP1 baik dengan capsomere dan VLP, dan penggunaannya ditujukan untuk influenza dan Group A Streptococcus (GAS). Nah saya lupa bilang tadi, kenapa capsomere jadi menarik selain VLP?  adalah karena capsomere ini juga ditemukan cukup antigenik bagi sistem kekebalan tubuh manusia, Jadi kalau dirunut, mereka akan produksi VP1 protein dengan E.coli, nah formasi pentamer dari VP1 ini disebut capsomere, selanjutnya, dengan assembling tertentu, si capsomere akan dirubah jadi VLP yang sangat terkenal itu, dan karena capsomere ini cukup imunogenik, jadilah akan diproses sekaligus bersamaan dengan VLP, semacam potong kompas, kalau kita bisa pakai capsomer-nya, VLP akan jadi pilihan kedua, karena prosesnya lebih panjang.
heheheh…..

Untuk tujuan penggunaan vaksin influenza, yang digunakan adalah M2e protein yang dipasangkan ke dalam polyomavirus-VP1 capsomere, purifikasi, dan melakukan serangkaian test untuk potensi antibody binding.
Sedangkan untuk tujuan GAS, peptida yang digunakan adalah J8 karena nggak ada cross reaction dengan protein manusia., tapi oh tetapi, tantangannya adalah bagaimana 'merubah' J8 protein ini jadi sedikit imunogenik dan tetap aman digunakan. Masuk akal bukan? sekedar nggak ada cross reaction memang aman untuk manusia, tapi hampir dipastikan nggak akan bisa menginduksi sistem kekebalan tubuh kita memproduksi yang namanya antibodi, Nah, jadi J8 ini akan dimodifikasi supaya sedikit imunogenik, dikenali sebagai antigen dan badan kita bisa memproduksi antibodi yang diinginkan, namun tetap aman.

Overall, ini paper yang bagus, meski saya sedikit terbata-bata karena kecepatan saya mencerna jurnal mulai melambat karena liburan, hihhiii…
Anyway, satu nih yang saya masih belum bisa melihat benang merahnya, kenapa influenza dan GAS?
dua hal ini kayaknya agak 'jauh' beda, meski dua2nya penting, apakah ada korelasi antara influenza dan GAS ini, atau enggak?
kudu cari tau lagi, maklum masih newbie..
wkwkwkk…

silahkan kalau mau komplain atau diskusi,
siapa tau ada yang harus dikoreksi atau saya salah mencerna..
fell free to contact me or just write your comments here..
enjoy!