Follow Us @soratemplates

Monday, December 30, 2013

Tentang belajar membaca (4).

Menyambung tulisan saya sebelumnya tentang perjalanan Fawwaz mengenali huruf, kata hingga rangkaian kata membentuk kalimat, sepertinya tulisan ini akan jadi episode akhir tentang kisah Fawwaz belajar membaca.

Setelah sebelumnya saya bertutur banyak tentang Sight Words disini, lalu, setelah anak kita mahir memakainya, apa selanjutnya? berhenti begitu sajakah? atau menambah jumlah sight words-nya?
Menambah jumlah sight words yang bisa dihafal, digunakan dalam percakapan atau dalam proses menulis. Tapi menghafal saja rupanya belum cukup, apalagi kalau si anak sudah menunjukkan tanda-tanda bosan.
Tadinya saya sempat mikir kira-kira gimana cara bu Guru disekolah Fawwaz menambah tingkat kesulitan dalam proses belajar ini. Dirumah, saya punya cara sendiri untuk bikin Fawwaz tetap belajar tentang kalimat yang baik dan proses merangkai cerita.
Tapi nanti dulu deh, sebaiknya kita mulai saja dari yang disekolah ya…






Suatu hari sepulang sekolah, si ayah bercerita kalau Mrs.Heyden chatting dengan anak saya. Ha? nah bukannya setiap hari mereka juga ngobrol, heheh. Rupanya, chat tertulis di atas buku sight words Fawwaz yang sudah tuntas dikuasai.
               
                                                




Beberapa lembaran chatting antara bu Guru dan mas Fawwaz di sekolah, beberapa masih ada salah grammar atau salah spelling. Tak apalah, namanya juga belajar. dan lucunya, setiap anak akan punya buku chatting sendiri2 dengan ibu guru, tapi tentu saja setelah mereka menyelesaikan sight words. Bisa kebayang lelahnya bu guru ini menanggapi pertanyaan satu persatu dari setiap muridnya, heehheh. 

Setelah itu, murid-murid di sekolah juga akan bermain dengan potongan2 kertas membentuk suatu kalimat seperti ini :



Dari buku-buku ini bisa terlihat dari hari ke hari, bu Guru menambah tingkat kesulitan Fawwaz. Dari hanya menyusun kalimat dari potongan-potongan kata, hingga menceritakan sebuah gambar.
Masih ada salah disana-sini, tapi bu Guru selalu memberi komentar membangun, karena memang yang patut dihargai bukanlah hasilnya, tapi kerja keras si murid.

Sampai akhirnya, Fawwaz mulai merambah buku tingkat akhir dari proses membacanya, yaitu mulai mengarang suatu cerita. Ah senangnya. Mari kita intip beberapa lembar halamannya. Tetap masih ada salah spelling atau grammar, hahhah……




Nah, itu aktivitas belajar Fawwaz disekolah selain belajar matematika, science, dan history, dan di akhir tahun kemampuan bahasa inggrisnya juga diamati dan dinilai mengingat Bahasa Inggris adalah bahasa ke-dua-nya. Bukan bahasa ibu, hasilnya cukup menggembirakan sih, belum perfecto, tapi penggunaan bahasa inggrisnya sudah sangat efektif. Well done Son!

Nah Sekarang, apa yang ayah-ibu lakukan dirumah? 
Hahahahah, jiper saya mo cerita. Sebenernya nggak banyak, yang saya ajarkan dirumah adalah hasil browsing kesana-kemari tentang pentingnya belajar narasi untuk anak-anak. Jadi, ada beberapa hal yang rutin dikerjakan, misalnya one day one page writing. Fawwaz cuma meng-copy satu halaman buku ceritanya, untuk ditulis ulang di buku tulis. Buku ceritanya apa aja, suka-suka dia. Prinsipnya, saya nggak membantasi buku cerita apa yang mau ditulisnya hari itu, karena saya pengen dia belajar banyak kosakata dan gaya seorang pengarang bercerita sebelum dia bisa menentukan gaya kepenulisannya sendiri, dan punya style menulis yang unik, itu aja. Dan saya tau sih, ini bukan proses mingguan atau bulanan, tapi tahunan. Gaya menulisnya yang unik baru akan bisa saya lihat bertahun-tahun kemudian, sementara itu masih cukup waktu buat saya memperbaiki kualitas menulis saya sendiri, nah gimana saya bisa memberi masukan kalau ilmu menulis saya pun cetek, heheheheh. 
jadi sepertinya, saya sedang berlomba dengan anak saya sendiri, supaya saya tetap bisa menjangkau daya pikir dia kelak.
Contoh tulisan Fawwaz di acara one day one page ini seperti ini, dengan tulisan yang masih berantakan hehehhe.


Teknik narasi yang lumayan ampuh juga yaitu dengan story telling, jadi dia diminta menceritakan ulang buku yang sudah dibaca, lebih enak lihat videonya ya…
bisa dilihat di link berikut
https://www.facebook.com/photo.php?v=10200784735084084&set=vb.1334149841&type=3&theater

nah sayangnya saya nggak tau, kalo bukan teman di fesbuk saya, bisa nggak ya buka link ini?
Udah saya setting 'public' sih, semoga sukses acara nontonnya.
Jadi, aktivitas baca-tulis ini sudah jadi acara wajib sehari-hari, selain membaca Iqro, bermain-main, atau menggambar. 
Apalagi yaaa….rasanya cuman itu aja…
inti kegiatan ini sih sebenernya membentuk kebiasaan positif sedari kecil, dan dia pun sudah cukup sibuk setiap harinya, tetap tanpa nonton tivi, tanpa main games berlebihan (karena main games tetap saya batasi 1 atau 2 jam setiap hari, no more!), dan kalaupun nonton film, saya unduh filmnya dari youtube, itupun dengan persetujuan bersama menentukan film yang akan ditonton.
Kelihatan ribet? sedikit….
Capek? pastinya !, belum lagi sesi bed time story dan pep-talk sebelum tidur.

Semoga, suatu saat nanti jerih payah saya dan suami bisa terbayar saat melihat dia dengan gagah bisa menjalani hidupnya sendiri tanpa rasa takut karena ketidakbisaan, semoga.

Hehehe, malah ngelantur..
selamat belajar ya Kawan,
Cheers….


3 comments:

Oktavera Rahardi said...

Di beberapa hal, kita punya kesamaan mbak... contohnya nih: no tv, no youtube (setelah 3,5 bulan ini E-boy nonton youtube berjam-jam). Video youtube yg ingin dilihat harus diunduh dulu... Saat ini saya benar2 sedang membentuk watak dan mental. Berat! Dan lelah! Bagian yang paling bikin saya mewek adalah tidak bisa menulis blog sementara waktu... Saya memilih inline skate sebagai media penggemblengan karakter E-boy... nanti lah ya kalau fase2 tanjakan ini berlalu akan berbagi cerita lagi... Titip ucapan selamat dan semangat belajar buat Mas Fawwaz yaaa...

Lovable Me said...

Pastilah lelah, tapi itu lebih baik daripada sekedar menyerah atas tumbuh kembang anak yang nggak terarah.
In sha Allah terbayar bunda, tetep semangat yaaa….dan ditunggu ceritanya :D
Selamat belajar juga buat mas Erdi
#peluk cium

zal said...

tq for sharing. :D