Follow Us @soratemplates

Friday, February 14, 2014

Sekolah lagi? yuuuk….. :D

Ketika beberapa orang teman bertanya tentang Beasiswa AAS yang sedang saya jalani, sebenernya saya agak nggak pede jga mau jawab, karena koq rasanya nggak ada tips khusus ya..? Yang saya kerjakan dan saya persiapkan adalah serupa seperti yang disarankan dan dikerjakan banyak orang, yang pada intinya adalah: 'kerjakan dengan penuh kesungguhan'. That's it.

Sungguh-sungguh itu artinya:
# sungguh-sungguh ketika ngisi formulir
# sungguh-sungguh cari sekolahan yang diminati
# sungguh-sungguh cari info tentang sistem penilaian, persyaratan, pun sistem pembelajaran di negara  tujuan
# sungguh-sungguh belajar bahasa inggris
daaaan
# sungguh-sungguh berdoa (iyalaaaah, hahahha :D)





Nah. oke detail-nya begini:
Saat kita menentukan akan apply beasiswa tertentu, yang harus dipersiapkan di awal adalah persyaratan yang harus dipenuhi. Siapkan semua persyaratan ini jauh-jauh hari. Misalnya: untuk beasiswa AAS (detailnya bisa dilihat di website ini), salah satu syaratnya adalah TOEFL atau IELTS. 
Segeralah siapkan diri anda sebaik mungkin dan booking tempat untuk tes jauh-jauh hari, karena biasanya menjelang deadline beasiswa ditutup, lembaga penyelenggara tes IELTS atau TOEFL ini akan penuh, karena yang mo daftar beasiswa kan bukan cuman anda seorang, :D. Belum lagi, kalo anda harus mengulang, karena belum mencapai syarat minimal yang diperlukan.

University of Queensland

Untuk beasiswa AAS, ada juga formulir yang anda harus isi. Nah, usahakan untuk menjawab semua pertanyaan sebaik mungkin. Tulis setiap jawaban dengan bahasa baku yang baik dan benar. 
Mulailah mengisi sejak jauh-jauh hari. Luangkan waktu minimal sebulan untuk mengisi formulirnya. Satu bulan? iya satu bulan, alias 30 hari, minimal. Bahkan kalo anda sudah bekerja, bisa makan waktu lebih. 
Saya hampir yakin bakal ada yang terlewat kalau ngisi formulirnya hanya seminggu sebelum tenggat, dan akan kelihatan minim persiapan. Untuk beasiswa AAS, formulir ini akan jadi semacam portofolio singkat, dimana tim reviewer akan 'meneropong' siapa anda. Jadi buatlah sebaik mungkin tanpa berkesan berlebihan.
Nah untuk beasiswa dari Ausaid ini, menurut si Ayah, 'Jantung' dari isian formulir pendaftaran berada pada tiga pertanyaan yang ada di bagian tengah. Ketiga kolom pertanyaan tersebut intinya menuntut anda untuk menerangkan a) apa yang pernah dikerjakan di Indonesia, b) apa yang akan dipelajari di universitas di Australia dan c) apa yang direncanakan akan dikerjakan sekembalinya ke Indonesia. Setelah dirasa-rasa ketiga pertanyaan tersebut kok seperti kita diminta bikin proposal ya…hmmmm. Dan senior penerima beasiswa yang dulu bernama ADS ini menceritakan sebisa mungkin untuk mengisi kolom yang disediakan secara penuh, jangan cuma separo atau bahkan cuma satu-dua kalimat saja.
Dan hasil survey kecil-kecilan saya, pertanyaan-pertanyaan tim reviewer saat hari anda diwawancara nggak akan jauh-jauh dari isian di formulir, mereka akan mengkonfirmasi ulang tulisan anda sendiri sambil melihat sejauh mana anda siap untuk melanjutkan Study di Australia. Jadi jangan coba-coba meminta tolong orang lain buat ngisi formulir ya….kecuali bertekad untuk bengong saat ditanya tim pe-wawancara. hehhehe :D
Setiap pemberi beasiswa juga pastinya punya kelompok target siapa yang berhak untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Kita seharusnya juga memahami bidang-bidang apa yang menjadi target pemberi beasiswa. Contohnya, beberapa tahun terakhir AAS lebih memprioritaskan untuk perempuan dari daerah timur, beberapa riset dibidang tertentu dan disability person. Kalau anda nggak termasuk dari kelompok prioritas itu, anda harus aware kalau kemungkinan anda memperoleh beasiswa bisa jadi jauh lebih kecil dan untuk itu anda harus punya persiapan yang diatas rata-rata.

Kembali ke soal belajar bahasa Inggris, dulu saya juga nggak pake les-lesan sih belajarnya. Trik-nya cuma membiasakan diri dengan 'bahasa Inggris'-nya sendiri dan lakukan dengan rutin. 
Reading setiap hari.
Listening setiap hari.
Speaking (sama tembok) setiap hari.
Writing setiap hari, minimal 250 kata dan koreksilah sendiri.
Mengoreksi tulisan kita sendiri?
Iya dong, harus bisa ngoreksi tulisan kita sendiri, karena kalau sudah kuliahpun jangan coba-coba ngumpulin tugas yang belum di proof read, nilainya bisa amit-amit. Trus caranya supaya bisa ngoreksi gimana mbak? yaaah, belajar lahhh, buku bahasa inggris kan udah bertebaran di toko buku, :D.
Saya belajar 2 minggu non-stop dikala itu. Eh nggak nonstop deng sebenernya. Karena tetep masak-masak, ngurusin anak, heheheh….. dan hasilnya?
IELTS pertama saya cuman dapet 6, dan dikursusin selama 6 bulan sebelum berangkat. hahhhaa….
You can do better than me laaah    :).

Persiapan lain yang mungkin banyak membantu adalah carilah info sebanyak mungkin tentang beasiswa yang dituju. Mulai dari berapa banyak peminatnya, bidang targetnya, jumlah pelamar yang akan diterima, dan lain-lain. Silahkan merujuk ke website Bli Made Andi yang punya ulasan lengkap tentang beasiswa AAS di tulisan beliau yang ini. Silahkan mampir ke websitenya, baca baik-baik supaya lebih termotivasi. Bisa juga ngobrol dengan alumni awardees kalo kebetulan anda kenal beberapa orang diantaranya.

Dan yang terpenting, banyak-banyaklah berdoa yaaaa….
Saya doakan selalu yang terbaik bagi semua pejuang pencari ilmu.

#salam sukses dari BNE




4 comments:

Oktavera Rahardi said...

Aamiin YRA.... mudah2an kami sekeluarga juga bisa merantau ke negri orang seperti mbak Tika Sekeluarga.... (woaaa selalu telat nih baca blognya huhuhu)

Ayah Fawwaz said...

Nambah lagi soal isi formulir...selalu lakukan cek dan ricek. Jangan selesai isi, langsung kirim. Dibaca ulang dua-tiga kali, jangan ada salah ketik sekalipun. Kalo perlu minta koreksi dari senior yang pernah dapat beasiswa atau calon supervisor kalo beasiswa yang dipilih adalah 'by research'.

Lovable Me said...

Aamiin, semoga dimudahkan ya bunda Erdi…., aku nggak bilang sekolah dan bawa keluarga ke luar negeri itu mudah dan gampang, tapi juga bukan hal yang mustahil, biarpun butuh kerja keras berlipat-lipat. Tapi in sha Allah, banyak ilmu dan pelajaran yang bisa didapat.
Selamat berjuang ya… buat seluruh anggota keluarga :)

Lovable Me said...

Buat Ayah, trims udah ditambahin yaaah, plus ngasih banyak ide buat tulisan ini :*