Follow Us @soratemplates

Wednesday, August 5, 2015

Seragam Sekolah

6:57:00 PM 4 Comments
Sekolah Alam Indonesia Cibinong, camping 2014
Minggu pertama awal tahun ajaran udah dimulai, yang artinya awal yang baru juga bagi para orang tua siswa menemani putra-putri di jenjang belajar yang baru. Lelaki kecil dirumah pun, tak kepalang bahagianya kembali ke kelas dengan kawan lama dan baru.
Alhamdulillaah ceritanya kelas mas Fawwaz bertambah dua orang gadis-gadis, lumayanlah yaaa, setelah kemaren-kemaren cuman ada cowok-cowok di kelas. hahahah.... dari yang sebelumnya sekelas bertujuh orang, sekarang jadi sembilan orang.



Dan saya pun mencoba melamar menjadi penanggung jawab untuk kegiatan rolling book di sekolah, setelah tahun kemaren saya jadi pemandu sorak aja, pengennya tahun ini sedikit lebih banyak terlibat. Dan yang paling bahagia tentu aja si anak, yang sudah bolak-balik bilang kangen sekolah dan guru-guru nya selama liburan. Dan tetep aja sering ngomong kangen sekolah biarpun saya sudah mencoba meyakinkan kalau temen-temannya pun pasti sama kangennya. 
Tapi ya.... tetep dia nggak terlalu peduli soal buku baru, tas baru atau sepatu baru. Tas sekolah tetep yang lama, buku tulis baru dia biasa aja, sepatu baru juga lempeng (karena emang sepatunya 'sisa' lebaran kemaren) hahhahah. Saya aja yang bahagia menyampul buku-buku tulisnya dan belanja keperluan sekolah lainnya. Doi mah ...... lebih sering mikirin mau main apa sama temen2nya besok. 
Yang baru memang cuma buku tulis, yang lainnya tetap barang lama karena Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cibinong memang minus seragam, yang mana sangat saya syukuri. Coba dong bayangkan kalau SAI pakai seragam sekolah? kebayang rempongnya emak-emak menyiapkan dua macam seragam setiap hari, seragam pagi dan seragam siang, duh repotnya..... karena anak-anak memang ganti baju disekolah. #elap keringet.

Omong-omong soal seragam sekolah, sekarang Fawwaz sudah pede walau tanpa seragam. Duluuu sekali saya tau dia sempat risau soal seragam sekolah. Ceritanya sekitar awal tahun 2015 lalu, ketika liburan mid-semester kedua baru saja usai. Awalnya, saya begitu heran saat dia rajin sekali memakai seragam sekolahnya saat di Ironside State School-Australia dulu. Seragam kaos model polo berwarna biru tua itu benar-benar melalui fase cuci-kering-pakai-cuci-kering-pakai. Saya pikir, dia masih menyisakan kangen untuk sekolahnya dulu. Sempat saya tanya "kenapa?", dia cuma bilang "I like it mom". 

Hingga suatu hari sepulang sekolah di dalam  diangkutan umum, dengan setengah berbisik Fawwaz bertanya
"Mom, do they know that I have my school at Sekolah Alam?"
"Maybe.... any problem darling?"
"Nope...."

Seminggu kemudian, masih dengan berbisik pelan, untuk kedua kalinya dia bertanya,
"Mommy, do they really understand that I attend a school?"
Saat itulah saya sadar ada something yang nggak beres, ini sudah kedua kalinya dia bertanya dengan nada serius soal pendapat orang lain, yang mana diluar kewajaran mengingat si boy kecil ini lumayan cuek bebek sebenernya. Tapi waktu itu, saya belum bisa menangkap maksud pertanyaannya yang menurut saya sih kurang spesifik menjelaskan maksudnya. 
Saya baru bisa memahami kegalauannya soal seragam beberapa hari berikutnya, ketika kami kembali naik angkutan umum, dan serombongan anak sekolah seusia dia masuk serentak ke dalam mobil angkutan yang sama. Saat itu, saya sadar putra saya jadi kurang nyaman, dan tampak cemberut. beberapa detik kemudian dia nampak surut ke pojok. Saya langsung paham, pasti ini karena seragam. Saya panik, tapi tetap diam. 

Tak lama kemudian, dia bertanya, "Mom, why am I not wearing a uniform?"
Holaaa, jackpot, tebakan saya benar. Seragam-lah masalahnya.
Inilah kesempatannya!
Langsung saya katakan "Darling, it is no problem about that. Do you know what's the main point of attending a school?"
"no...?"
"The most important is how much you can learn in a day, not your uniform. That fancy uniform will be meaningless if it can't make you better day by day. Do you understand?"
Setelah saya katakan itu dengan lugas, dia nampak berpikir sesaat, lalu tersenyum lebar.
"Really mommy? Does it really not a problem?"
"Not at all, trust mommy."
Sejak saat itu, seragam polo Ironside State School-nya menganggur di rumah. Tak pernah diliriknya lagi, apalagi disentuh. Sekali waktu pernah berbarengan lagi dengan serombongan anak sekolahan, namun kali ini dia tetap luar biasa percaya diri, seperti sedia kala. hahhahaha....

Saya sangat sadar di usia-usia seperti ini keinginan untuk diakui menjadi bagian dari komunitas tertentu menjadi hal yang sensitif untuk anak-anak. Dan kadang hal-hal sepele justru jadi masalah besar, saya pernah dengar seorang anak yang meminta sepatu jenis tertentu pada orang tuanya agar nampak sama seperti teman-temannya disekolah. Padahal kan tak ada salahnya untuk jadi terlihat berbeda daripada teman yang lain, toh jadi unik itu menyenangkan sepanjang nggak mengganggu, itu menurut saya sih. Tapi kadang menanamkan konsep "perbedaan" ini jadi sedikit sulit juga saat kita tetap harus mengikuti aturan yang ada di komunitas.
Pelan-pelan lah yaaa, sekarang sih, si boy kecil sesekali bilang "everyone is different mommy", saya pun menyetujui walau sebenarnya kata 'perbedaan' atau 'menjadi berbeda' inipun punya banyak konsekuensi, kadang bergantung situasi dan kondisi namun adakalanya harus diperjuangkan. Dan menjelaskan yang satu ini pun tetap salah satu proyek jangka panjang. 

Tapi sejauh ini saya bersyukur melihat kesukaannya akan kembali bersekolah walau kadang dia cukup merepotkan, dan berterima kasih pada guru-guru dan teman-temannya disekolah. Apalagi tuh ya, saat saya diceritain minggu-minggu pertama dia bersekolah di SAI, yang ternyata dia lebih hobi duduk-duduk di kandang bebek ketimbang dikelas. :P. Sampai-sampai saya jadi curiga sepertinya dia punya ikatan emosional dengan para bebek ini. hahahahah....

Good luck my little boys and girls,
Selamat belajar, berjuang demi ilmu yang bermanfaat...
Jangan takut untuk terlihat berbeda sepanjang tak bertabrakan dengan agama Allah yaaa.....
Semoga dimudahkan usaha kalian menuntut ilmu...
Doa, peluk dan cium untuk kesuksesan kalian kelak...
Aamiiiin.....