Follow Us @soratemplates

Tuesday, June 28, 2016

Permasalahan Tiger Tail

11:06:00 PM 0 Comments
Judul          : Permasalahan Tiger Tail
Diadaptasikan dari Judul Asli "Tiger Tail Trouble" dalam buku My Little Treasure of Bedtime Stories
Kategori     : Dongeng anak-anak
Penerjemah: Farid Rifaie dan Sri Kartika Wijaya


Bagi beberapa anak kucing, masalah adalah hal yang sangat sulit dihindari walaupun sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjadi anak yang baik. Mereka tidak pernah bermaksud untuk melempar puding kepada para kucing tamu, namun tetap saja Bibi Besar Flora harus mencuci kumis kucingnya. Mereka sudah berlari sekencang yang mereka mampu untuk sampai rumah tepat waktu untuk makan malam, tapi tetap saja Ibu Kucing menunggu dengan wajah yang muram di depan pintu dengan sepiring sosis yang gosong. Seperti itulah Tiger Tail, seekor anak kucing.



Suatu pagi, Tiger Tail melihat kalender dan kemudian menyadari bahwa hari itu adalah Hari Ibu. Fluffy, Rolypoly, Mopsy dan Honeybun semuanya telah memiliki kado-kado kecil untuk Ibu Kucing. Tiger Tail merasa bersalah. Secara diam-diam, dia pergi keluar untuk membeli sebuah kado.

Ya ampun! Meskipun dia sudah berusaha untuk melakukan kebaikan, Tiger Tail tetap mengalami masalah. Masalah pertama datang ketika dia tersangkut pada semak berduri hingga membuat celananya robek. Kemudian, ketika dia sedang memperhatikan celana dalamnya yang terlihat keluar, dia terjatuh ke dalam kubangan air. Dan ketika dia berusaha membersihkan dirinya sendiri, uang koin yang dipegangnya terjatuh dari genggaman cakarnya lalu jatuh ke sungai di samping jalan.

Hari telah benar-benar sore menjelang gelap ketika Tiger Tail sampai di rumah. Ibu Kucing menunggu dengan cemas di pintu ketika seekor kucing kecil yang kelelahan dan berlumpur melompat ke pelukannya kemudian tersedu-sedu menceritakan seluruh kisah sedihnya.


Namun tak disangka Ibu Kucing memberinya sebuah kecupan, memeluknya erat-erat dan kemudian berkata “Kau tau Tiger Tail, hadiah terbaik yang kuterima adalah melihatmu segar bugar!”

Friday, January 8, 2016

Basket-T-shirt yarn crocheting.

8:15:00 PM 0 Comments
Suatu hari, pak suami bilang akan menghibahkan beberapa kaos yang mulai jarang dipakai. Spontan saya jadi teringat sebuah tutorial di instagram soal memanfaatkan bahan kaos bekas menjadi benang rajut. Waktu itu emang sempat penasaran banget pengen ngerajut T-shirt yarn alias benang kaos, karena kabarnya cocok banget untuk bikin keranjang, tas bahkan karpet. Tapi waktu itu udah mendekati liburan natal dan saya males order online karena kedatangan paket-paket pasti terlambat. Dan makanya seneng banget ketika nemu tutorial mengubah preloved t-shirt jadi benang, tapinyaaa begitu ngintip lemari, ternyata tak kuasa menurunkan kaos-kaos warna-warni itu dan mencabik-cabiknya menjadi benang. ok, jadi pending dulu.

Jadi terbayang kan begitu bahagia saya pas si ayah ngomong punya kaos tak terpakai, serasa langsung dijawab doanya sama Allah, saya langsung bilang, "buat ibu aja ya ayah.."hihihihi.
mau dibilang pelit mah ga masalah, yang penting kreatif. :P





Setelah menimbang-nimbang, akhirnya memutuskan untuk bikin semacam basket yang bisa saya pakai kala merajut, supaya benang, gunting dan jarum nggak berserakan kemana-mana. Ukurannya cukup besar untuk menampung 2-3 benang sekaligus. Mulailah saya mencari beberapa pola untuk keranjang, hingga akhirnya ngerasa pas untuk mencoba pola di link ini :http://mymerrymessylife.com/2013/05/crochet-chunky-basket-free-pattern.html
karena nampaknya polanya nggak terlalu rumit buat crocheter beginner level macam saya.

And here we go!
saya pakai  Sullivan's crochet hook nomor. 9. Dan totalnya memakai 3 buah kaos ukuran L-XL untuk mengubahnya menjadi keranjang kerja berukuran tinggi kurleb 11cm, berdiameter 21 cm. sangat cukup untuk tiga benang, dan printilan lainnya, sekarang saya happy benang saya nggak lari kesana-kemari selama merajut hahahhaha.

Berikut ini adalah step-by step proses make over preloved kaosnya menjadi keranjang. ENjoy .
Tutorial cara mengubah t-shirt menjadi benang bisa diunduh atau ditemukan dimanapun ya.. cara paling gampang adalah pakai google.
Tapi mudahnya, adalah menggunakan preloved T-shirt berukuran besar sehingga benang yang dihasilkan pun lebih panjang.

langkah pertama adalah memotong bagian bawah T-shirt hingga berumbai seperti di foto. Potong menjadi lembaran-lembaran dengan lebar antara1-1.5 cm.lakukan hingga mencapai bagian ketiak bawah dari T-shirt.
Lovable Me
Pisahkan bagian yang telah dipotong dengan bagian atas T-shirt. kemudian lebarkan satu sisi yang masih menyatu seperti digambar.
Potong T-shirt dengan pola seperti di foto.


T-shirt polo ini cukup untuk membuat bagian dasar keranjang, struktur kain yang nggak terlalu melar justru cocok untuk bagian dasar.
Bagian badan keranjang saya beralih ke T-shirt kedua.
Tara..! jadilah sudah. keranjang untuk menampung peralatan dan benang rajut saya supaya tetap rapi dan nggak berceceran. Saya sedikit memodifikasi ukuran dan pola rajut dari tautan sumbernya (sudah saya sebutkan diatas) karena saya sedikit malas memotong T-shirt ke-4 dan nggak sabar lihat hasil akhirnya.

Abaikan warna keranjang yang terlalu maskulin yaakkk, itu kan bahan-bahannya memang sisa dari kaos tak terpakai milik suami. Memang akan lebih cantik kalau memakai T-shirt yarn berwarna cerah. Tapi tak apalah, toh si keranjang tetap bisa menjalankan fungsinya menampung kebutuhan merajut saya. hihihi.
Nah semoga menjadi inspirasi ya...
dari pada kaos yang sudah sedikit kumal jadi bahan lap kompor aja, (itu saya sih hahahah)
Soalnya kalo yang bagusan dikit biasanya jadi bahan donasi.
Sampai jumpa lagiiii.....

---Salam cinta dari Bogor :* ----