Follow Us @soratemplates

Thursday, September 20, 2018

Cerita Mudik Lebaran: Wisata ke Telaga Menjer


Wonosobo merupakan kota kecil di Jawa Tengah yang menjadi tempat kelahiran pak suami. Setiap lebaran kami sekeluarga berusaha untuk selalu pulang ke kampung halaman. Meskipun nyatanya kadang-kadang mudiknya tertunda atau batal, misalnya seperti tahun lalu, batal mudik pas jabang bayi baru berumur dua bulan, karena ibuknya si bayi nggak berani jalan jauh-jauh hahahah. Tahun ini keluarga cemara punya kesempatan untuk mudik karena ada cuti yang super panjang. Yang istimewa dari Lebaran tahun ini adalah karena seluruh kakak-Kakak dan adik ipar serta keponakan-keponakan yang totalnya lebih dari 20 orang bisa pulang kampung.
Bisa kebayang ramenya kayak apa kan?

Seperti biasa, kalau kami semua sedang tumplek dikampung, acara wajibnya adalah jalan-jalan ke salah satu tempat wisata yang ada di Wonosobo. Dari hasil rembukan sehari sebelum lebaran, ples masukan dari keponakan-keponakan yang udah beranjak remaja, kami putuskan untuk jalan-jalan ke Telaga Menjer saja. Kabarnya telaga ini sekarang punya view yang instagramable. Biasanya daerah wisata Dieng juga jadi lokasi liburan favorit keluarga besar, cuman kali ini nggak kuat kalo musti pake macet-macet. Mengingat jalanan ke dieng hampir selalu macet sejak berapa tahun terakhir ini. Selain itu  (masih katanya keponakan juga), di sekitar Telaga Menjer sudah di-upgrade hingga punya wisata baru yang kekinian. Salah satunya adalah Bukit Seroja, yang letaknya tepat di atas telaga menjer.




Hari kedua lebaran, buru-buru kami segera berangkat ke Bukit Seroja untuk menghindari macet di dalam kota Wonosobo. Pagi itu cuaca sangat cerah sehingga pemandangan Gunung Sindoro yang megah menemani perjalanan kami. Objek wisata Bukit Seroja dapat dijangkau melalui wilayah kecamatan Garung. Dari sana tinggal ambil belokan ke kiri, melewati pembangkit listrik tenaga air yang ada di dekat kecamatan Garung. Sesampainya di Telaga Menjer, perjalanan harus diteruskan sekitar 1 km ke lapangan Desa Tlogo. Di sana pun kami memarkirkan mobil dan melanjutkan perjalanan ke puncak Bukit Seroja dengan naik ojek. oh iya, naik ojek ini kayaknya wajib yaa.... karena tanpa ojek kampung ini kita nggak bisa nyampe ke puncak Bukit Seroja yang konon indah banget itu. Eh ya mungkin bisa aja kalau mau romatis-romatisan jalan gandengan tangan, dijamin berangkat pagi- sorenya baru bisa sampai di puncak dan kehausan. Nah karena geng keluarga kami anggotanya banyak ibu-ibu dan anak anak, baiknya naik ojek aja, cukup 10.000 kita udah diantar sampai ke puncak.
The Ikromi's grandchildren minus si bayi karena dikekepin ibunya :P

Telaga Menjer dilihat dari puncak Bukit Seroja.


Di sepanjang jalan berbatu yang hanya bisa dilewati oleh ojek ini, kami disuguhi oleh pemandangan Telaga Menjer dan beberapa spot-spot cantik untuk foto-foto. Berbagai platform berbentuk hati, bintang ataupun sarang cinta dibangun di sepanjang pinggir jalan untuk melayani turis-turis milenial yang sangat doyan dengan foto selfie dan update status di sosmed. Saya? lanjut terus lah lha wong disambi gendong bayik yang sehat banget.. udah nggak kepikiran buat ambil foto. Lagi pula
semua anggota liburan sudah sepakat untuk pergi ke puncak Bukit Seroja, oleh karena itu kami sengaja melewatkan spot-spot yang ada di panjang jalan itu.

Spot yang punya tulisan galau :)

Sesampainya di puncak, ternyata ada Cafe yang bentuknya cukup kekinian dan taman-taman instagramable. Saya bilang instagramable bukannya kenapa-kenapa, selain pemandangan yang memang indah dan udara sejuk, ada juga lho tulisan-tulisan galau ala remaja. Ternyata memang sangat hebat pengaruh sosmed yang mampu mengubah desa terpencil yang punya pemandangan apik menjadi objek wisata unggulan dan ditambah dengan beberapa platform untuk selfie. Saya ngapain aja? yang jelas beli makan-minum di cafe, foto-foto dan beli cilok. :P
Jangan nanya foto saya di deket tangga yang bisa melihat area danau dari ketinggian ya... soalnya nggak ada. Kalaupun ada kayaknya agak cemberut karena saya ini fobia ketinggian. Jadi udahlah, makan cilok dan foto-foto di deket taman aja.

Puas di Bukit Seroja, berikutnya adalah Telaga Menjer. Ini kedua kalinya buat saya dateng liburan disini.  Aktivitas yang nggak bisa dilewatkan disini yaitu berkeliling danau dengan menaiki gethek. Gethek itu sebutan lokal untuk perahu yang terbuat dari bambu. Duluuuu banget perahunya masih serba minimalis, eh kemaren perahu-perahu itu sudah bertransformasi jadi warna-warni ditambahin iringan musik dangdut. Saya nggak tau nih berapa tarif naik perahunya, karena tau-tau aja udah lunas dibayarin kakak ipar, aseeekkkk. :P
Foto yang diambil diatas perahu, anggep aja yang lain numpang lewat :D

Trus diperahu kita ngapain aja? ya foto-foto lah.
Perahunya lumayan stabil kok biarpun angin sore lumayan kencang.
Setelah puas jalan ke Bukit Seroja dan Telaga Menjer, kami pun kembali ke rumah kami di kampung, setelah sebelumnya mampir ke warung mie ongklok. Kami pun berhenti di salah satu warung untuk ramai-ramai menikmati makanan khas Wonosobo.

Demikianlah oleh-oleh cerita mudik kemarin yaaa.
Kalau berkesempatan mampir ke Wonosobo, jangan lupa untuk mampir ke Telaga Menjer, selain mengunjungi Dieng dan objek wisata di sekitarnya.
See ya!!

No comments: