Follow Us @soratemplates

Saturday, September 8, 2018

Mengenal pola rajut (1)

Duluuu sekali, ketika awal belajar merajut, saya pun bingung melihat diagram rajut.
Karena awal saya belajar modalnya dari youtube, heheheh. Jadi nggak ada polanya. Kita ikutin aja instruksi dan gerak tangan si tutor.
Memang sih pas SD pernah diajarin mama pegang hakpen dan dikasih benang wool. Tapi tanpa pola, dan cuma satu macam tusukan, jadi saya nggak tahan abisnya kayaknya kurang asik.

Beberapa kali saya bikin kelas kecil merajut, barulah saya paham. Ternyata tantangan paling bikin pusing selama belajar adalah mengamati dan mengikuti pola atau diagram rajut.
Saya sejujurnya lupa sih, awal-awal dulu belajar gimana prosesnya, karena memang belajar otodidak. Tapi rasa-rasanya beberapa buku rajut yang saya baca online cukup membantu.
Jadi garis besarnya, belajar pola rajut itu gampang kok, asal kita paham prinsip dasarnya, yaitu:
1. Sudah bisa membedakan berbagai macam pola tusuk.
2. Teliti menghitung, kalo males bisa pakai penanda rajut ya....
3. Bisa mengenali alur rajutan.
Beneran nggak sulit kok.



Kita coba ya......

 Mari kita lihat sama-sama pola diatas, yang saya tulis ulang ketika awal belajar untuk membantu saya sendiri mengenali alur rajut.

# yang harus dikenali pertama kali adalah bagian rangka rajut.
Pola pouch diatas, kerangka awalnya adalah 39 rantai, ditandai dengan tulisan *39 rantai berwarna hitam.
Berikutnya, setelah kita buat 39 rantai, what's next?

#ok, perhatikan di lajur satu (saya gambar polanya dengan warna merah, dengan tanda angka satu dalam lingkaran). Di dekat angka satu, ada ekstra 2 rantai tambahan, lalu dilanjutkan dengan pola half double crochet (hdc) pada setiap rantai rangka, hingga ke ujung yang lain. Di ujung kanan pola ini ditambahkan 3 tusuk hdc, sebelum dilanjutkan dengan 1 hdc untuk tiap satu rantai rangka pada sisi yang berlawanan.
Jika lajur satu selesai, kita seperti sudah membuat huruf U yang mengelilingi rantai rangka.

# lajur 2 pun sama, diawali dengan 2 rantai. Pada pola diagram diatas digambar dengan tinta biru. Caranya sama, 1 hdc untuk tiap satu rantai yang dibuat di lajur 1. Pada lajur 2 ini ada tanda V pada ujung kanan yang artinya untuk satu rantai dari lajur 1 akan diisi 2 hdc di lajur 2 (bercabang). Lajur dua pun akan menghasilkan crochet berbentuk huruf U.
Begitu seterusnya hingga 9 lajur selesai.

Yang harus dipahami adalah alur crochet selalu bergerak dari kanan ke kiri. Ada kalanya, kita harus memutar atau membalik rajutan, dan pola dilanjutkan dengan merajut di sisi belakang.

Menghitung pun tak kalah penting, karena setiap lajur yang dibuat akan menjadi patokan dasar untuk lajur berikutnya.

Dulu saat awal belajar, biasanya saya sedikit meluangkan waktu menggambar ulang pola, dan saya beri tanda tiap lajurnya, sambil membayangkan alur rajutan. Gunanya banyak sekali, yang jelas saya nggak perlu menghitung ulang setiap kali saya lupa sudah ada di lajur berapa. Ples pola nya bisa dicoret-coret sesuka hati.

Gambar di bawah ini adalah pola asli, yang saya abadikan dari pinterest. Pasti ketemu kalau di cari dengan keyword crochet pouch 😊.


Dan taraaa, ini pouch bikinan saya, yang sekarang udah berpindah tangan semua. They are in the safe hands.

Besok-besok, kita belajar pola yang lain yaaa...
Sampai jumpaaa...
Happy weekend ladies 😘😘😘

No comments: