Follow Us @soratemplates

Saturday, September 29, 2018

Yang mana dulu? Beli benang atau tentukan project merajut?

Hai crocheters pemula!
Tulisan kali ini menuangkan kegalauan saya awal2 merajut dulu.
Jadi yang betul itu gimana? Beli benang nya dulu atau menentukan projectnya dulu?

Saya akan menganjurkan, tentukan dulu projectnya.
Beberapa orang mungkin akan bilang mending beli benang dulu.
Ya gapapa juga sih,, meskipun pengalaman saya kalau beli benang dulu itu musti nunggu "wangsit" mau dibikin apa benangnya. Selama wangsitnya belum dapet, selama itu pula benangnya nganggur dilemari.




Nah, sekarang yuk kita bahas kenapa musti project rajutnya dulu yang harus fix?
1. Karena benang yang available di toko offline dan online itu jenisnya puluhan. Mulai dari tekstur, komposisi benang, berapa ply, ply besar versus ply kecil, motif, dan ukuran.
Punya project yang sudah jelas akan membantu kita saat belanja benang, jadi kita nggak akan "tersesat" di toko craft. Menghindari compulsive buying yang akhirnya jelas menguras nominal kartu atm.
Saya ngaku sih, beberapa kali tersesat di toko akhirnya beli macem-macem yg belum terpakai. Heheheh....
Untungnyaaa.... yang saya beli dlm jumlah lumayan besar itu aneka ragam benang. Yang akhirnya saya cobain semua, justru dari ketersesatan itu banyak pelajaran yang bisa saya bagi setiap kali saya buka kelas merajut. :)

2. Pelajari instruksi pola dengan baik. Dalam pola biasanya ada keterangan memakai benang jenis apa, ukuran hook, dan berapa banyak yang dibutuhkan untuk menyelesaikan project tersebut. Apalagi kalau kita mau mengerjakan project-project besar, seperti syal yg cukup panjang, jaket, dll.
Nah saat belanja, pastikan membeli dalam jumlah yang cukup. Karena seringnya setiap batch pewarnaan benang akan sedikit ada colour shift, artinya warnanya kadang-kadang nggak bisa diproduksi sama persis.
Kadang2, seller benang juga juga mengingatkan tentang hal ini kok. Mereka baik ya...

3. Kalau misalnya kita ngeyel mau melakukan modifikasi benang, harus benar-benar dikalkulasi 'gauge' benangnya. Nah ini yg agak rumit. Jadi misalnya seperti ini, saya mau bikin alas duduk. Instruksi pola nya bilang, pakai jenis benang yang kaku (100% acrylic), dan gunakan crochet hook 5mm.
Ceritanya saya jatuh hati sama motif benang yang bahannya campuran antara cotton dan acrylic meskipun ukuran hook nya sama.




Perhatikan dua gambar diatas, ketiga rajutan dibuat dengan pola bulion stiches yang sama persis. Benang yang berwarna merah, adalah yang sesuai dengan instruksi (100% akrilik, kaku dan menggunakan crochet hook 5mm), benang stripe berwarna kuning adalah benang yang jadi incaran saya ( 50% akrilik 50% cotton, menggunakan crochet hook 5mm). Dan yang hijau adalah adalah benang yang terbuat 100% dari cotton, dengan crochet hook 2.5mm. 

Perbedaannya langsung terlihat signifikan ya. Jadi misalnya, dalam instruksi pola dikatakan membutuhkan 4 gulung benang menggunakan crochet hook 5mm, kalau saya ngeyel memakai benang type campuran antara cotton dan akrilik (berwarna kuning), mungkin akan memerlukan ekstra 1-2 gulung benang. Karena tipe benang sangat mempengaruhi ukuran hasil akhir produk. 
Apalagi kalau menggunakan benang yang kurang sesuai, seperti benang hijau, entah berapa kali lipat gulung benang yang diperlukan untuk menghasilkan produk dengan ukuran yang sama. Perhatikan juga bahwa ketebalan yang dihasilkan oleh tiga jenis benang itu sangat berbeda, tentunya untuk alas duduk akan terasa lebih empuk dan nyaman memakai benang yang tebal yaa...

Jadi itulah... konsep memilih benang yang harus diperhatikan supaya bisa menghasilkan project cantik seperti yang kita inginkan. 

Sampai ketemu di tips and trik merajut berikutnya yaa..

Salam Rajut!! 


No comments: